Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Idealisme Ekalawya Dalam Wiracarita Mahabharata Dan Refleksi Pendidikan Di Era Tatanan Baru I Made Arsa Wiguna
Jurnal Penelitian Agama Hindu Vol 5 No 3 (2021)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.565 KB) | DOI: 10.37329/jpah.v5i3.1298

Abstract

This paper aims to interpret the learning idealism of the Ekalawya figure in the Mahabharata and translate it as a reflection of the learning process in this era of the new order. The problematization between regulations and the real conditions of students has given implications for the implementation of online learning. There are many obstacles that arise, ranging from limited infrastructure, costs required and mastery of ICT, both from the teacher and student side. Refers to literary reception theory and hermeneutic methods, Ekalawya is a true disciple, his ideals such as unyielding, independence, discipline, teacher devotion, and making his yad as an obligation have led him to become a great archer. His learning experiences, such as; independent learning, obedience to the social rules of Catur Varna, respect for Drona as a teacher, and also the sincere offerings (daksina) in the form of his thumb. The limited interaction between teachers and students, hard work in doing assignments, independence and honesty of students in answering the evaluation questions, and respect that is maintained are a form of reflection on the learning experiences of Ekalawya in the era of the new order.
Interpretasi Ajaran Panca Sradha dalam Lontar Tutur Kumara Tattwa I Putu Febriyasa Suryanan; I Made Arsa Wiguna; Ni Nyoman Mariani
Jurnal Pendidikan Agama Vol 1 No 02 (2021)
Publisher : UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.934 KB) | DOI: 10.25078/japam.v1i02.1751

Abstract

This research has a purpose to reveal the essence of Hindu religious teaching in Lontar Tutur Kumara Tattwa, using by literarture study method and interview techniques, it is hoped this research can reveal the teaching of Panca Sradha (five beliefs of Hindu), namely belief in God through manisfestation of God who is an Imanen (Saguna Brahman) with a form of Bhatara Guru as teacher of the Gods, there is a parable of Bhatara as sun and humans are like jar from the parable is described that there are sprinkling of paramatman from within humans, the self control doing by human to create a good karmaphala so as to achieve moksa and avoid rebirth (punarbhwa).
STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM MENGUATKAN SIKAP RELIGIUS DAN SOSIAL SISWA DI SMP WIDHYA BRATA MENGWI Ni Ketut Yuli Artini; I Made Arsa Wiguna; I Wayan Artayasa
Upadhyaya : Jurnal Penelitian Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2021): Volume 2 Nomor 2 April 2021
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/up.v2i1.2648

Abstract

Selain cerdas dalam ilmu pengetahuan, setiap siswa juga harus memiliki etika dan moral yangbaik sesuai dengan ajaran dan norma-norma agama yang berlaku. Etika dan moral muncullahsikap religius dan sosial. Era globalisasi saat ini mengakibatkan terjadinya penyimpangan-penyimpangan khususnya pada kalangan remaja. Sehingga perlunya suatu strategi yang dapatmenguatkan sikap religius dan sosial pada setiap siswa. Peran guru terutamanya gurupendidikan Agama Hindu sangat menjadi ujung tombak dalam penguatan sikap religius dansosial siswa. Guru Pendidikan Agama Hindu diharapkan mampu untuk membimbing,memberikan motivasi dan memberikan pencerahan rohani kepada siswa agar memiliki sikapreligius dan sosial yang baik sesuai dengan norma-norma agama yang dapat diterapkan dalamkehidupan sehari-hari. Adapun beberapa sikap religius dan sosial siswa yang harus dikuatkanoleh siswa yaitu taat beribadah, jujur, disiplin, tanggung jawab, sopan dan santun, toleransi danperilaku syukur. Dalam menguatkan sikap religius dan sosial siswa adanya kendala-kendalayang dihadapi oleh guru Pendidikan Agama Hindu yaitu dari faktor internal dan faktoreksternal. Namun, dalam kendala yang dihadapi ada beberapa upaya yang dapat dilakukanuntuk menguatkan sikap religius dan sosial siswa yaitu upaya dari guru pendidikan AgamaHindu seperti memberikan motivasi dan mendorong siswa untuk melakukan sikap yang baiksesuai ajaran Agama Hindu, upaya dari siswa yaitu dengan mengikuti arahan dan tuntunan dariguru, upaya dari sekolah yaitu memantau dan memberikan dukungan yang optimal kepadasiswa, dan upaya dari komite sekolah yaitu dengan memenuhi sarana dan prasarana kegiatanpositif yang dapat menguatkan sikap religius dan sosial siswa seperti kegiatan ekstra kurikuler.
Pemimpin Dalam Pusaran Pandemi Menurut Perspektif Susastra Hindu I Made Arsa Wiguna
Tampung Penyang Vol 19 No 1 (2021): Tampung Penyang
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/tampung-penyang.v19i01.702

