Edalmen
Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Tarumanagara Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SOSIALIASI “WATER AWARENESS” USAHA LAUNDRY BOY DI BEJI TIMUR, DEPOK Edalmen; Kartika Nuringsih
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i3.22688

Abstract

Along with the development of the entrepreneurial sector, including the laundry business and environmental changes, it demands awareness of environmental sustainability among business actors. Knowledge of this aspect is still relatively new so that the understanding of business actors is still limited. Based on this consideration, a socialization activity was initiated regarding awareness of water management with Laundry Boy's business partners in the Beji Timur Village, Depok. This business is still new so there are still many limitations including those related to this information. The laundry business has a lot to do with the use of clean water and disposal of used laundry water directly into ditches or rivers, so it needs to be supported by an awareness of keeping clean water. There are five indicators used for outreach including: trust in water supply, knowledge of water quality, quality of water obtained, knowledge of water pollution, and awareness of water sustainability. The approach is carried out by way of outreach, evaluation and reminding of the impact on business continuity. This activity is the pilot for a clean water-saving behavior campaign for micro and small businesses. Through this socialization, it is hoped that business actors can understand and disseminate it to consumers so that the responsibilities of business actors and consumers are formed in protecting the environment. The formation of this awareness as added value to consumers. It is possible to carry out further activities for other business groups that use a lot of clean water, for example car washing or motorbike washing. In addition, educational activities can be carried out for children through schools. With the formation of awareness of environmental sustainability among entrepreneurs as a form of contribution in carrying out sustainable development ABSTRAK: Seiring dengan perkembangan sektor kewirausahaan diantaranya usaha laundry serta terjadi perubahan lingkungan menuntut adanya kesadaran terhadap kelestarian lingkungan di kalangan pelaku usaha. Pengetahuan tentang aspek ini masih relatif baru sehingga pemahaman pelaku usaha masih terbatas. Atas pertimbangan tersebut dirintis kegiatan sosialisasi tentang kesadaran tata kelola air dengan mitra usaha Laundry Boy di Kelurahan Beji Timur Depok. Usaha ini masih baru sehingga masih banyak keterbatasan diantaranya berkaitan dengan informasi tersebut. Usaha laundry banyak berhubungan dengan penggunaan air bersih serta pembuangan air bekas cucian secara langsung ke selokan atau sungai sehingga perlu didukung oleh kesadaran menjaga air bersih. Terdapat lima indikator digunakan untuk sosialisasi meliputi: kepercayaan pada pasokan air, pengetahuan kualitas air, kualitas air yang didapatkan, pengetahuan terhadap pencemaran air, dan kesadaran pada keberlanjutan air. Pendekatan dilakukan dengan cara sosialisasi, dilakukan evaluasi serta mengingatkan dampaknya pada keberlangsungan usaha. Kegiatan ini sebagai rintisan kampanye perilaku hemat air bersih pada usaha mikro dan kecil. Melalui sosialisasi ini diharapkan pelaku usaha dapat memahami serta menyebarluaskan kepada konsumen sehingga terbentuk tanggung jawab pelaku usaha dan konsumen dalam mempertahankan lingkungan hidup. Terbentuknya kesadaran ini sebagai nilai tambah kepada konsumen. Kegiatan selanjutnya memungkinkan dilakukan kepada kelompok usaha lain yang banyak menggunakan air bersih misalnya jasa cuci mobil atau cuci motor. Selain itu dapat dilakukan kegiatan edukasi kepada anak-anak melalui sekolah. Dengan terbentuknya kesadaran terhadap kelestarian lingkungan di kalangan wirausaha sebagai bentuk kontribusi dalam menjalankan pembangunan berkelanjutan