Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Aplikasi Dosis Vermikompos dan Urea Pada Tanaman Kedelai Varietas Anjasmoro di Tanah Berpasir Hesti Pujiwati; Widodo Widodo; Wuri Prameswari; Umi Salamah; Leonardo Dharmawangsa; Edi Susilo; Muhimmatul Husna
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 26 No. 4 (2021): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.26.4.639

Abstract

The low area for soybean plantation is still a major problem in meeting soybean needs. One of the efforts to increase national soybean production is by expanding the planting area by utilizing the sandy soil area that is still not used for soybean cultivation. This research was conducted from September-November 2020 in a greenhouse of the Agronomy Laboratory, Bengkulu University. This study aims to obtain the best dose of urea and vermicompost for the growth and yield of soybean in sandy soil. The research design used a completely randomized block design with two factors and 3 replications. The first factor was the dose of urea consisting of four levels, namely U0 = 0 kg ha-1, U1 = 50 kg ha-1, U2 = 100 kg ha-1, and U3 = 150 kg ha-1. The second factor was the dose of vermicompost, namely K0 = 0 ton ha-1, K1 = 5 tons ha-1, K2 = 10 ton ha-1, and K3 = 15 ton ha-1. The measured variables were the plant growth and the yield. Soil and vermicompost analyses were carried out before the study. The results showed that there was an interaction between the vermicompost and the urea dosages. The 100 kg ha-1 urea and the 10 ton ha-1 vermicompost treatment gave the highest plant height. The 150 kg ha-1 urea dan the 15 ton ha-1 vermicompost treatment formed the most number of branches. The highest soybean yield was given by 15 ton ha-1 vermicompost and 50 kg ha-1 urea to the total pod and the seed weight. Keywords: sandy soil, soybean, urea, vermicompost
PENDAMPINGAN TEKNIK BUDIDAYA JAHE DAN KACANG TANAH DI DESA PADANG BETUAH Entang Inoriah Sukarjo; Prasetyo Prasetyo; Muhimmatul Husna
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i2.813-820

Abstract

Pendampingan teknik budidaya pola tanam ganda tanaman jahe dan kacang tanah adalah suatu pembelajaran yang difokuskan kepada peningkatan kemampuan psikomotorik warga sasaran. Jahe merupakan komoditas yang diharapkan oleh pemerintah desa menjadi hasil pertanian unggul desa. Sasaran praktik budidaya ini adalah anggota Kelompok Wanita Tani (KWT). Sebagian anggota belum memahami maupun terampil budidaya jahe berdasarkan pada obsevasi awal yang telah dilakukan. Selain itu, anggota KWT juga menginginkan pengetahuan dan keterampilan tanaman lainnya, untuk menunjang pangan dan gizi seperti kacang tanah. Metode pendekatan praktek budidaya melalui partisipasi warga sasaran berupa penyuluhan dan praktik budidaya langsung di lapangan dengan bimbingan/pendampingan instruktur. Penyuluhan dan pendampingan praktik budidaya tumpang sari jahe dan kacang tanah dapat meningkatkan pemahaman anggota KWT.  Hasil kegiatan tersebut menunjukkan bahwa antusiasme sasaran (KWT) sangat tinggi, hampir 80% peserta yang hadir terlibat untuk mengikuti dengan sungguh-sungguh.
Pengembangan Agrowisata dengan Konsep Design Rainbow Vertical Garden Sederhana di Desa Wisata Rindu Hati Umi Salamah; Muhimmatul Husna; Refpo Rahman; Ridha Rizki Novanda; Ahmad Syarkowi; Helfi Eka Saputra
DHARMA RAFLESIA Vol 19, No 2 (2021): DESEMBER (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v19i2.18408

Abstract

Rindu Hati merupakan desa yang dinobatkan sebagai desa wisata. Kondisi objek wisata Desa Rindu Hati saat ini membutuhkan pengembangan untuk lebih banyak menarik wisatawan. Penambahan objek wisata juga menjaga agar Desa Rindu Hati tetap menjadi pilihan orang-orang untuk tetap berekreasi. Rainbow Vertical Garden merupakan konsep agrowisata berbentuk taman mini yang berisi bunga berwarna warni yang digantung pada dinding penegak. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memperkenalkan dan meningkatkan perkembangan kepariwisataan Desa Rindu Hati sebagai Desa Wisata dengan pengembangan objek wisata baru yaitu Rainbow Vertical Garden. Permasalahan yang dihadapi di desa Rindu Hati adalah pengembangan objek wisata belum ada pengembangan agrowisata yang berbasis pertanian di Desa Rindu Hati. Sasaran utama dari program pengabdian pembinaan ini yaitu Pengelola Wisata Desa Rindu Hati dan Perangkat Desa Rindu Hati. Metode yang dilakukan oleh Tim LPPM UNIB ini merupakan konsep baru yang mengacu pada agrowisata dengan memanfaatkan tanaman hias dengan sistem  Rainbow Vertical Garden. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah mengenalkan masyarakat desa Rindu Hati  tentang pemanfaatan Vertical Garden dan pengaplikasian Rainbow Vertical Garden dengan lahan vertikal di Desa Rindu Hati sebagai sebagai agrowisata baru.
PENDAMPINGAN PRAKTEK APLIKASI PUPUK HAYATI SEED TREATMENT BENIH PADI PADA PETANI SAWAH Muhimmatul Husna; Sumardi Sumardi; Umi Salamah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i1.56-60