Abstract

Seorang pemimpin menurut susastra Hindu adalah tidak hanya memahami urusan tata pemerintahan maupun organisasi saja, melainkan harus memiliki bekal pengetahuan agama yang baik. Hal ini agar pemimpin dapat menjalankan tugas dan kewajibannya berlandaskan dharma dan untuk kepentingan dharma. Penelitian tentang pemimpin dan kepemimpinan sudah banyak dilakukan, namun eksistensi seorang pemimpin dalam menghadapi pandemic khususnya dilihat dari perspektif susastra Hindu belum pernah ditemukan sebelumnya. Hasil kajian ini diharapkan mampu berkontribusi setidaknya sebagai pedoman penguatan mental spiritual bagi seorang pemimpin dalam menghadapi masalah global saat ini. Kata Kunci: Pemimpin, Pandemi, Susastra Hindu
Pengaruh Model Pembelajaran Snowball Throwing dan Talking Stick Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Siswa SMK A.A. Alit Putra Baskara; I Made Wiguna Yasa; I Made Arsa Wiguna
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 9 No 3 (2026)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/cetta.v9i3.5517

Abstract

The low learning outcomes in Hindu Religious Education and Character Education indicate the need for learning models that actively engage students in the learning process. This study aimed to analyze the effect of the Snowball Throwing and Talking Stick learning models on the learning outcomes of Grade X students at SMK Prshanti Nilayam. This study employed a quantitative approach using a quasi-experimental design. The sample consisted of 80 students, including 25 students in the Snowball Throwing class, 26 students in the Talking Stick class, and 29 students in the control class. Data were collected through a learning achievement test that had met validity and reliability requirements and were analyzed using descriptive and inferential statistics. The results showed that the mean score of the Snowball Throwing class increased from 60.44 (pretest) to 76.12 (posttest), while the Talking Stick class increased from 60.27 to 75.42. The control class increased from 49.93 to 64.93. One-Way ANOVA revealed a significance value of p < 0.001 (F = 14.457), indicating that the implementation of Snowball Throwing and Talking Stick learning models affected students’ learning outcomes. The LSD post hoc test further showed that both experimental classes achieved higher learning outcomes than the control class. Therefore, Snowball Throwing and Talking Stick can be considered effective alternative learning models for improving learning outcomes in Hindu Religious Education and Character Education.
Implementasi Asesmen Literasi Multimodal Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Murid Kelas V SDN 2 Dangin Puri Dewa Ayu Made Ratih Kusumadewi; Ni Made Muliani; Kadek Dedy Herawan; I Made Arsa Wiguna; Ni Nyoman Ayu Suciartini
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8774

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan tuntutan pembelajaran abad ke-21 mendorong perlunya penguatan literasi multimodal dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar. Literasi multimodal mencakup kemampuan memahami dan menghasilkan makna melalui berbagai mode, seperti verbal, visual, dan digital. Oleh karena itu, diperlukan asesmen yang mampu mengukur kemampuan literasi murid secara lebih komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen asesmen literasi multimodal, penerapan asesmen literasi multimodal, serta kendala dan upaya guru dalam penerapannya pada pembelajaran bahasa Indonesia murid kelas V di SDN 2 Dangin Puri. Penelitian ini didasarkan pada teori perkembangan kognitif dan teori konstruktivisme yang memandang bahwa pengetahuan dibangun melalui pengalaman belajar yang bermakna. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru wali kelas V, dan murid kelas V SDN 2 Dangin Puri. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen asesmen literasi multimodal meliputi komponen linguistik, verbal, dan spasial. Penerapan asesmen dilakukan melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam pembelajaran berbasis proyek pembuatan poster pantun digital menggunakan Canva. Pembelajaran ini meningkatkan antusiasme, kreativitas, dan keterlibatan murid. Kendala yang ditemukan meliputi perbedaan kemampuan teknologi, keterbatasan jaringan internet, pengelolaan waktu, dan kurangnya rasa percaya diri saat presentasi. Upaya guru dilakukan melalui pendampingan bertahap, pemberian contoh penggunaan Canva, kerja sama antarmurid, dan pemberian motivasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa asesmen literasi multimodal mampu mendukung pembelajaran bahasa Indonesia yang lebih aktif, kreatif, dan sesuai dengan tuntutan abad ke-21.
Implementasi Kegiatan Kokurikuler Dalam Penguatan Dimensi Kolaborasi Pada Murid Kelas V SD Negeri 5 Sumerta Denpasar I Nengah Dwi Harta Diana; I Made Arsa Wiguna; Ni Nyoman Suastini
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7373

