Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Ekuitas Merek dan Keunggulan Bersaing Sebagai Mediator Antara Citra Merek, Kepercayaan Merek dan Persepsi Kualitas Terhadap Kinerja Perusahaan Arief Budiman; Erna Ferrinadewi; Yulius Kurniawan
Journal of Economics and Business UBS Vol. 12 No. 1 (2023): Regular Issue
Publisher : UniSadhuGuna Business School

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52644/joeb.v12i1.147

Abstract

Kinerja perusahaan tidak saja berorientasi dari perspektif finansial, di era dimana konsumen semakin bernilai dalam persaingan pasar sangat penting untuk melihat dan mengukuir kinerja peruahaan dari segi non finansial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Ekuitas Merek dan Keunggulan Bersaing sebagai mediator dalam kinerja perusahaan. Kedua variabel ini telah banyak diteliti sebagai variabel yang mempengaruhi kinerja perusahan, namun belum banyak ditemukan informasi secara empiris bagaimana peran keduanya sebagai mediator dalam model kinerja perusahaan. Melibatkan 103 data primer sepatu olah raga Nike, data dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisa dengan metode PLS Smart untuk menguji peran mediator variabel Ekuitas Merek dan Keunggulan bersaing dalam model penelitian kinerja perusahaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Ekuitas Merek terbukti signifikan berperan sebagai mediator untuk Citra Merek dan Kepercayaan Merek terhadap Kinerja Perusahaan, namun tidak signifikan berperan sebagai mediator untuk persepsi kualitas. Sedangkan Keunggulan Bersaing terbukti signifikan berperan sebagai mediator hanya untuk Kepercayaan Merek saja sedangkan untuk Citra Merek dan Persepsi Kualitas tidak terbukti signifikan. Dalam perkembangan selanjutnya, sangat disarankan agar diteliti juga peran Keunggulan Bersaing sebagai mediator bagi Ekuitas Merek terhadap Kineraja perusahaan.
Apakah Kepemimpinan Perempuan Meingkatkan Kinerja Perusahaan? Bukti Empiris dari Indonesia Rohmat Mahfuddin; Arief Budiman; Muis Murtadho
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11363

Abstract

Meningkatnya perhatian terhadap praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) telah mendorong keberagaman gender pada dewan direksi menjadi salah satu mekanisme penting dalam memperkuat tata kelola dan meningkatkan kinerja perusahaan. Namun, sebagian besar penelitian terdahulu mengasumsikan bahwa direktur perempuan memberikan pengaruh yang seragam terhadap seluruh dimensi profitabilitas serta belum mempertimbangkan kondisi perusahaan yang memengaruhi efektivitasnya. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh direktur perempuan terhadap kinerja perusahaan menggunakan tiga indikator profitabilitas, yaitu Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), dan Return on Invested Capital (ROIC), pada 549 observasi perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019–2024. Analisis dilakukan menggunakan metode Ordinary Least Squares (OLS) dengan year fixed effects dan industry fixed effects. Hasil penelitian menunjukkan bahwa direktur perempuan berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA dan ROE, tetapi tidak berpengaruh terhadap ROIC. Hasil tersebut konsisten pada seluruh pengukuran alternatif direktur perempuan. Analisis tambahan juga menunjukkan bahwa pengaruh positif direktur perempuan lebih kuat pada perusahaan yang memperoleh laba dibandingkan perusahaan yang mengalami kerugian, sehingga kondisi profitabilitas perusahaan merupakan boundary condition yang penting dalam hubungan antara direktur perempuan dan kinerja perusahaan. Penelitian ini berkontribusi pada literatur corporate governance dengan menunjukkan bahwa manfaat direktur perempuan bersifat multidimensional dan bergantung pada kondisi ekonomi perusahaan. Temuan ini memberikan implikasi bagi perusahaan, investor, dan regulator dalam mendorong keberagaman dewan sebagai bagian dari penguatan tata kelola perusahaan.