Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi komunikasi dan literasi sosial-keagamaan sebagai strategi dalam revitalisasi lingkungan masyarakat di Perumahan Pelangi 2 Macan Lindungan. Revitalisasi lingkungan dalam konteks ini tidak hanya dimaknai sebagai perbaikan aspek fisik semata, tetapi juga mencakup penguatan dimensi sosial, budaya, dan spiritual masyarakat sebagai fondasi utama dalam membangun lingkungan yang harmonis dan berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, serta keterlibatan langsung dalam aktivitas sosial kemasyarakatan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi komunikasi yang dilakukan melalui forum warga, kegiatan gotong royong, diskusi kelompok, serta pemanfaatan media komunikasi lokal mampu meningkatkan efektivitas penyampaian informasi dan memperkuat partisipasi masyarakat dalam berbagai program lingkungan. Selain itu, penguatan literasi sosial-keagamaan melalui kegiatan pengajian, edukasi nilai-nilai moral, serta pembinaan karakter masyarakat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kesadaran sosial, kepedulian lingkungan, dan solidaritas antarwarga. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa sinergi antara komunikasi yang efektif dan literasi sosial-keagamaan yang baik mampu menciptakan lingkungan permukiman yang lebih tertata, responsif, serta memiliki tingkat kohesi sosial yang tinggi. Dengan demikian, revitalisasi lingkungan tidak hanya bersifat struktural, tetapi juga bersifat kultural dan spiritual. Oleh karena itu, penguatan kedua aspek tersebut perlu terus dikembangkan secara berkelanjutan sebagai upaya menciptakan masyarakat yang berdaya, inklusif, dan adaptif terhadap perubahan sosial.