Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Medical Scope Journal (MSJ)

Analisis Pengembangan Program Kesehatan Jiwa Masyarakat di Puskesmas Tombulu Citra W. Thamrin; Erling D. Kaunang; Gustaaf A. E. Ratag
Medical Scope Journal Vol. 4 No. 2 (2023): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v4i2.44859

Abstract

Abstract: Condition of mental health problems is reflected in its impact including a high enough number of people with mental disorders associated with a high economic burden. This study aimed to analyze the community mental health program at Tombulu Health Center and its obstacles in implementing the program. This was a qualitative and descriptive study. Data were obtained through interviews with informants. The results showed that the mental health program was implemented through a home visit program with health examination, monitoring patient progress, and counseling about family involvement in the treatment. Obstacles experienced in implementing this program included the community's stigma against the patients, therefore, the community and families were less involved in the healing process. Efforts to develop the mental health program included increasing family and community involvement in the treatment process, number of health cadres, and mental health promotions. In conclusion, implementation of the mental health program at Tombulu Health Center in the treatment processs of patients is carried out through home visits, early detection program, and screening to identify mental health problems for the community and health workers. Obstacles include the absence of family support, negative stigma from the community, lack of supporting facilities and infrastructure for the patients, and the hospital location which is quite far away. Keywords: mental health; development of community mental health program   Abstrak: Kondisi masalah kesehatan jiwa tercermin dari dampak yang ditimbulkannya, antara lain angka yang cukup tinggi dari orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) diikuti beban ekonomi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis program kesehatan jiwa masyarakat di Puskesmas Tombulu serta hambatan yang dihadapi dalam  pelaksanaan program tersebut. Jenis penelitian ialah deksriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dengan informan. Hasil penelitian menunjukkan program kesehatan jiwa dilaksanakan melalui program kunjungan rumah (home visit), disertai kegiatan pemeriksaan kesehatan, pemantauan perkembangan pasien serta penyuluhan tentang keterlibatan keluarga dalam proses pengobatan dan penyembuhan ODGJ. Hambatan yang dialami antara lain stigma dari masyarakat terhadap ODGJ sehingga masyarakat dan keluarga kurang terlibat dalam proses penyembuhan ODGJ. Upaya pengembangan program kesehatan jiwa antara lain dengan meningkatkan keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam proses perawatan ODGJ, menambah jumlah kader kesehatan, dan meningkatkan upaya promosi kesehatan jiwa. Simpulan penelitian ini ialah pelaksanaan program kesehatan jiwa di Puskesmas Tombulu dilakukan melalui kegiatan kunjungan rumah (home visit), program deteksi dini, serta skrining untuk mengenali masalah kesehatan jiwa baik bagi masyarakat maupun tenaga kesehatan. Hambatan meliputi tidak adanya dukungan keluarga, stigma negatif dari masyarakat, kurangnya sarana dan prasarana pendukung untuk pasien ODGJ, dan letak rumah sakit yang cukup jauh. Kata kunci: kesehatan jiwa; program pengembangan kesehatan masyarakat
Analisis Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien di Unit Rawat Inap Siloam Hospitals, Manado, Indonesia Citra M. N. Lombongkaehe; Erling D. Kaunang; Herman Karamoy
Medical Scope Journal Vol. 4 No. 2 (2023): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v4i2.44946

Abstract

Abstract: Patient safety is now a top priority for hospitals. This study aimed to analyze patient safety incident reporting at inpatient unit of  Siloam Hospitals Manado. This was a qualitative study using eight informants. The results showed that patient safety incident reporting at the hospital inpatient unit was carried out using the Q-Pulse application. The incident register on the incident report form in the Q-Pulse application was a maximum of 24 hours after the incident occurred or the risk was known. The inhibiting factors or obstacles in patient safety incident reporting was the slow performance of accessing the Q-Pulse application, the busyness of staff or employees with their main duties, and employees who were still afraid to report due to be blamed. Efforts to overcome obstacles in patient safety incident reporting were inter alia refreshing the internet network, adding signal boosters or wifi boosters which will be coordinated with the Siloam Head Office. In addition, Siloam Hospitals Mando planned to migrate from the Q-Pulse application where the function was still the same but used a different platform, namely the website-based Medblaze. In conclusion, patient safety incident reporting at the Siloam Hospitals Manado inpatient unit was carried out using the Q-Pulse application with a maximum of 24 hours after the incident occurred or the risk was known. There were varied inhibiting factors or obstacles in the patient safety incident reporting and several efforts had been done to overcome them. Keywords: patient safety; safety incidents; incident reporting   Abstrak: Keselamatan pasien kini menjadi prioritas utama bagi rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaporan insiden keselamatan pasien di unit rawat inap Siloam Hospitals Manado. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan delapan orang informan. Hasil penelitian mendapatkan bahwa pelaporan insiden keselamatan pasien di unit rawat inap Rumah Sakit menggunakan aplikasi Q-Pulse. Register insiden pada formulir laporan insiden di aplikasi Q-Pulse maksimal 24 jam setelah insiden terjadi atau risiko diketahui. Faktor penghambat atau kendala dalam pelaporan insiden keselamatan pasien di unit rawat inap yaitu performa yang lambat terhadap akses aplikasi Q-Pulse, kesibukan para staf atau karyawan dengan tugas pokoknya dan karyawan yang masih merasa takut melaporkan karena akan disalahkan. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala dalam pelaporan insiden keselamatan pasien di unit rawat inap ialah melakukan refreshment jaringan internet, menambah penguat signal atau penguat wifi yang akan dikoordinasikan bersama Siloam Head Office. Simpulan penelitian ini ialah pelaporan insiden keselamatan pasien di unit rawat inap Siloam Hospitals Manado dilakukan menggunakan aplikasi Q-Pulse maksimal 24 jam setelah insiden terjadi atau risiko diketahui. Terdapat beberapa faktor penghambat atau kendala dalam pelaporan insiden keselamatan pasien di unit rawat inap dan telah dilakukan upaya-upaya untuk mengatasinya Kata kunci: keselamatan pasien; insiden keselamatan; pelaporan insiden