Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Abnormalitas Morfologi Spermatozoa Ayam Nunukan Asal Ejakulat Fikri Ardhani; Julinda R Manullang; Bryta Mbincar Boangmanalu
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VII Nomor 1 Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v7i1.188

Abstract

Ayam nunukan merupakan plasma nutfah Indonesia yang berkembang di wilayah Kalimantan terutama bagian Utara dan Timur. Tingginya persentase abnormalitas morfologi spermatozoa akan menurunkan nilai fertilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi abnormalitas bentuk dan akan dikembangkan bahan identifikasi abnormalitas melalui pengecatan menggunakan kombinasi eosin nigrosin. Sepuluh ekor ayam nunukan jantan diatas satu tahun dengan bobot 2-2,5 kg dikoleksi semennya dengan metode massage atau pengurutan bagian punggung (dorsal) ayam jantan. Pembuatan preparat ulas dilakukan dengan menggunakan larutan kombinasi eosin nigrosin. Persentase abnormalitas spermatozoa dihitung dan identifikasi bentuk abnormalitas diamati dengan menggunakan mikroskop. Persentase abnormalitas spermatozoa ayam nunukan sebesar 13,01±2,16%; abnormalitas umumnya didominasi pada bagian ekor 8,52±1,89%. Bentuk abnormalitas bagian kepala didominasi oleh kepala tanpa ekor, kepala melingkar, dan kepala membengkak. Bentuk abnormalitas bagian tengah didominasi oleh bagian tengah melipat, melingkar dan patah. Bentuk abnormalitas bagian ekor didominasi oleh bagian ekor melingkar, membengkok, dan patah. Penggunaan pengecatan eosin nigrosin efektif untuk pengamatan evaluasi morfologi spermatozoa ayam nunukan karena berdasar pada pengamatan mikroskopis menghasilkan kontras antara sel dan background yang baik.
Karakteristik Morfologik dan Morfometrik Spermatozoa Ayam Nunukan Fikri Ardhani
Jurnal Peternakan Vol 15, No 2 (2018): September 2018
Publisher : State Islamic University of Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jupet.v15i2.4368

Abstract

The fertility of a rooster is not only influenced by motility, viability and DNA integrity of the spermatozoa but also by the morphological integrity of the spermatozoa. The objective of the study was to determine the morphological and morphometric description of spermatozoa in Nunukan rooster, one of Indonesian germplasm. Rooster’s semen was collected with dorso-abdominal massage method. The semen was stained with a combination of Eosin and Nigrosin prior to the observation of the morphologic and morphometric parameters. A microscope with 100 times magnification, as many as 100 spermatozoa, was used to evaluate the morphologic aspects. Hereafter, the morphometric aspects were analyzed using the Raster Image program to identify the head dimension, the head length and width, the mid-piece length, the tail length, and the ratio of the head and tail. The spermatozoa of Nunukan rooster showed the average total length of 86.724±12.496 μm. Furthermore, the head length, the mid-piece length and the tail length are 12.766±2.307 μm, 4.220±1.127 μm, and 75.738 ± 9.061 μm, respectively, while the head width is 1.391±0.244 μm. On the other hand, the ratio of head length and the tail lenght is 1: 5.9. The morphologic normal percentage is 80.50±9.40%. In conclusion, the characteristics of spermatozoa of Nunukan rooster due to the aspects of morphologic, morphometric and morphologic normal percentage are within the range of other types of rooster in many previous studies.
Efektifitas Jahe Merah (Zingiber officinale Var. Rubrum) sebagai Additif Pakan dan Antimikrobia terhadap Pertumbuhan Bakteri Anaerob dan Coliform Secara In Vivo pada Ayam Pedaging J.R. Manullang; F. Ardhani
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 17, No 3 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.17.3.195-199.2015

