Literasi rumah berperan penting dalam perkembangan bahasa anak, terutama di wilayah pedesaan dengan akses literasi terbatas. Penelitian ini bertujuan menjelaskan praktik literasi rumah pada keluarga pedesaan serta bagaimana gender memengaruhi perkembangan kosakata reseptif anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan tiga ibu di wilayah pedesaan Jatinangor. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan lima tema utama: rutinitas literasi, akses bahan bacaan, respons anak, perkembangan kosakata sehari-hari, dan dinamika emosional-gender. Anak perempuan cenderung lebih verbal dan responsif, sementara anak laki-laki membutuhkan pendekatan yang lebih fleksibel. Perbedaan ini dipengaruhi karakter individu dan pola asuh berbasis gender. Temuan ini menegaskan pentingnya program literasi rumah yang sensitif gender dan sesuai konteks pedesaan untuk mendukung perkembangan bahasa anak di pedesaan.
Copyrights © 2025