Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN MISKONSEPSI SISWA DAN KETERLAKSANAAN STANDAR PROSES GURU PADA TOPIK KLASIFIKASI MATERI DAN PERUBAHANNYA DI SMPN KOTA RAHA Ferawati Ferawati; Safilu Safilu; Sitti Wirdhana
Jurnal Biofiskim: Pendidikan dan Pembelajaran IPA Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/biofiskim.v4i2.26008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui miskonsepsi siswa, keterlaksanaan standar proses guru, dan hubungan miskonsepsi siswa dan keterlaksanaan standar proses guru pada topik klasifikasi materi dan perubahannya di kelas VII SMPN Kota Raha. Teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah purposive sampling dan sampel penelitian adalah sembilan orang guru IPA dan sembilan kelas siswa kelas VII dengan total 215 siswa dari lima sekolah di SMPN Kota Raha. Jenis penelitian adalah penelitian survey. Miskonsepsi siswa diketahui dengan menggunakan tes two-tier multiple choice, keterlaksanaan standar proses guru menggunakan lembar observasi dan wawancara untuk mengetahui penyebab terjadinya miskonsepsi siswa dan kendala yang dihadapi guru dalam melaksanakan standar proses pada topik klasifikasi materi dan perubahannya. Teknik analisis data dilakukan dengan deskriptif persentase dan uji korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan miskonsepsi siswa pada topik klasifikasi materi dan perubahannya terjadi pada semua kelas. Persentase tertinggi terdapat pada indikator kategori di kelas VII.8 di SMPN 2 Raha yaitu pada subtopik larutan asam dan basa, dan persentase terendah yaitu indikator prinsip di kelas VII.2 di SMPN 3 Raha pada subtopik perubahan fisika. Miskonsepsi siswa terjadi pada setiap indikator, baik dalam hal mengklasifikasi, mengkategori, prinsip dan generalisasi pada topik klasifikasi materi dan perubahannya. Keterlaksanaan standar proses guru pada topik klasifikasi materi dan perubahannya terdiri atas perencanaan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran. Persentase tertinggi pada perencanaan pembelajaran adalah SMPN 2 Raha dan persentase terendah adalah SMPN 5 Raha, sedangkan pada pelaksanaan pembelajaran persentase tertinggi adalah kelas VII.6 SMPN 1 Raha, kelas VII.4 SMPN 2 Raha, dan kelas VII.1 SMPN 4 Raha. Terdapat hubungan yang sangat lemah dan memiliki korelasi negatif (-) yang artinya jika persentase keterlaksanaan standar proses guru IPA rendah maka persentase miskonsepsi siswa akan tinggi pada topik klasifikasi materi dan perubahannya.