This Author published in this journals
All Journal U Karst
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

CAMPURAN ASPAL PANAS MENGGUNAKAN METODE KONTEN RAP TINGGI DENGAN PENAMBAHAN SASOBIT Sudjati Sudjati; Sigit Winarto; Suwarno Suwarno; Zulkifli Lubis
U Karst Vol 1, No 2 (2017): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.313 KB) | DOI: 10.30737/u karst.v1i2.72

Abstract

Efek aspal campuran hangat aditif (Sasobit) pada campuran yang mengandung persentase RAP yang berbeda diselidiki di laboratorium. Tiga konsentrasi RAP yang berbeda (30%, 40% dan 50%) dengan pengikat 1,5% Sasobit ditambahkan, dan metode Marshall digunakan untuk menghasilkan semua sampel diselidiki. Dua pencampuran berbeda dan suhu pemadatan digunakan, 155 ° C dan 135 ° C untuk pencampuran dan 135 ° C dan 120 ° C untuk pemadatan. Kinerja campuran dalam hal kekakuan dan kerusakan kelembaban diselidiki dengan melakukan Uji Modulus Tangguh Tidak Langsung (ASTM D4123) dan uji kerentanan kelembaban (ASTM D 4867). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan substansial dalam sifat volumetrik, nilai stabilitas dan kekakuan dari campuran reklamasi dari campuran kontrol (aspal campuran panas konvensional). Di Selain itu, semua campuran yang diselidiki mencapai TSR minimum yang dipersyaratkan 80%. Mengukur kedalaman alur menggunakan perangkat Asphalt Pavement Analyzer (APA) dan siklus kelelahan sampai gagal menggunakan spesimen balok yang ditunjukkan bahwa campuran dilakukan serupa atau lebih baik daripada campuran kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran aspal hangat menggunakan sasobit-additive dan mengandung persentase RAP yang tinggi bisa menjadi alternatif berkelanjutan campuran HMA konvensional. Kata kunci : Aspal campuran hangat; trotoar aspal reklamasi; sifat volumetrik; kinerja campuran
PELAKSANAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI PADA PROYEK PEMBANGUNAN BANK SINAR MAS KEDIRI Yosef Cahyo Setianto Poernomo; Ahmad Ridwan; Zulkifli Lubis; April Gunarto; Sigit Winarto
U Karst Vol 2, No 1 (2018): APRIL
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.668 KB) | DOI: 10.30737/ukarst.v2i1.101

Abstract

 Bank Sinar Mas Kediri project is a development project that uses a unique implementation method, namely the Top Down method, that is, the construction starts from the floor plate as a new foundation and then continues with the construction of the ground floor 1,2,3. The use of the Top Down method requires a column called King Post which is a column of steel profiles as a temporary column. The hotel is built on a land area of 3248 m2 with a building height of + 123,600 m, - 9,800 m and uses 118 boredpile foundations. This project uses the Fixed Price Lumpsum contract system. This research aims to identify the cause of the delay in the completion of the Sinar Mas Kediri development project. The results of the analysis show that the delay in the completion of the project is due to the delay in completion of the excavation work. The delay was due to the lack of procurement of water pumping or drying equipment, weather or climate and the lack of excavation and limited number of heavy equipment used. Keywords: Delays, Time, Construction.  Proyek Bank Sinar Mas Kediri merupakan proyek pembangunan yang menggunakan metode pelaksanaan yang unik yaitu metode Top Down yaitu pembangunan dimulai dari pelat lantai sebagai tumpuan baru kemudian dilanjutkan dengan pembangunan lantai dasar 1,2,3. Penggunaan metode Top Down memerlukan kolom yang disebut King Post yang merupakan kolom dari profil baja sebagai kolom sementara. Hotel tersebut dibangun di atas tanah seluas 3248 m2 dengan tinggi bangunan + 123,600 m, - 9,800 m dan menggunakan 118 pondasi boredpile. Proyek ini menggunkan sistem kontrak Lumpsum Fixed Price.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab keterlambatan penyelesaian proyek pembangunan Bank Sinar Mas Kediri. Hasil analisis menunjukkan bahwa Keterlambatan penyelesaian proyek disebabkan keterlambatan penyelesaian pekerjaan penggalian tanah. Keterlambatan tersebut dikarenakan kurangnya pengadaan akan alat pemompa air atau alat pengeringan, cuaca atau iklim dan tidak adanya jumlah tenaga kerja penggalian dan terbatasnya jumlah alat berat yang digunakan. Kata Kunci : Keterlambatan, Waktu, Konstruksi Kata Kunci : keterlambatan, waktu, konstruksi.
PEMANFAATAN SERAT IJUK SEBAGAI MATERIAL CAMPURAN DALAM BETON UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BETON MENAHAN BEBAN TEKAN Studi Kasus: Pembangunan Homestay Singonegaran Kediri Sigit Winarto
U Karst Vol 1, No 1 (2017): APRIL
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.965 KB) | DOI: 10.30737/ukarst.v1i1.79