Abstract

Pendampingan praktek merupakan upaya meningkatkan kemampuan petani untuk aplikasi pupuk hayati pada benih padi secara seed treatment. Padi merupakan salah satu komoditi yang banyak diusahakan petani desa Rindu Hati sebagai mata pencaharian utama. Namun petani mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pupuk. Peran pupuk hayati adalah meningkatkan ketersediaan unsur hara dan mengurangi penggunaan pupuk kimia. Tujuan pengabdian ini adalah dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petani padi dalam mengaplikasikan pupuk hayati secara tepat pakai, tepat guna dan tepat waktu. Sasaran kegiatan ini adalah lima kelompok tani desa Rindu Hati. Metode yang dilakukan adalah pendekatan dengan praktek langsung cara mengaplikasikan pupuk hayati pada padi. Hasil pengabdian adalah petani sudah bisa mengaplikasikan seed treatment pada benih padi sawah
Respons Hasil Padi dan Hara Tanah Sawah terhadap Bakteri Pelarut Fosfat dan Pemfiksasi Nitrogen Muhimmatul Husna; Sugiyanta Sugiyanta; Etty Pratiwi
Agrotechnology Research Journal Vol 5, No 2 (2021): Agrotechnology Research Journal
Publisher : Perkumpulan Agroteknologi/Agroekoteknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.632 KB) | DOI: 10.20961/agrotechresj.v5i2.51533

Abstract

The condition of unfertile paddy field due to excessive inorganic fertilizer application causing soil degradation. Fertilizing techniques using phosphate solubilizing  and nitrogen fixer bacteria are breakthroughs that should be developed in paddy cultivation to increase fertility soil and harvest of rice. This research aims to study on phosphate solubilizing and nitrogen fixer bacteria ability to increase the harvest of rice by increasing chemical and biological fertility of soil. The research was conducted in the greenhouse of Sawah Baru experimental garden, IPB University. The design used was a completely randomized design with one factor that was dosage of inorganic fertilizers (NPK) with seven levels that were control, NPK 100%, NPK 0% + bacteria, NPK 25% + bacteria, NPK 50% + bacteria, NPK 75% + bacteria and NPK 100% + bacteria. Each stage was repeated four times, so there were 28 units. The results of  phosphate solubilizing and nitrogen fixer bacteria could produce more rice grain 0.32 ton.ha-1 than NPK 100% (recommended dose). Biological soil fertility improved with the increased population of bacteria, but there was no improved soil chemical fertility of soil.
VARIASI OLAHAN BUAH NANAS (Ananas comosus L.) MENJADI SELAI DAN TAT DI KELURAHAN KEMUMU BENGKULU UTARA Yulian Yulian; Muhimmatul Husna; Adelia Zahrani; Hanipa; Annisa Wulandari
PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 3 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pakdemas.v2i3.167

Abstract

ABSTRAK Buah nanas di sekitar kabupaten Bengkulu Utara dihasilkan dari tumpang sari dengan tanaman perkebunan sawit atau karet. Tingkat kemanisan buah nanas tumpang sari cenderung rendah, sehingga kurang diminati untuk konsumsi buah segar. Solusi yang tepat untuk ini adalah melakukan pengolahan buah nanas agar ada multiplayer efects. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan dan praktek tentang pengolahan buah nanas menjadi Selai dan Tat di masyarakat Kelurahan Kemumu. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat dalam memanfaatkan potensi buah nanas lokal untuk dijadikan produk olahan yang dapat mendukung Program Desa Wisata Kemumu. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan mulai bulan April sampai Agustus 2023. Hasil pengabdian masyarakat berupa produk Selai nanas dan Tat. Sumber santan dari kelapa hijau yang berkualitas dan selai nanas lokal menjadi rahasia enak dan empuknya Tat Kemumu.
POTENSI PUPUK HAYATI UNTUK MENINGKATKAN HASIL PADI DI LAHAN RAWA Muhimmatul Husna; Tiara Nofrianti; Septiana Anggraini; Wuri Prameswari; Umi Salamah
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia Vol 26 No 1 (2024)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jipi.26.1.48-53

Abstract

[POTENTIAL OF BIOFERTILIZERS TO INCREASE RICE YIELD IN SWAMP LANDS] Nutrient unavailability is a major problem in swamp land due to flooded and acidic conditions. The use of biofertilizer, which can increase the availability of nutrients, is a solution to increase rice yields in swamp land. This research aimed to find out the improvement of the rice yield with an application of bacteria in biofertilizers in swampy land. One factor tested was the various doses of bacterial biofertilizer consisting of 1, 2, 3, and 4 g/50 g of paddy seeds, without bacteria as a control, arranged in a randomized block design with 3 replications. Rice seeds were soaked for 24 hours, then drained, and biofertilizer was applied as a seed treatment following the treatment doses. Seeding was carried out in trays measuring 15 cm high for 2 weeks. The inorganic fertilizer was applied at 75% of the recommended dose. The variables observed were plant height, number of tillers, number of productive tillers, percentage of empty grain, weight of 1000 seeds, and grain weight. The data observed were analyzed with an ANOVA at the 5% level and further tested with DMRT at the 5% level. The results showed that the bacteria in biological fertilizer can potentially increase the yield of swamp rice plants. A biofertilizer dosage of 4 g/50 g of seeds gave the highest yield in terms of grain weight per hill and per plot, as well as a weight of 1000 grains with an increase of yield of 14.32% compared to control.