Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AKTIVITAS FISIK, GANGGUAN PERILAKU MAKAN, DAN KUALITAS HIDUP: BENARKAN PANDEMI MENGUBAH KESADARAN HIDUP SEHAT? Dhini Andriani; Shally Novita; Mariusz Lipowski
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i2.14892.2022

Abstract

Situasi pandemi dan PSBB menyebabkan perubahan perilaku terutama gaya hidup seperti aktivitas fisik dan makan secara massif. Riset ini berujuan untuk mengetahui bagaimana perubahan aktivitas fisik dan gangguan perilaku makan sebelum dan saat pandemi, serta bagaimana perubahan tersebut berpengaruh terhadap kualitas hidup, yaitu kesehatan fisik dan kesehatan mental. Sampel terdiri dari 172 responden (usia rata-rata = 23.77; SD = 7.73; 90.70% wanita) yang diperoleh melalui online survei. Alat ukur yang digunakan adalah SF-12 dan Eating Attitude Tes (EAT). Analisis statistik menggunakan t-test dan Structural Equation Model (SEM). Hasil menunjukkan bahwa kesadaran untuk melakukan aktivitas fisik jauh lebih tinggi pada saat pandemik daripada sebelumnya. Hal ini dapat disebabkan karena meningkatnya kesadaran untuk menjaga kesehatan sehingga tidak mudah tertular COVID-19. Sementara itu, pada saat pandemi terdapat kecenderungan untuk melakukan kontrol makan yang lebih ketat daripada sebelumnya. Menjaga pola makan menjadi lebih ketat membuat individu untuk tetap dapat menjaga berat badannya, berat badan yang tetap terjaga dapat menjaga kesehatan fisik dan kesehatan mental. Analisis SEM menunjukkan bahwa usia, tingkat pendidikan dan gangguan perilaku makan berdampak terhadap kesehatan fisik sedangkan area tempat tinggal dan gangguan makan berdampak signifikan terhadap kesehatan mental selama pandemi. Aktivitas fisik tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan fisik dan kesehatan mental. Pandemi memberi dampak positif dengan membangun gaya hidup yang lebih sehat dengan melakukan aktivitas fisik. Riset lanjutan dibutuhkan untuk dapat mengetahui keberlajutan pola hidup sehat tersebut.
Aktivitas Literasi di Rumah dan Bahasa Reseptif Anak Usia Dini: Tinjauan Gender pada Keluarga di Daerah Pedesaan Karinta Elmira Amalia; Shally Novita; Yuiana Hanami
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i3.1387

Abstract

Literasi rumah berperan penting dalam perkembangan bahasa anak, terutama di wilayah pedesaan dengan akses literasi terbatas. Penelitian ini bertujuan menjelaskan praktik literasi rumah pada keluarga pedesaan serta bagaimana gender memengaruhi perkembangan kosakata reseptif anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan tiga ibu di wilayah pedesaan Jatinangor. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan lima tema utama: rutinitas literasi, akses bahan bacaan, respons anak, perkembangan kosakata sehari-hari, dan dinamika emosional-gender. Anak perempuan cenderung lebih verbal dan responsif, sementara anak laki-laki membutuhkan pendekatan yang lebih fleksibel. Perbedaan ini dipengaruhi karakter individu dan pola asuh berbasis gender. Temuan ini menegaskan pentingnya program literasi rumah yang sensitif gender dan sesuai konteks pedesaan untuk mendukung perkembangan bahasa anak di pedesaan.