Abstract

Jahe merah (Zingiber officinale Var. Rubrum) dikenal sebagai bakteriasida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakterial bubuk jahe terhadap pertumbuhan bakteri anaerob dan coliform (Escherichia coli dan Salmonella sp.) secara in vivo pada Broiler. Penelitian ini menggunakan dua puluh empat DOC dengan berat badan 40,7 g. Pemberian bubuk jahe diberikan pada Broiler selama 5 hari dengan  konsentrasi ekstrak jahe merah yaitu, 0,5, 1, dan 1,5% per kg pakan. Peubah yang diamati adalah berat badan, asupan pakan dan koloni bakteri. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh ekstrak jahe merah pada total koloni bakteri yang cenderung menurun dengan semakin tinggi konsentrasi ekstrak jahe merah, semakin tinggi efek hambatan pertumbuhan bakteri. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak jahe merah memiliki sejumlah aktivitas antibakteri untuk pertumbuhan bakteri anaerob dan coliform (E. coli dan Salmonella sp.).
Deteksi Protein Spesifik untuk Membedakan Daging Babi dengan Berbagai Macam Daging Spesies Lain Fikri Ardhani; Sigit Eko Prabowo; Afifah Nurul Hidayati; Siti Isrina Oktavia Salasia
Buletin Peternakan Vol 31, No 1 (2007): Buletin Peternakan Vol. 31 (1) Februari 2007
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v31i1.1216

Abstract

File lengkap ada dalam bentuk PDF dibawah ini
The Effect of Traditional Transportation Using Cool Box on Quality of Fresh Milk and Frozen Milk from Peternakan Sapi Terpadu Sangatta to Samarinda East Kalimantan Arif Ismanto; Fikri Ardhani; Marhamah Marhamah
Buletin Peternakan Vol 42, No 3 (2018): BULETIN PETERNAKAN VOL. 42 (3) AUGUST 2018
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v42i3.31559

Abstract

This study was aimed to determine the quality of milk before and after through the transportation process as far as ± 180 km for ± 4 hours from Peternakan Sapi Terpadu, North Sangata to Samarinda. This research used 2 treatments: frozen and fresh milk. Preliminary tests carried out before the transport process, while the final tests carried out after transportation including parameters of chemical composition, physical quality and organoleptic quality. Data were analyzed by statistic t-test. The results showed that the physical, chemical and organoleptic attributes (except viscosity) of frozen and fresh milk were not significantly different before and after transportation. The viscosity of frozen milk before and after transportation were 1.0212 and 1.0277 g/cm3 respectively, while on fresh milk were 1.0265 and 1.0272 g/cm3, respectively. The freezing point of milk before and after transportation was -0.445 to -0.527ºC for frozen milk and -0.480 ºC to 0.490ºC for fresh milk. Protein content before and after transportation was 2.52% to2.78% for frozen milk and from 2.78 % to 2.87% for fresh milk. The fat content before and after transportation was 6.78% to 5.04% for frozen milk and from 3.73% to 4.04% for fresh milk. The lactose content before and after transportation that is from 13.66% become 13.21% for frozen milk and 11.33% to 11.88% for fresh milk. The total solid content before and after transportation was 13.66 % and 13.21% for frozen milk and 11.33% to 11.88% for fresh milk. The SNF content before and after transportation was 6.88 % to 8.17 % for frozen milk and from 7.60% to 7.84% for fresh milk. It can be concluded that traditional transportation of milk from Peternakan Sapi Terpadu to Samarinda did not affect the organoleptic, physical, and chemical except viscosity of milk.
Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) Leaves Extract as Flies Repellent and Its Effect on Organoleptic Qualities of Chicken Meat Arif Ismanto; Hosni Mubarok; Fikri Ardhani
Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak (JITEK) Vol. 15 No. 2 (2020)
Publisher : Faculty of Animal Science Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.456 KB) | DOI: 10.21776/ub.jitek.2020.015.02.2

