Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN SIG DALAM PENERAPAN SMART CITY DI INDONESIA Herika Taki
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 2, NUMBER 2, NOVEMBER 2022
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/bhuwana.v2i2.15436

Abstract

GIS is developing rapidly in responding to the challenges of the times related to spatial or spatial solutions, in Indonesia itself the development of GIS is very fast, especially in life applications and one of the benefits of GIS is in the application of smart cities where technological advances are combined with spatial analysis, but in its development, there are still deficiencies in the application of GIS in this smart city include limited funds, technology updates, and others. For this reason, this article examines the application of GIS in smart cities in Indonesia along with examples of its application and to what extent this implementation can be carried out successfully, and how much benefit can be obtained related to time effectiveness and cost efficiency. The research method used in this paper is a qualitative approach by multiplying secondary data collection based on reference sources from books, journals, and other scientific publications and supported by digital information sources such as websites. The data analysis method used is to study GIS and smart city in theory and then display examples of its application to cities in Indonesia so that the result is that the smart city concept through this sig has succeeded in helping the city improve its general service quality and increase the moderation of the city as a whole technology. The conclusion from this study is that the role of GIS is very large in assisting the application of sig, especially in providing spatial data and making decisions based on spatially analyzed spatial data by combining various binding factors.
Kajian Perbandingan Daya Serap Karbon Ruang Terbuka Hijau Eksisting dan Rencana di Jalan Tol Jagorawi (STA KM 3.800–26.500) Sri Oka Rachmadita; Anindita Ramadhani; Anita Sitawati; Herika Taki
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v8i1.112117.106-118

Abstract

Salah satu strategi mitigasi perubahan iklim untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, yang merupakan penyebab perubahan iklim, adalah perencanaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) berbasis carbon capture. Perencanaan RTH berbasis carbon capture dilakukan melalui penanaman vegetasi yang berdaya serap CO2 tinggi melalui permodelan lanskap yang berwawasan ke depan untuk keberlanjutan lingkungan dan konsisten dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 13: Aksi Iklim. Berbeda dengan studi terdahulu yang umumnya menitikberatkan RTH jalan tol pada aspek estetika, penelitian ini menawarkan pendekatan baru yang berpotensi mengurangi emisi karbon di jalan tol. Integrasi penyerapan karbon ke dalam perencanaan RTH dapat memberikan manfaat mitigasi yang terukur secara karbon melalui desain lanskap. Studi ini bertujuan untuk merancang RTH Jalan Tol Jagorawi (STA KM 3.800–26.500) yang memaksimalkan kapasitas penyerapan CO₂. Metode analisis yang digunakan dalam studi ini terdiri dari tiga tahap, yaitu (1) perencanaan tata tanaman untuk memenuhi fungsi estetika dan ekologis, dengan menekankan pada daya serap CO2, (2) perhitungan kapasitas daya serap CO2 oleh tanaman eksisting dan rencana, dan (3) estimasi emisi CO2 dari kendaraan dalam area studi. Rencana yang diusulkan mencakup penanaman 20.383 pohon, dengan perkiraan kapasitas penyerapan sebesar 211.142,46 kg CO₂ per hari atau naik 2,48 kali dari kapasitas penyerapan CO2 dengan tanaman eksisting. Kesimpulan dari studi ini yaitu bahwa perencanaan RTH di wilayah studi berpotensi mengurangi emisi CO₂ yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor secara signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa pengembangan RTH dapat berfungsi estetika sekaligus ekologis, dan menjadi strategi mitigasi yang efektif untuk perubahan iklim dengan tetap memprioritaskan aspek keselamatan jalan