Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Beban Puncak Terhadap Efisiensi Transformator 60 MVA di Gardu Induk 150/20 kV Sanggrahan Nanang Prayogi; Ida Widihastuti; Muhamad Haddin
CYCLOTRON Vol 6 No 1 (2023): CYCLOTRON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cl.v6i1.16585

Abstract

Suplai listrik yang terus meningkat menyebabkan panas dari kumparan transformator sehingga menghasilkan rugi inti dan rugi tembaga. Rugi-rugi daya yang dihasilkan transformator menimbulkan perbedaan daya masukan dan keluaran. Pembebanan yang berlebih berakibat menurunnya efisiensi transormator. Perlunya pembagian pembebanan yang merata dan pemeliharaan transformator agar transformator bekerja maksimal dan memenuhi standar. Selanjutnya dilakukan perhitungan efisiensi pada transformator Gardu Induk 150/20 kV Sanggrahan. Model ditetapkan sebagai sebuah single line diagram. Parameter yang ditentukan meliputi : data tegangan, beban, dan arus transformator. Hasil perhitungan menunjukkan efisiensi pada transformator daya 1 sisi 150 kV dengan beban puncak tertinggi 32,8 MW nilai efisiensi sebesar 99,687 %, beban puncak terendah 21,1 MW nilai efisiensi 99,679 %. Efisiensi pada transformator daya 1 sisi 20 KV  beban puncak tertinggi 33,4 MW nilai efisiensi 99,635 %, beban puncak terendah 20,17 MW nilai efisiensi 99,661 %.Kata kunci: Beban puncak, efisiensi, transformator
Alat Pengusir Hama Tikus Sawah Dengan Tenaga Surya Di Desa Kandangan Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan Azka Adzkiya; Dwi Prasetyo; Bara Kristanto; Ida Widihastuti
Jurnal Igakerta Vol. 2 No. 3 (2025): Jurnal Inovasi Gagasan Abdimas dan Kuliah Kerja Nyata
Publisher : IGAKERTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70234/gzmeze86

Abstract

Hama pada tanaman padi, terutama di lahan sawah Indonesia, menjadi tantangan utama bagi petani karena dapat menyebabkan penurunan hasil panen dan kerugian ekonomi. Salah satu hama utama yang meresahkan adalah tikus sawah (Rattus argentiventer), yang sulit dikendalikan dan berdampak signifikan terhadap produktivitas pertanian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Desa Kandangan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, dengan tujuan memberikan solusi teknologi tepat guna berupa alat pengusir hama tikus berbasis tenaga surya. Alat ini dirancang untuk bekerja dengan memancarkan gelombang ultrasonik guna mengusir tikus, serta memanfaatkan energi matahari sebagai sumber dayanya. Proses pelaksanaan meliputi perancangan alat, perakitan, pengujian fungsional, dan sosialisasi kepada petani setempat. Hasil uji coba menunjukkan bahwa pada frekuensi 30 kHz hingga 40 kHz, tikus mulai menunjukkan respons menghindar dan ketakutan. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu petani mengatasi gangguan hama secara efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan tanpa risiko dari penggunaan racun atau perangkap listrik
ANALISIS PEMECAHAN BEBAN PENYULANG PINUS TERHADAP SUSUT TEKNIS JARINGAN DENGAN SIMULASI ETAP 19.0.1 DI PT PLN (PERSERO) ULP DOLOK SANGGUL Putro, Dimas Sihno; Ida Widihastuti
ELECTRA : Electrical Engineering Articles Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/electra.v6i1.23023

Abstract

Penyulang Pinus adalah penyulang yang melayani pelanggan PT PLN (Persero) ULP Dolok Sanggul memiliki beban 86 A dan panjang penyulang yang terlampau panjang yaitu sebesar ± 420,71 kms dan, maka dari itu dilakukan pemecahan beban penyulang dengan pembangunan SKTM ± 11 kms untuk memperpendek layanan penyulang dan dapat menurunkan susut daya teknis serta perbaikan tegangan ujung Jaringan Tegangan Menengah (JTM), dalam pelaksanaannya dilakukan analisa menggunakan pemodelan di aplikasi ETAP versi 19.0.1 dengan skema sebelum dan sesudah pemecahan beban. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sebelum dilakukan pemecahan beban, susut daya teknis pada Penyulang Pinus sebesar 0,111 MW. Setelah dilakukan pemecahan beban, susut daya teknis menurun menjadi 0,093 MW, sehingga terjadi penurunan sebesar 0,018 MW. dan menghasilkan penghematan energi sebesar 432 kWh per hari, yang jika dikonversi ke dalam nilai ekonomi mencapai Rp604.800 per hari. Selain itu, pemecahan beban juga berdampak terhadap peningkatan tegangan pada JTM. Tegangan ujung meningkat dari 19,29 kV ke 19,41 kV di Desa Hauagong dan di Simarigung dari 19,97 kV ke 20,24 kV. Selisih tegangan antara simulasi dan pengukuran lapangan sangat kecil, yaitu 0,04 kV (0,2%) dan 0,01 kV (0,05%) sehingga simulasi dianggap representative