Rendahnya nilai mata pelajaran Sejarah dikarenakan pembelajaran sejarah yang didominasi metode ceramah mengacu pada materi di buku teks, jarang mengaitkan bahasannya dengan masalah-masalah nyata yang ada dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dampaknya tidak baik bagi peserta didik karena belajar sejarah hanya untuk ujian, serta pelajaran sejarah dirasakan tidak bermanfaat, tidak menarik, dan membosankan. Dapat dilihat dari rata-rata hasil ulangan harian 51,80 dari 25 jumlah peserta didik kelas XI IPS. Salah satu cara untuk mengatasinya dengan melakukan penelitian Tindakan Kelas dengan model discovery learning tipe mind mapping. Rencana penelitian yang akan dilaksanakan adalah mengikuti model penelitian oleh Kurt Lewin dengan empat komponen yang menunjang langkah-langkah penelitian yaitu Perencanaan (Planning), Tindakan (Action), Pengamatan (Observation), Refleksi (Reflection). Penggunaan model pembelajaran Discovery Learning tipe Mind Mapping dapat meningkatkan aktifitas belajar yang terlihat dari hasil observasi peningkatan aktifitas peserta didik rata-rata 60% pada siklus pertama sedangkan pada siklus kedua menjadi 90 %. Dari hasil evaluasi hasil belajar terdapat peningkatan hasil belajar rata-rata 64% pada siklus pertama dan pada siklus kedua menjadi 88 %. Model pembelajaran Discovery Learning tipe Mind Mapping ini dapat menjadikan proses pembelajaran Sejarah yang aktif, kreatif, menyenangkan, tidak membosankan, dimana peserta didik menjadi pusat pembelajaran dan guru sebagai fasilitator.
Copyrights © 2023