Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KINERJA KARYAWAN DITINJAU DARI GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL Palgunanto, Yusuf; Suparno, Suparno; Dwityanto, Achmad
Indigenous Vol. 12, No.1, Mei 2010
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan transformasional dengan kinerja karyawan. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan positif antara gaya kepemimpinan transformasional dengan kinerja karyawan. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan wiraniaga PT. AJB Bumiputera 1912 cabang Salatiga yang berjumlah 43 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah studi populasi, yaitu subjek yang digunakan dalam penelitian diambil keseluruhan dari jumlah populasi. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala gaya kepemimpinan transformasional dan data dokumentasi kinerja karyawan. Berdasarkan hasil analisis korelasi product moment diperoleh nilai korelasi (r) 0.463 dengan p < 0.01 artinya ada hubungan positif yang sangat signifi kan antara gaya kepemimpinan transformasional dengan kinerja. Semakin tinggi gaya kepemimpinan transformasional maka semakin tinggi kinerja. Peranan atau sumbangan efektif gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja sebesar 21.4% yang ditunjukkan oleh nilai koefi sien determinan (r2) sebesar 0.214. Hal ini berarti masih terdapat 78.6% faktor-faktor lain yang mempengaruhi kinerja di luar variabel gaya kepemimpinan transformasional.
KINERJA KARYAWAN DITINJAU DARI GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL Palgunanto, Yusuf; Suparno, Suparno; Dwityanto, Achmad
Indigenous Vol. 12, No.1, Mei 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v12i1.1608

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan transformasional dengan kinerja karyawan. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan positif antara gaya kepemimpinan transformasional dengan kinerja karyawan. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan wiraniaga PT. AJB Bumiputera 1912 cabang Salatiga yang berjumlah 43 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah studi populasi, yaitu subjek yang digunakan dalam penelitian diambil keseluruhan dari jumlah populasi. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala gaya kepemimpinan transformasional dan data dokumentasi kinerja karyawan. Berdasarkan hasil analisis korelasi product moment diperoleh nilai korelasi (r) 0.463 dengan p < 0.01 artinya ada hubungan positif yang sangat signi? kan antara gaya kepemimpinan transformasional dengan kinerja. Semakin tinggi gaya kepemimpinan transformasional maka semakin tinggi kinerja. Peranan atau sumbangan efektif gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja sebesar 21.4% yang ditunjukkan oleh nilai koe? sien determinan (r2) sebesar 0.214. Hal ini berarti masih terdapat 78.6% faktor-faktor lain yang mempengaruhi kinerja di luar variabel gaya kepemimpinan transformasional.
KINERJA KARYAWAN DITINJAU DARI GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL Yusuf Palgunanto; Suparno Suparno; Achmad Dwityanto
Indigenous Vol. 12, No.1, Mei 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v12i1.1608

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan transformasional dengan kinerja karyawan. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan positif antara gaya kepemimpinan transformasional dengan kinerja karyawan. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan wiraniaga PT. AJB Bumiputera 1912 cabang Salatiga yang berjumlah 43 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah studi populasi, yaitu subjek yang digunakan dalam penelitian diambil keseluruhan dari jumlah populasi. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala gaya kepemimpinan transformasional dan data dokumentasi kinerja karyawan. Berdasarkan hasil analisis korelasi product moment diperoleh nilai korelasi (r) 0.463 dengan p 0.01 artinya ada hubungan positif yang sangat signifi kan antara gaya kepemimpinan transformasional dengan kinerja. Semakin tinggi gaya kepemimpinan transformasional maka semakin tinggi kinerja. Peranan atau sumbangan efektif gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja sebesar 21.4% yang ditunjukkan oleh nilai koefi sien determinan (r2) sebesar 0.214. Hal ini berarti masih terdapat 78.6% faktor-faktor lain yang mempengaruhi kinerja di luar variabel gaya kepemimpinan transformasional.
Optimalisasi Kompetensi Individu di Era Pandemi melalui Edukasi Daring: Competence Optimalization in the Pandemic Era through Online Education Gita Aulia Nurani; Susatyo Yuwono; Rizqi Zulfa Qatrunnada; Achmad Dwityanto Oktaviansyah; Nureyzwan Sabani; Darajatun Surya Admaja; Galang Setyo Pambudi
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2023): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v8i3.4404

Abstract

The pandemic situation and digital acceleration have altered ideas on the significance of competence. Various offline restrictions that occur can be utilized to maximize previously acquired competencies. Individuals are responsible for their competency development and must take the initiative to use it. However, this does not preclude the potential that this may occur in response to commands from superiors. This community service aims to provide education on how to maximize competency and the types of activities that may be conducted via the online platform Zoom. A total of 97 workers or employees from various fields participated in the activity. The effectiveness of the activity can be determined by evaluating the activity's participants. According to the evaluation results, 88.2% of the participants thought there was greater insight regarding relevant competencies. The following recommendation for education providers is to investigate offline implementation if situations permit overcoming the restrictions of resource-participant contact.
Perbandingan Efektivitas Metode Penyuluhan Langsung dan Pemberian Leaflet terhadap Peningkatan Pengetahuan tentang Narkoba pada Remaja Achmad Dwityanto Oktaviansyah; Muhammad Luthfi Prasetyo; Nurul Mutmainah
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v9i1.1263

Abstract

Background: Drug abuse among adolescents is a serious public health problem. Health communication strategies such as direct counseling and leaflet distribution are commonly used, yet their comparative effectiveness remains underexplored. Objective: To compare the effectiveness of direct counseling versus leaflet distribution in improving adolescents’ knowledge about drug abuse. Methods: This experimental study used a two-group pre-test post-test design involving 62 adolescents at Mandhanisiwi Orphanage, Purbalingga. Group I (n=31) received direct interactive counseling (100 minutes), while Group II (n=31) received leaflets (100 minutes self-study). Knowledge was measured using a validated 20-item true-false questionnaire. Data were analyzed using Wilcoxon and Mann-Whitney tests. Results: Both groups showed significant knowledge improvement after intervention (p=0.000 for Group I; p=0.001 for Group II). The mean post-test score of Group I (80.81±7.86) was significantly higher than that of Group II (74.35±10.78) with p=0.022 (Mann-Whitney). Conclusion: Direct counseling is more effective than leaflet distribution in improving adolescents’ knowledge about drug abuse prevention. This method is recommended as the primary educational strategy in school- or community-based drug prevention programs.