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan dimensi kolaborasi pada murid sekolah dasar sebagai bagian dari pengembangan karakter dan keterampilan sosial abad ke-21. Kegiatan kokurikuler dipandang sebagai sarana yang dapat membantu murid mengembangkan kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, berbagi tanggung jawab, serta membangun interaksi sosial melalui pengalaman belajar secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) perencanaan dan pelaksanaan kegiatan kokurikuler dalam penguatan dimensi kolaborasi pada murid sekolah dasar, (2) bentuk-bentuk perilaku kolaboratif yang muncul melalui kegiatan kokurikuler, dan (3) kendala serta upaya guru dalam implementasi kegiatan kokurikuler untuk penguatan dimensi kolaborasi pada murid kelas V di SD Negeri 5 Sumerta Denpasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru dan murid kelas V SD Negeri 5 Sumerta Denpasar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan kegiatan kokurikuler dilakukan melalui penentuan tujuan dan tema kegiatan, pembagian kelompok dan peran murid, serta penyusunan langkah-langkah kegiatan dan waktu pelaksanaan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pembuatan drama yang melibatkan kerja kelompok dan partisipasi aktif murid. Bentuk perilaku kolaboratif yang muncul meliputi kemampuan bekerja sama, kemampuan berkomunikasi, kemampuan berbagi peran dan tanggung jawab, sikap saling menghargai pendapat, serta kepedulian dan kesediaan membantu teman. Kendala yang dihadapi guru meliputi keterbatasan waktu, perbedaan karakteristik murid, kurangnya partisipasi aktif sebagian murid, serta kesulitan memahami peran dan menghafal dialog. Upaya yang dilakukan guru yaitu memberikan motivasi, membagi peran sesuai kemampuan murid, memberikan bimbingan secara intensif, serta menciptakan suasana belajar yang aktif dan kondusif. Dengan demikian, kegiatan kokurikuler melalui pembuatan drama memberikan kontribusi positif dalam penguatan dimensi kolaborasi pada murid sekolah dasar.
Implementasi Pembelajaran Mendalam Untuk Menguatkan Karakter Murid Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 1 Gianyar A. A. Abriellia Swastika Putri; I Made Arsa Wiguna; Nyoman Wiraadi Tria Ariani
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.8114

Abstract

Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman bermakna, pengalaman belajar kontekstual, serta penguatan karakter murid melalui pembelajaran yang berkesadaran (Mindful learning), bermakna (Meaningful learning), dan menyenangkan (Joyful learning). Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana perencanaan pembelajaran mendalam yang dilakukan guru untuk menguatkan karakter murid kelas IV SD Negeri 1 Gianyar, 2) Bagaimana pelaksanaan pembelajaran mendalam yang dilakukan guru untuk menguatkan karakter murid kelas IV SD Negeri 1 Gianyar, dan 3) Apa implikasi dari penerapan pembelajaran mendalam terhadap murid kelas IV SD Negeri 1 Gianyar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan implikasi implementasi pembelajaran mendalam dalam menguatkan karakter murid kelas IV SD Negeri 1 Gianyar. Teori yang digunakan untuk menganalisis permasalahan dalam penelitian ini adalah teori konstruktivisme dan teori perkembangan moral. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: 1) Perencanaan pembelajaran mendalam dilakukan melalui penyusunan modul ajar yang memuat tujuan pembelajaran, strategi pembelajaran, proyek pembelajaran, serta bentuk penugasan kelompok maupun individu. 2) Pelaksanaan pembelajaran mendalam dilaksanakan melalui aktivitas menonton, observasi kegiatan, praktik kegiatan, presentasi dan refleksi hasil kegiatan. Serta strategi guru menguatkan karakter melalui 4 pembiasaan memulai dan mengakhiri pembelajaran dengan doa, menyanyikan lagu wajib, melatih kemampuan berpikir kreatif, motivasi, menjaga kebersihan. 3) Implikasi penerapan pembelajaran mendalam menunjukkan adanya penguatan karakter murid yang tercermin dalam delapan dimensi profil lulusan, yaitu keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi. Melalui implementasi pembelajaran mendalam, murid menjadi lebih aktif, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, serta mampu mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari.