Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Potensi Rumput Lapangdilahan Reklamasi Pasca TambangSebagai SumberHijauanPakanTernak Dwi Sinyin Andini; Taufan Purwokusumaning Daru; Apdila Safitri; Fikri Ardhani
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpltrop.v2i2.3686

Abstract

Untuk mengetahui produksi hijauan, kapasitas tampung dan kandungan logam berat Pb, Cd, Cu, Zn di lahan reklamasi pasca tambang PT. Equalindo Makmur Alam Sejahtera. Pengumpulan data rumput lapang dilakukan dengan kuadran secara acak teratur sebanyak 16 cuplikan dengan luas lahan 50m x 50m. Rumput lapang yang di peroleh di hitung berat segar dan keringnya. Analisis logam berat dianalisis dengan menggunakan Anatomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Hasil Penelitian menunjukan bahwa produksi rumput lapang sebanyak  73445,29 kg ha-1 sehingga dapat menampung sebanyak 0,52 ST ha-1 tahun-1. Kandungan Logam berat pada tanah dan tanaman pakan relatif aman karena berada di bawah ambang batas toleransi yang di perbolehkan untuk dikonsumsi. Produksi rumput lapangan relatif rendah yang berpengaruh terhadap kapasitas tampung sebanyak 0,52 ST ha-1 tahun-1. Kandungan logam berat yang berada di tanah dan tanaman di PT. Equalindo Makmur Alam Sejahtera aman karena kandunganya di bawah toleransi maksimal. Kata kunci : Lahan pasca tambang, Logam berat, Rumput lapang
Beef Cattle Farming Area Planning Based on LQ and GIS Analysis in West Kutai Regency Dede Aprylasari; Apdila Safitri; Yoga Toyibulah
Mikroba : Jurnal Ilmu Tanaman, Sains Dan Teknologi Pertanian Vol. 2 No. 3 (2025): Desember : Mikroba : Jurnal Ilmu Tanaman, Sains Dan Teknologi Pertanian
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/mikroba.v2i3.521

Abstract

Beef cattle are a strategic commodity in supporting animal food security and strengthening the regional economy.West Kutai Regency has significant potential for beef cattle development, but is not yet supported by targeted, data-driven livestock planning. This study aims to identify base and non-base areas for beef cattle and map priority zoning for beef cattle center development through the integration of Location Quotient (LQ) and Geographic Information Sistem (GIS) analysis. The study was conducted from April to October 2025 using primary data from field observations and secondary data from relevant agencies. LQ analysis was employed to assess the level of specialization within the beef cattle population at the sub-district level, while GIS spatial analysis was utilized to integrate the LQ results with information on land use and regional accessibility networks. The results showed that of the 16 sub-districts, five are base areas (LQ > 1): Long Iram, Sekolaq Darat, Linggang Bigung, Nyuatan, and Penyinggahan, with Long Iram having the highest LQ value (2.79). The integration of LQ results and spatial modeling resulted in a priority zoning map that highlighted the primary concentration of beef cattle development in areas with high livestock populations, adequate accessibility, and available cultivation space. This study emphasizes the significance of quantitative and spatial approaches in livestock spatial planning, thereby supporting the development of sustainable beef cattle centers in West Kutai Regency.