Aslani Threestiana Sari
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KADAR GLUKOSA DARAH SEBAGAI DETERMINAN TATALAKSANA PENDERITA TUBERKULOSIS DENGAN KOMORBID DIABETES MELLITUS TIPE -2 Aslani Threestiana Sari; Azizah Siantya; Siti Maisyaroh Bakti Pertiwi
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 1 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i1.1685

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Jumlah kasus TBC di Indonesia berdasarkan  data dari WHO Global TBC Report 2020 tahun 2019 diperkirakan sebesar 845.000 kasus dengan insidensi 312 per 100.000 penduduk. Terkait jumlah kasus tuberkulosis di dunia, Indonesia mendapatkan urutan kedua setelah India. Salah satu faktor risiko sakit tuberkulosis adalah penyakit diabetes mellitus (DM). Tuberkulosis dengan faktor komorbid DM menjadi beban penyakit terbesar ketiga di Indonesia. Tatalaksana TBC dengan komorbid DM dapat dipengaruhi oleh kadar glukosa darah yang tidak terkontrol.Tujuan dilalukan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kadar glukosa darah melalui penilaian kadar HbA1c dengan keberhasilan pengobatan penderita TB yang memiliki komorbid DM Tipe 2. Metode penelitian menggunakan analitik observasional dengan desain cross-sectional melalui pendekatan retrospektif. Sample penelitian berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan sebanyak 25 responden. Berdasakan hasil uji statistik menggunakan aplikasi IBM SPSS 25 menggunakan uji Chi Square didapatkan nilai P = 0,012 dengan nilai Ratio Prevalence 3,958, sehingga  dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara nilai HbA1c terhadap keberhasilan pengobatan Penderita TB dengan komorbid DM tipe-2, tingkat risiko ketidakberhasilan antituberculosis pasien dalam kondisi HbA1c tidak normal 3 kali lebih besar dibandingkan pasien dalam kondisi HbA1c normal. Perlunya monitoring yang baik pada kadar gula darah sehingga terjadinya ketidakberhasilan antituberculosis pada pasien DM tipe-2 dengan TB paru menjadi rendah.