Telah dilakukan penelitian Pengaruh Model Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) dengan Pendekatan Berbasis Kontekstual dalam Meningkatkan Hasil Belajar dan Keterampilan Berpikir Kritis ditinjau dari Kedisiplinan Siswa SMA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran POGIL dengan pendekatan berbasis kontekstual terhadap hasil belajar dan keterampilan berpikir kritis ditinjau dari kedisiplinan peserta didik. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 52 peserta didik SMAN 5 Konawe Selatan kelas XI MIPA tahun pelajaran 2021/2022. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Pengumpulan data dilakukan dengan tes hasil belajar, tes keterampilan berpikir kritis, dan angket kedisiplinan peserta didik. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji univariat. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata peningkatan (N-gain) hasil belajar antara peserta didik kelas eksperimen dengan peserta didik kelas kontrol berturut-turut sebesar 0,65 dan 0,51; untuk keterampilan berpikir kritis peserta didik adalah 0,40 dan 0,24. Selanjutnya, nilai rata-rata peningkatan (N-gain) hasil belajar antara peserta didik dengan tingkat kedisiplinan sangat kuat, kuat dan cukup berturt-turut sebesar 0,65, 0,56, dan 0,38; untuk keterampilan berpikir kritis peserta didik adalah 0,36, 0,32, dan 0,16. Berdasarkan hasil analisis inferensial memberikan kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran POGIL dengan pendekatan berbasis kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar dan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Peserta didik dengan tingkat kedisiplinan sangat kuat lebih baik dari peserta didik dengan tingkat kedisiplinan kuat dan cukup dalam capaian hasil belajar dan berpikir kritis, serta tidak terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan kedisiplinan peserta didik terhadap nilai rata-rata peningkatan (N-gain) hasil belajar dan keterampilan berpikir kritis peserta didik.