Abstract

The research aims to determine the effectiveness of pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) leaves extract (PWLE) as flies repellent and understand its effect on the organoleptic qualities of chicken meat. The study was conducted in a completely randomized design with PWLE concentrations (0, 5, 10, 15, and 20%) as research treatments and replicated for four times. The flies repelling data were analyzed by using ANOVA and followed with Least Significance Different (LSD) test. Moreover, the organoleptic test results were analyzed by using Kruskal Wallis test. The results showed that the immersion of chicken meat in PWLE was effective to reduce the number of flies contamination with a repellent level of 0%; 8.25%; 36.5%; 53% and 59%, on the PWLE addition at 0, 5, 10, 15 and 20%, respectively. The results of the organoleptic test showed that the PWLE affected the preference of panelists on color, aroma, and texture parameters.
Efek Lama Penyimpanan Semen Beku Sapi Bali pada Pos Inseminasi Buatan terhadap Membran Plasma, Tudung Akrosom Utuh, dan DNA Spermatozoa Fikri Ardhani; Hayatul Mufidah; Rahmah Samsuriati; Hilman Pratama Putra
Jurnal Ilmu Peternakan Terapan Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Ilmu Peternakan Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of frozen storage time for Bali Bull in artificial insemination station in Samarinda City, East Kalimantan on the quality of motility, viability, velocity, abnormality, plasma membrane integrity (MIn), acrosome integrity (AIn), and DNA damage of spermatozoa. The study design used a completely randomized design (CRD) with 5 treatments (storage time) and 5 replications. Frozen semen of Bali Bull used in 2009 (10 years of storage), 2011 (7 years of storage), 2013 (5 years of storage), 2015 (3 years of storage), and 2017 (1 year of storage). The storage time of frozen semen stored for one to ten years in liquid nitrogen at the artificial insemination station in Kota Samarinda, East Kalimantan was still suitable for use in artificial insemination based on motility quality (44.99±2.40%), viability (55.33±2,60%), velocity (0.050±0.002 mm/sec), abnormality (12.87±1.09%), plasma membrane integrity (58.83 ± 1.86%), acrosome integrity (75.48 ± 1 , 61%), and DNA damage of spermatozoa (1.60 ± 0.21%).
Uji Daya Hambat BakteriStaphylococcus Aureus Menggunakan Ekstrak Daun Tahongai (Kleinhovia hospitaL.) Tiara Magvirah; Marwati Marwati; Fikri Ardhani
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpltrop.v2i2.3687

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui daya hambat bakteri Staphylococcus aureus oleh ekstrak tanaman daun tahongai (Kleinhovia hospita L. Rancangan Acak Lengkap digunakan pada penelitian ini dengan ulangan sebanyak lima kali. Perlakuan dalam penelitian adalah p0 Aquades (kontrol negatif), p1 konsentrasi 1 g/L, p2 konsentrasi 3 g/L, p3 konsentrasi 10 g/L, p4 konsentrasi 30 g/L, p5 konsentrasi 100 g/L dan antibiotik Kloramfenikol 10 g/L (kontrol positif). Data dianalisis menggunakan sAnova dan dilanjutkan dengan uji lanjut beda nyata terkecil (BNT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pada konsentrasi ekstrak daun tahongai (Kleinhovia hospita L.) memberikan pengaruh nyata (P < 0,05) terhadap daya hambat bakteri Staphylococcus aureus pada p3 konsentrasi 10 g/L, p4 konsentrasi 30 g/L, p5 konsentrasi 100 g/L dan p6 antibiotik Kloramfenikol 10 g/L tetapi berbeda tidak nyata terhadap p0 Aquades (kontrol negatif), p1 konsentrasi 1 g/L  dan p2 konsentrasi 3 g/L. Ekstrak pada tanaman daun tahongai (Kleinhovia hospita L.) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus pada taraf dosis yang optimal dengan konsentrasi p5 100 g/L diameter zona hambat yang diperoleh adalah 13,048±3,860 mm akan tetapi tidak efektif jika dibandingkan antibiotik Kloramfenikol 10 g/L dengan diameter zona hambat 22,199± 2,251 mm. 
Pengujian Kualitas Susu Segar dengan Perbedaan Perlakuan Pemerahan Melalui Evaluasi Jumlah Mikroba dan Derajat Keasaman (pH) Lilis Mulyati; Fikri Ardhani; Roosena Yusuf
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpltrop.v1i1.2440