Abstract

Pada penelitian beton dengan menggunakan campuran serat ijuk ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kuat tekan, perubahan berat beton, proporsi ijuk yang optimum untuk menghasilkan kuat tekan, meskipun melalui konversi hari. Dimana pada pembuatan dan penelitian beton ini dilaksanakan di Laboratorium Bahan dan Konstruksi Dinas Bina Marga dan Pengairan, Trenggalek. Bahan yang digunakan terdapat dari : pasir dari Sungai Brantas Kediri, semen dari toko bahan bangunan sekitar Laboratorium Bahan dan Konstruksi Dinas Bina Marga dan Pengairan, Trenggalek. serat ijuk dari Pasar Pahing Kota Kediri. Hasil penelitian ini menghasilkan beton serat ijuk yang memenuhi persyaratan beban tekan minimalnya dari persyaratan SNI 0447-81 umtuk golongan mutu II. Yang terdiri dari bahan yang memenuhi kriteria untuk membuat beton serat ijuk, yaitu: Pasir yang mempunyai berat jenis = 2.524; berat satuan = 2.586 gram/cm3; kadar air = 4.317% dan gradasi pasir yang termasuk yaitu pasir halus jenis sedang. Proporsi ijuk yang optimum untuk menghasilkan kuat tekan adalah pada penggunaan serat ijuk 2,5% dengan berat volume ijuk 125 gr, dimensi serat ijuk 0,5 mm dengan panjang 15 cm. Perubahan berat beton yang terjadi pada beton berserat ijuk menjadi lebih ringan, yaitu 2.243 gr/cm. Kekuatan beton yang dihasilkan setelah di uji tekan melalui konversi 28 hari menjadi 21 hari yaitu 226 Kg/cm2. Dari hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan Untuk penelitian selanjutnya sebaiknya dicoba menggunakan persentase serat ijuk yang lebih tinggi atau bervariasi tetapi campurannya tetap supaya diketahui peningkatan beban tekan yang maksimal akibat penambahan ijuk. Kata kunci: Serat Ijuk, Kualitas Campuran Beton, Kekuatan Tekan.
CAMPURAN ASPAL PANAS MENGGUNAKAN METODE KONTEN RAP TINGGI DENGAN PENAMBAHAN SASOBIT Sudjati Sudjati; Sigit Winarto; Suwarno Suwarno; Zulkifli Lubis
UKaRsT Vol. 1 No. 2 (2017): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/u karst.v1i2.72

Abstract

Efek aspal campuran hangat aditif (Sasobit) pada campuran yang mengandung persentase RAP yang berbeda diselidiki di laboratorium. Tiga konsentrasi RAP yang berbeda (30%, 40% dan 50%) dengan pengikat 1,5% Sasobit ditambahkan, dan metode Marshall digunakan untuk menghasilkan semua sampel diselidiki. Dua pencampuran berbeda dan suhu pemadatan digunakan, 155 ° C dan 135 ° C untuk pencampuran dan 135 ° C dan 120 ° C untuk pemadatan. Kinerja campuran dalam hal kekakuan dan kerusakan kelembaban diselidiki dengan melakukan Uji Modulus Tangguh Tidak Langsung (ASTM D4123) dan uji kerentanan kelembaban (ASTM D 4867). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan substansial dalam sifat volumetrik, nilai stabilitas dan kekakuan dari campuran reklamasi dari campuran kontrol (aspal campuran panas konvensional). Di Selain itu, semua campuran yang diselidiki mencapai TSR minimum yang dipersyaratkan 80%. Mengukur kedalaman alur menggunakan perangkat Asphalt Pavement Analyzer (APA) dan siklus kelelahan sampai gagal menggunakan spesimen balok yang ditunjukkan bahwa campuran dilakukan serupa atau lebih baik daripada campuran kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran aspal hangat menggunakan sasobit-additive dan mengandung persentase RAP yang tinggi bisa menjadi alternatif berkelanjutan campuran HMA konvensional. Kata kunci : Aspal campuran hangat; trotoar aspal reklamasi; sifat volumetrik; kinerja campuran
PEMANFAATAN SERAT IJUK SEBAGAI MATERIAL CAMPURAN DALAM BETON UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BETON MENAHAN BEBAN TEKAN Studi Kasus: Pembangunan Homestay Singonegaran Kediri Sigit Winarto
UKaRsT Vol. 1 No. 1 (2017): APRIL
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/ukarst.v1i1.79

