Md. Yudyantara Risadi
Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Yoga Ice Breaking Sebagai Sarana untuk Meningkatkan Fokus Mahasiswa dalam Belajar Bahasa Inggris Md. Yudyantara Risadi; Ni Luh Putu Uttari Premananda
Jurnal Yoga dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2022): Volume 5 No. 2 Tahun 2022
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.967 KB) | DOI: 10.25078/jyk.v5i2.1885

Abstract

It is undeniably correct that in the process of learning, there will be a stituaiton where the students feel bored with the material. This situation requires treatments which make the boredom disappear and students improve their focus, one of them is yoga icebreaking. The purposes of this study were to find out what kinds of yoga icebreaking and its benefits. Library research was conducted in this study. The sources of the obtained data coming from articles, publications journal and news using technique of documentation. The technique of analysis used contents analysis of literature or articles becoming the source of research data. The results showed that yoga icebreaking has different moves and it does not take long in the class, such as nostril breathing yoga and Lotus pose. The benefits of this yoga icebreaking are to improve students’ focus and to grow students’ character values.
PEMBELAJARAN TOUR GUIDING: DESKRIPSI CERITA OGOH-OGOH BERBAHASA INGGRIS SEBAGAI DAYA TARIK PARIWISATA BUDAYA Md. Yudyantara Risadi
Jurnal Pariwisata Budaya: Jurnal Ilmiah Pariwisata Agama dan Budaya Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.983 KB) | DOI: 10.25078/pariwisata.v6i2.129

Abstract

Tour guiding is one of the school subjects’ to be taught in school, especially for students who enroll in tourism school. This subject gives knowledge to be a good tour guide and be the leader of the improvement of good tourism aspect in a country. To be a good tour guide, it is a must to have knowledge in every aspect of tourism, one of them is cultural tourism. Cultural tourism can be seen in many countries, especially Bali (one of the destination places in Indonesia) that has many cultures within it, such as ogoh-ogoh that become one attraction for domestic and non-domestic tourists. This study aims at finding the appropriate technique of teaching in tour guiding subject with item “Description of ogoh-ogoh’s story”. The method of this research is qualitative method with observation, interview, and documentation as the data collection and library research as the supporting data to complete the primary data. The informantsused in this research were purposively determined. This study is able to help teachers to find out how they teach the students with appropriate technique. Based on the findings, it can be concluded that the description of ogoh-ogoh’s story can be found properly by interviewing the architects of the ogoh-ogoh in order to find out the sotry in more details. The theme of ogoh-ogoh’s story can be in many forms, such as evil, monster, or sometimes God (its manifestation) againsts evil or demons. After finding how to get the story in details, then these stories must be delivered in the classroom in a specific technique, one of the techniques that can beused in the classroom is story telling. This technique is appropriate because it gives a natural way to deliver the story and the information can be interactively received by tourists. This technique has 5 stages, 1) focusing on finding the story of ogoh-ogoh(item of teaching), 2) focusing on the readiness of the students, 3) giving background knowledge to the students and asking them to read the story with their own expression, 4) focusing on how they students become the tour guide telling the story of ogoh-ogohwith their own expression, and 5) focusing on giving feedbacks in order to give additional knowledge to the students.
PEMBELAJARAN TOUR GUIDING: DESKRIPSI CERITA OGOH-OGOH BERBAHASA INGGRIS SEBAGAI DAYA TARIK PARIWISATA BUDAYA Md. Yudyantara Risadi
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pba.v6i2.2419

Abstract

Tour guide merupakan salah satu mata pelajaran yang sering diberikan kepada mahasiswa yang mengambil jurusan pariwisata di sekolahnya. Mata pelajaran ini memberikan wawasan untuk dapat menjadi pramuwisata yang baik dan menjadi garda terdepan dalam pengembangan pariwisata yang baik. Menjadi pramuwisata harus memiliki wawasan yang luas dalam sektor pariwisata salah satunya pariwisata budaya. Pariwisata budaya dapat ditemukan di banyak belahan dunia, salah satunya Indonesia khususnya Bali yang memiliki banyak budaya di daerahnya masing-masing, seperti ogoh-ogoh yang menjadi destinasi tontonan menarik bagi wisatawan domestik dan mancanegara.            Penelitian ini bertujuan untuk menemukan teknik mengajar dalam mata pelajaran tour guide materi “Pendeskripsian cerita ogoh-ogoh” dengan tahapan pengajaran yang tepat. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi serta didukung dengan penelitian kepustakaan. Dalam menentukan informan atau narasumber, teknik purposive sampling digunakan. Kajian ini akan membantu para pengajar untuk dapat menemukan cara membuat materi serta cara mengajarkan materi tersebut kepada para siswanya.          Berdasarkan hasil dari penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa pendeskripsian ogoh-ogoh mampu didapatkan dengan cara mencari para arsitek ogoh-ogoh tersebut dengan mewawancarai mereka untuk cerita ogoh-ogoh yang diinginkan. Dari hasil wawancara tersebut didapatkan bahwa tema yang sering digunakan adalah raksasa ataupun dewa melawan raksasa. Pendeskripsian ogoh-ogoh pun didapatkan dengan melakukan wawancara mendalam dan dokumentasi dari para arsitek tersebut. Setelah mendapatkan deskripsi tersebut yang kemudian menjadi meteri dalam mata pelajaran guiding, dilanjutkan dengan memberikan tahapan mengajar yang didapatkan dengan wawancara serta penelitian kepustakaan. Didapatkan bawah teknik mengajar yang tepat adalah menggunakan teknik  bercerita (story telling). Adapun tahapan mengajar dalam bercerita ini menjadi 5 tahapan, 1) berfokus pada pencarian cerita ogoh-ogoh (materi), 2) berfokus pada kesiapan para siswa dengan memberikan pancingan yang terkait dengan materi, 3) memberikan gambaran kepada para siswa tentang cerita ogoh-ogoh tersebut dan meminta mereka berlatih dengan ekspresi mereka sendiri dalam bercerita, 4) berfokus pada bagaimana cara mereka menjadi pramuwisata dan bercerita mengenai cerita ogoh-ogoh tersebut, dan 5) hanya berfokus pada pemberian umpan balik dengan tujuan menambah pengetahuan yang mereka dapat sebelumnya.