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan pemerahan terhadap jumlah mikroba dan derajat keasaman (pH) pada susu segar. Penelitian terdiri dari dua faktor perlakuan pemerahan yaitu prosedur pemerahan konvensional dan faktor pemerahan inovatif. Pengujian setiap sampel dilakukan dua kali, dengan selang waktu tiga jam setelah pengujian pertama dengan menempatkan sampel pada suhu ruangan (27,5 oC), setiap sampel dihitung jumlah total bakterinya menggunakan uji TPC (Total Plate Count) dan dianalisis menggunakan uji T. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa rata-rata TPC menunjukan tidak berbeda nyata (P>0,05) pada prosedur pemerahan konvensional yaitu waktu 0 jam (1,80 ± 0,17) x 10⁶ CFU mL-1 dan waktu 3 jam  (2,6 ± 0,09) x 10⁶ CFU mL-1 pada prosedur pemerahan inovatif waktu 0 jam (1,5 ± 0,15) x 10⁶ CFU mL-1 dan waktu 3 jam (1,8 ± 0,17) x 10⁶ CFU mL-1 dan pH susu segar menunjukkan bahwa tidak berbeda nyata (P>0,05) pula pada prosedur pemerahan konvensional yaitu waktu 0 jam 6,6 ± 0,0 dan waktu 3 jam 6,6 ± 0,0. Pada prosedur pemerahan inovatif waktu 0 jam 6,67 ± 0,12 dan waktu 3 jam 6,70 ± 0,10. Dapat disimpulkan bahwa prosedur pemerahan inovatif  dapat menekan pertumbuhan bakteri pada susu saat proses pemerahan, namun total jumlah bakteri di Peternakan Sapi Terpadu masih melebihi batasan SNI yaitu 1 x 106 CFU mL-1
Potensi Hijauan Pakan Pada Perkebunan Kelapa Sawit Milik Rakyat Di Kecamatan Samarida Utara, Kota Samarinda Kalimantan Timur Rika Asriana; Taufan Purwokusumaning Daru; Fikri Ardhani
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpltrop.v4i1.5513

Abstract

Hijauan merupakan sumber pakan utama untuk ternak ruminansia untuk memenuhi kebutuhan sumber protein hewani akan sangat sulit dicapai jika ketersediaan hijauan belum mencukupi kebutuhan ternak. Oleh karena itu perlu adanya penambahan sumber pakan hijauan dan salah satunya yang berpotensi adalah lahan perkebunan kelapa sawit. Dengan menggunakan hijauan sebagai pakan ternak di perkebunan kelapa sawit, selain dapat menekan biaya pakan bagi peternak, juga dapat menekan biaya pengendalian hijauan yang merugikan.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis hijauan, produksi hijauan dan kapasitas tamping pada umur pertanaman sawit yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan September 2020 yang berlokasi di lahan perkebunan kelapa sawit milik rakyat kecamatan Samarinda Utara. Penelitian ini merupakan penelitian deksriptif. Hasil penelitian menunjukkan hijauan yang terdapat pada perkebunan kelapa sawit milik rakyat di kecamatan Samarinda Utara kota Samarinda berjumlah 29 jenis dan 11 famili dengan jenis yang mendominasi adalah tanaman Poaceae. Hijauan pakan ternak yang bersumber dari perkebunan kelapa sawit umur 6 tahun memiliki berat kering = 1.165.4 kg1 dan umur 15 tahun memiliki berat kering 2.903.7 kg1. Kapasitas tampung pada umur 6 tahun 0,71 ST ha-1 dan umur tanaman 15 tahun adalah 0,76 ST ha-1. Kata kunci: Hijauan, produksi berat kering, Kapasitas Tampung,