Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KUALITAS LAYANAN PETUGAS LAPANGAN KELUARGA BERENCANA DAN KEPUASAN MASYARAKAT PADA KANTOR BALAI PENYULUHAN KELUARGA BERENCANA KECAMATAN BULELENG Putu Linda Sari; Luh Artaningsih; Nyoman Suandana
Widya Amerta Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/wa.v9i2.1213

Abstract

Keberhasilan dari program Keluarga Berencana untuk mengajak Pasangan Usia Subur untuk menggunakan alat/obat kontrasepsi, harus diiringi dengan peningkatan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : (1) Apakah terdapat pengaruh secara parsial kualitas layanan petugas lapangan keluarga berencana yang terdiri dari tangible, empathy, reliability, responsiveness, dan assurance terhadap kepuasan masyarakat pada Kantor Balai Penyuluhan Keluarga Berencana Kecamatan Buleleng? (2) Apakah terdapat pengaruh secara simultan kualitas layanan petugas lapangan keluarga berencana yang terdiri dari tangible, empathy, reliability, responsiveness, dan assurance terhadap kepuasan masyarakat? (3) Variabel kualitas layanan mana yang paling dominan memengaruhi kepuasan masyarakat?. . Pengumpulan data dilakukan dengan cara : observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Teknik analisis yaitu; analisis korelasi berganda, analisis regresi berganda, analisis determinasi, uji t, uji f, dan uji dominan. Hasil analisis regresi linier berganda diperoleh persamaan regresi : Ŷ = 17,800 + 0,125X1 + 0,288X2 + 0,179X3 + 0,249X4 + 0,302X5. Hasil determinasi D = 0,677, artinya 67,70 % fasilitas fisik, perhatian, kehandalan, kesigapan dan kepastian berpengaruh terhadap kepuasan masyarakat (Y), sedangkan yang 32,30 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak ikut diteliti. Hasil uji t menunjukkan ada pengaruh yang signifikan secara parsial fasilitas fisik, perhatian, kehandalan, kesigapan dan kepastian terhadap kepuasan masyarakat. Hasil uji f menunjukkan ada pengaruh yang signifikan secara simultan fasilitas fisik, perhatian, kehandalan, kesigapan dan kepastian terhadap kepuasan masyarakat. Hasil uji dominan menunjukkan variabel kepastian mempunyai pengaruh paling dominan terhadap kepuasan masyarakat. Untuk itu dapat disimpulkan (1) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan secara parsial kualitas layanan petugas lapangan keluarga berencana yang terdiri dari tangible, empathy, reliability, responsiveness, dan assurance terhadap kepuasan masyarakat. (2) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan secara simultan kualitas layanan petugas lapangan keluarga berencana yang terdiri dari tangible, empathy, reliability, responsiveness, dan assurance terhadap kepuasan masyarakat. (3) Variabel kepastian berpengaruh paling dominan terhadap kepuasan masyarakat. Sehingga dapat disarankan : (1) Variabel fasilitas fisik, perhatian, perhatian, kehandalan, kesigapan dan kepastian sudah baik sehingga   perlu   ditingkatkan   lagi   dengan   tidak   membedakan   status   sosial (2) Variabel kepastian perlu ditingkatkan dengan menepati jadwal waktu penyuluhan yang telah ditentukan.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT PADA KANTOR KELURAHAN BANJAR TEGAL KECAMATAN BULELENG Luh Artaningsih; I Gde Made Metera; I Dewa Nyoman Arta Jiwa
Widya Amerta Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/wa.v10i1.1452

