Jalan raya merupakan prasarana penting sebagai akses transportasi bagi masyarakat di Indonesia. Di Indonesia perkerasan jalan yang sering diterapkan adalah perkerasan lentur berupa lapis aspal beton termasuk lapisan AC-WC. Dalam pembuatannya, digunakan bahan berupa aspal, agregat halus dan kasar serta filler. Namun, filler yang sering digunakan seperti semen memiliki harga yang relatif mahal untuk itu diperlukan alternatif bahan pengganti yang lebih ekonomis. Daun bambu cenderung dibiarkan berserakan dan mengering oleh masyarakat padahal memiliki manfaat apabila dijadikan abu. Abu daun bambu memiliki kandungan Silika (SiO2) yang bersifat reaktif sehingga bereaksi menjadi material kaku dan keras. Dalam penelitian ini dilakukan penambahan abu daun bambu sebagai filler pada campuran AC-WC menggunakan metode Marshall pada Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan kadar aspal optimum sebesar 7% dan menggunakan persentase filler abu daun bambu 0%, 2%, 4% dan 6%. Dari hasil Marshall Test dengan penambahan filler abu daun bambu diperoleh nilai campuran optimum filler abu daun bambu sebesar 2% dengan nilai stabilitas sebesar 1127,83 kg, Marshall Quotient sebesar 267,26 kg/mm, flow sebesar 4,29 mm, VIM sebesar 2,87%, VMA sebesar 17,47%, dan VFA sebesar 83,64%. Hasil pengujian Marshall pada nilai stabilitas, Marshall Quotient, VMA dan VFA telah memenuhi persyaratan namun pada nilai flow dan VIM belum memenuhi persyaratan pada Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2018.