Yelvina Sari
SMA Negeri 2 Lembang Jaya, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Arosuka, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Aktifitas dan Hasil Belajar Sejarah Peserta Didik dengan Menggunakan Model Pembelajaran Discovery Learning Tipe Mind Mapping di Kelas XI IPS Tahun Pelajaran 2021-2022 SMA Negeri 2 Lembang Jaya Yelvina Sari
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.829 KB)

Abstract

Rendahnya nilai mata pelajaran Sejarah dikarenakan pembelajaran sejarah yang didominasi metode ceramah mengacu pada materi di buku teks, jarang mengaitkan bahasannya dengan masalah-masalah nyata yang ada dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dampaknya tidak baik bagi peserta didik karena belajar sejarah hanya untuk ujian, serta pelajaran sejarah dirasakan tidak bermanfaat, tidak menarik, dan membosankan. Dapat dilihat dari rata-rata hasil ulangan harian 51,80 dari 25 jumlah peserta didik kelas XI IPS. Salah satu cara untuk mengatasinya dengan melakukan penelitian Tindakan Kelas dengan model discovery learning tipe mind mapping. Rencana penelitian yang akan dilaksanakan adalah mengikuti model penelitian oleh Kurt Lewin dengan empat komponen yang menunjang langkah-langkah penelitian yaitu Perencanaan (Planning), Tindakan (Action), Pengamatan (Observation), Refleksi (Reflection). Penggunaan model pembelajaran Discovery Learning tipe Mind Mapping dapat meningkatkan aktifitas belajar yang terlihat dari hasil observasi peningkatan aktifitas peserta didik rata-rata 60% pada siklus pertama sedangkan pada siklus kedua menjadi 90 %. Dari hasil evaluasi hasil belajar terdapat peningkatan hasil belajar rata-rata 64% pada siklus pertama dan pada siklus kedua menjadi 88 %. Model pembelajaran Discovery Learning tipe Mind Mapping ini dapat menjadikan proses pembelajaran Sejarah yang aktif, kreatif, menyenangkan, tidak membosankan, dimana peserta didik menjadi pusat pembelajaran dan guru sebagai fasilitator.