Najminnur Hasanatun Nida
UIN Antasari Banjarmasin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Majelis Ta’lim Nurul Musthofa dalam Dukungan Islami Remaja Batu Ampar Najminnur Hasanatun Nida; Gita Melinda Putri; Abdurrahman Ridha Anshari
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 17, No 1 : Al Qalam (Januari 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v17i1.1851

Abstract

Kegiatan masyarakat yang berhubungan dengan agama dikelola oleh lembaga non formal dan menghadirkan pembacaan kitab oleh kiai disebut Majelis Ta’lim. Kegiatan ini diselenggarakan secara berkala dan teratur yang bertujuan untuk pembinaan agama masyarakat termasuk remaja. Kegiatan ini karena melihat kondisi remaja yang berperilaku belum sesuai dengan ajaran Islam dan harapan penanaman nilai keislaman pada mereka. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran Majelis Ta’lim Nurul Musthofa dalam dukungan islami remaja di Kecamatan Batu Ampar. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah khodimul majelis dan remaja majelis.  Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian adalah Peran Majelis Ta’lim Nurul Musthofa mampu memberi semangat islami remaja dengan membentuk remaja yang beriman, berakhlak dan bertakwa, menambah pengalaman dan dan ilmu pengetahuan, meningkatkan semangat ibadah. Peran majelis ta’lim ini didukung latar belakang khodimul majelis, dorongan dan semangat dari orang tua, pengaruh dari teman dan lingkungannya, program kegiatan majelis ta’lim dan dorongan dari diri sendiri.
PRINSIP-PRINSIP DALAM PENILAIAN DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN PAI SERTA KURIKULUM SAAT INI Noor Syifa Azkia Rahmah; Latifah Latifah; Nor Laila; Yahya MOF; Najminnur Hasanatun Nida
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.803

Abstract

Penilaian merupakan komponen penting dalam pembelajaran, terkhusus pada Pendidikan Agama Islam (PAI). Pembelajaran PAI tidak hanya bertujuan transfer ilmu, akan tetapi meliputi transfer nilai dan pembinaan akhlak sehingga diperlukan penilaian atau evaluasi yang fleksibel, otentik, dan berkelanjutan agar sesuai dengan tuntutan pembelajaran pada generasi sekarang. Penilaian tidak hanya mengukur ketercapaian akademik saja, melainkan juga menilai perkembangan sikap, karakter, dan keterampilan peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji prinsip-prinsip penilaian dan relevansinya dengan pembelajaran PAI di kurikulum saat ini. Penelitian menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur, seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dan hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan evaluasi pendidikan dan pembelajaran PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip dalam penilaian meliputi, objektivitas, kontinuitas (keberlanjutan), dan komprehensif. Adapun prinsip-prinsip tersebut masih sangat relevan dengan kurikulum saat ini meliputi, prinsip keseluruhan (al-kamal/al-amam), prinsip kesinambungan (istimrar), dan prinsip objektivitas (maudhu’iyyah). Semua prinsip tersebut harus diterapkan dalam evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam agar mampu mencerminkan hasil evaluasi yang akurat, terpercaya, adil dan akuntabel. Selain itu, penilaian dalam PAI perlu mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara seimbang agar mampu menggambarkan perkembangan peserta didik secara menyeluruh. Meskipun dalam realitasnya penilaian masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti subjektivitas guru, tekanan dari orang tua dan lingkungan sekolah, serta kecenderungan berorientasi pada capaian nilai semata. Oleh karena itu, diperlukan komitmen pendidik untuk menerapkan prinsip-prinsip penilaian secara konsisten, profesional, dan berintegritas. Agar pembelajaran PAI dapat memperkuat karakter religius, akhlak mulia, dan kompetensi peserta didik sesuai tuntutan pendidikan masa kini.