Indri Lesta Siwidiani
Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi Mineral, UPN “Veteran” Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kesilapan Kata dalam Menerjemahkan Daily Expressions dari Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Inggris Indri Lesta Siwidiani
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 7, No 1 (2021): Juli
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v7i1.9123

Abstract

Saat ini telah banyak dihasilkan karya terjemahan baik dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia atau sebaliknya dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris. Namun, apabila dicermati secara sungguh-sungguh hasil terjemahan tersebut belum semuanya memuaskan. Ada beberapa hasil terjemahan yang berupa ringkasan dari bahasa sumbernya, artinya penerjemah hanya lah menerjemahkan hal-hal yang dianggap penting saja. Ada pula hasil terjemahan yang menyimpang sama sekali dari makna yang terkandung dari teks aslinya. Tentulah hasil terjemahan yang demikian sangat sulit dipertanggungjawabkan, apalagi jika menerjemahkan karya-karya ilmiah. Penerjemah seharusnya menguasai kaidah-kaidah, latar belakang dan kultur teks bahasa sumber maupun bahasa sasaran, memiliki pengetahuan yang luas mengenai seluk-beluk menerjemahkan, sehingga karya terjemahan yang dihasilkan merupakan karya yang memiliki content validity dan face validity yaitu karya terjemahan yang tepat makna dan mudah dibaca atau dipahami. Apabila tidak, maka akan terjadi penyimpangan-penyimpangan berupa penggunaan kata-kata mubazir atau yang bermakna rancu sehingga karya terjemahan yang dihasilkan pesan yang tidak sesuai dengan pesan atau maksud pengarang teks bahasa sumbernya. Berdasarkan pengamatan secara acak dari beberapa hasil terjemahan terutama terjemahan tentang Daily Expressions atau Ungkapan-ungkapan keseharian dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris ditemukan beberapa kesilapan kata dan sebab-sebab terjadinya.
Kajian Teknis Geometri Peledakan Terhadap Fragmentasi Batuan Dan Digging Time Di Pit Kangguru Pt. Pamapersada Nusantara Jobsite Pt. Kaltim Prima Coal Septian Panca Nugraha; R. Hariyanto; Indri Lesta Siwidiani
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 7, No 1 (2021): Juli
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v7i1.9124

Abstract

Penelitian dilakukan di area pertambangan batubara pit Kangguru yang kegiatan pertambangannya dijalankan oleh PT. Pamapersada Nusantara. Lokasi penelitian terletak di Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Sistem penambangan adalah sistem tambang terbuka dengan metode strip mine. Penelitian dilakukan untuk mengkaji kembali geometri peledakan terhadap fragmen batuan yang ditandai dengan persentase boulder, dan digging time alat gali muat pada operasi pengupasan overburden yang terdiri dari batulanau dan batulempung. Berdasarkan observasi lapangan, ditemukan permasalahan pada ukuran fragmen yang belum optimal karena masih banyak ditemukan material boulder (>86 cm). Persen boulder rata-rata hasil peledakan berdasarkan metode analisis fotografi adalah 27,261%, dan digging time alat muat rata-rata 11,89 detik Faktor penyebab belum optimalnya ukuran fragmen hasil peledakan salah satunya dikarenakan karena belum optimalnya pemakaian bahan peledak dan geometri peledakan terhadap kondisi massa batuan yang diledakkan. Perbaikan geometri peledakan dibutuhkan untuk memperoleh fragmentasi hasil peledakan yang optimal. Rancangan geometri peledakan yang menjadi usulan perbaikan ditentukan menggunakan metode R.L. Ash dengan mempertimbangkan powder factor. Rancangan geometri peledakan yang diusulkan adalah burden 6,9- 7,1 m, spacing 10,4-10,6 m, stemming 4-4,5 m, dan kedalaman lubang ledak 8,9 m. Jumlah bahan peledak yang digunakan per lubang ledak adalah sebanyak 90,5 - 119,46 kg dan nilai powder factor rancangan 0,16-0,18 kg/m3. Persentase boulder setelah perbaikan yang dianalisis dengan metode KCO adalah 1,23%-3,15% untuk peledakan batulanau dan 1,21%-3,12% untuk peledakan batulempung. Digging time setelah perbaikan rata-rata adalah 11,06-11,15 detik.