Abstract

Pelayanan yang baik memberikan citra yang baik bagi organisasi atau instansi yang bersangkutan. Bila pelayanan yang diberikan dapat melebihi harapan masyarakaat, maka akan menimbulkan perasaan puas bagi masyarakat. Tujuan penelitian : 1) Untuk mengetahui pengaruh antara gaya kepemimpinan terhadap kepuasan masyarakat pada Kantor Kelurahan Banjar Tegal Kecamatan Buleleng. 2) Untuk mengetahui pengaruh antara kualitas pelayanan terhadap kepuasan masyarakat. 3) Untuk mengetahui pengaruh antara gaya kepemimpinan dan kualitas pelayanan secara simultan terhadap kepuasan masyarakat.4) Untuk mengetahui variabel yang lebih dominan memengaruhi kepuasan masyarakat. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 260 kk, sedangkan sampelnya 72 kk. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei penjelasan (expanatory survey method) dengan pendekatan kuantitatif melalui regresi dan korelasi berganda. Berdasarkan hasil Analisis Regresi Linear Berganda diperoleh Nilai konstanta (α) yang diperoleh sebesar 16.988 artinya jika variabel gaya kepemimpinan, dan Kepuasan Masyarakat bernilai 0 maka besarnya tingkat Kepuasan Masyarakat yang terjadi adalah sebesar 16.988. Koefisien regresi X1 = -0.088, artinya jika gaya kepemimpinan naik sebanyak 1 satuan, maka Kepuasan Masyarakat akan turun sebesar 0.088. Koefisien regresi X2 = 0,255 artinya jika kualitas pelayanan meningkat sebanyak 1 satuan maka Kepuasan Masyarakat akan meningkat sebesar 0,255. Berdasarkan hasil Uji Parsial (Uji t) , maka dapat ditetapkan thitung dari masing–masing variable adalah X1 sebesar-0,942 sedangkan X2 sebesar 2,848, ttabel dengan tingkat kesalahan 5% ditetapkan sebesar 1,666. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel gaya kepemimpinan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kepuasan masyarakat karena thitung lebih kecil dari ttabel sedangan variable Kepuasan Masyarakat memiliki pengaruh yang siginifikan karena thitung lebih besar dari ttabel. Berdasarkan Uji Koefisien Determinasi koefisien determinasi yang disesuaikan (R Square) sebesar 0,119 memberi pengertian bahwa variasi yang terjadi pada variabel Y (Kepuasan Masyarakat) adalah sebesar 11.9% ditentukan oleh variabel gaya kepemimpinan dan Kepuasan Masyarakat selebihnya sebesar 88.9% (100% -11.9%) ditentukan oleh faktor lain yang tidak diketahui dan tidak termasuk dalam analisa regresi ini. Dari analisis tersebut diatas menunjukan bahwa gaya kepemimpinan tidak signifikan berpengaruh terhadap Kepuasan masyarakat, sebaliknya Kualitas Pelayananan secara signifikan berpengaruh terhadap Kepuasan Masyarakat.
PAUD SEBAGAI INVESTASI BAGI PRIBADI ANAK, KELUARGA, MAUPUN MASYARAKAT (KAJIAN PERSPEKTIF EKONOMI UNESCO) Luh Artaningsih
Widya Kumara: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyakumara.v3i1.2074

Abstract

PAUD sebagai salah satu lembaga pendidikan memiliki misi untuk membina, menumbuhkan dan mengembangkan potensi serta perkembangan anak secara optimal. Disamping itu, hasil identifikasi UNESCO mengungkap sejumlah alasan pentingnya PAUD, yaitu: (a) alasan pendidikan, (b) alasan ekonomi, (c) alasan sosial, dan (d) alasan hak/hukum. Ditinjau dari alasan ekonomi, PAUD dinilai merupakan investasi yang menguntungkan bagi pribadi anak, keluarga maupun masyarakat. Berdasar pada alasan ekonomi tersebut, maka pada penelitian ini berupaya mengkaji urgensi PAUD dalam perspetif UNESCO dan keunggulan investasi PAUD bagi pribadi anak, keluarga, dan masyarakat. Penelitian ini tergolong penelitian pustaka (library research). Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan mengkaji buku-buku maupun sumber bacaan lain yang relevan dengan objek yang diteliti, yaitu: investasi pendidikan anak usia dini dan hasil identifikasi UNESCO dalam bidang ekonomi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa UNESCO telah mengemukakan hasil identifikasinya terhadap pentingnya penyelengaraan PAUD. Hasil identifikasi tersebut menyatakan bahwa lembaga PAUD merupakan bentuk investasi yang menguntungkan bagi pribadi anak, keluarga dan masyarakat. Ditinjau dari keunggulannya investasi di PAUD dapat membantu memperoleh rangsangan yang tepat bagi tumbuh kembangnya  dan mempengaruhi keberhasilan anak di masa yang akan mendatang, bagi keluarga investasi di PAUD akan mampu membentuk kepribadian anak  yang berkualitas dan mampu berkompetisi di tingkat lokal, regional, maupun global. Begitu juga dengan masyarakat, melalui investasi pada jenjang PAUD anak akan dilatih dan dibina tentang tata cara berinteraksi, etika, moral, dan aturan yang ada di dalam masyarakat. Dengan demikian nantinya anak dapat menjalankan perannya sebagai bagian dari masyarakat.