Abstract

Pada penelitian beton dengan menggunakan campuran serat ijuk ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kuat tekan, perubahan berat beton, proporsi ijuk yang optimum untuk menghasilkan kuat tekan, meskipun melalui konversi hari. Dimana pada pembuatan dan penelitian beton ini dilaksanakan di Laboratorium Bahan dan Konstruksi Dinas Bina Marga dan Pengairan, Trenggalek. Bahan yang digunakan terdapat dari : pasir dari Sungai Brantas Kediri, semen dari toko bahan bangunan sekitar Laboratorium Bahan dan Konstruksi Dinas Bina Marga dan Pengairan, Trenggalek. serat ijuk dari Pasar Pahing Kota Kediri. Hasil penelitian ini menghasilkan beton serat ijuk yang memenuhi persyaratan beban tekan minimalnya dari persyaratan SNI 0447-81 umtuk golongan mutu II. Yang terdiri dari bahan yang memenuhi kriteria untuk membuat beton serat ijuk, yaitu: Pasir yang mempunyai berat jenis = 2.524; berat satuan = 2.586 gram/cm3; kadar air = 4.317% dan gradasi pasir yang termasuk yaitu pasir halus jenis sedang. Proporsi ijuk yang optimum untuk menghasilkan kuat tekan adalah pada penggunaan serat ijuk 2,5% dengan berat volume ijuk 125 gr, dimensi serat ijuk 0,5 mm dengan panjang 15 cm. Perubahan berat beton yang terjadi pada beton berserat ijuk menjadi lebih ringan, yaitu 2.243 gr/cm. Kekuatan beton yang dihasilkan setelah di uji tekan melalui konversi 28 hari menjadi 21 hari yaitu 226 Kg/cm2. Dari hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan Untuk penelitian selanjutnya sebaiknya dicoba menggunakan persentase serat ijuk yang lebih tinggi atau bervariasi tetapi campurannya tetap supaya diketahui peningkatan beban tekan yang maksimal akibat penambahan ijuk. Kata kunci: Serat Ijuk, Kualitas Campuran Beton, Kekuatan Tekan.
PELAKSANAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI PADA PROYEK PEMBANGUNAN BANK SINAR MAS KEDIRI Yosef Cahyo Setianto Poernomo; Ahmad Ridwan; Zulkifli Lubis; April Gunarto; Sigit Winarto
U Karst Vol. 2 No. 1 (2018): APRIL
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/ukarst.v2i1.101

Abstract

 Bank Sinar Mas Kediri project is a development project that uses a unique implementation method, namely the Top Down method, that is, the construction starts from the floor plate as a new foundation and then continues with the construction of the ground floor 1,2,3. The use of the Top Down method requires a column called King Post which is a column of steel profiles as a temporary column. The hotel is built on a land area of 3248 m2 with a building height of + 123,600 m, - 9,800 m and uses 118 boredpile foundations. This project uses the Fixed Price Lumpsum contract system. This research aims to identify the cause of the delay in the completion of the Sinar Mas Kediri development project. The results of the analysis show that the delay in the completion of the project is due to the delay in completion of the excavation work. The delay was due to the lack of procurement of water pumping or drying equipment, weather or climate and the lack of excavation and limited number of heavy equipment used. Keywords: Delays, Time, Construction.  Proyek Bank Sinar Mas Kediri merupakan proyek pembangunan yang menggunakan metode pelaksanaan yang unik yaitu metode Top Down yaitu pembangunan dimulai dari pelat lantai sebagai tumpuan baru kemudian dilanjutkan dengan pembangunan lantai dasar 1,2,3. Penggunaan metode Top Down memerlukan kolom yang disebut King Post yang merupakan kolom dari profil baja sebagai kolom sementara. Hotel tersebut dibangun di atas tanah seluas 3248 m2 dengan tinggi bangunan + 123,600 m, - 9,800 m dan menggunakan 118 pondasi boredpile. Proyek ini menggunkan sistem kontrak Lumpsum Fixed Price.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab keterlambatan penyelesaian proyek pembangunan Bank Sinar Mas Kediri. Hasil analisis menunjukkan bahwa Keterlambatan penyelesaian proyek disebabkan keterlambatan penyelesaian pekerjaan penggalian tanah. Keterlambatan tersebut dikarenakan kurangnya pengadaan akan alat pemompa air atau alat pengeringan, cuaca atau iklim dan tidak adanya jumlah tenaga kerja penggalian dan terbatasnya jumlah alat berat yang digunakan. Kata Kunci : Keterlambatan, Waktu, Konstruksi Kata Kunci : keterlambatan, waktu, konstruksi.