Agung Prasetyo
Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura, Kota Pontianak, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Diagnosis dan Tatalaksana Asthma-COPD Overlap Syndrome (ACOS) Agung Prasetyo; Handriyani
Cermin Dunia Kedokteran Vol. 47 No. 3 (2020): Dermatologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v47i3.342

Abstract

Asthma-COPD overlap syndrome (ACOS) adalah penyakit yang ditandai dengan hambatan aliran udara persisten dengan beberapa manifestasi klinis yang biasanya berhubungan dengan asma dan penyakit paru obstruksi kronis (PPOK). ACOS diidentifikasi secara klinis bila memiliki manifestasi asma dan PPOK. Pemeriksaan spirometri menunjukkan hambatan aliran udara ekspirasi yang tidak sepenuhnya reversibel. Pengobatan ACOS adalah dengan kortikosteroid inhalasi dosis kecil atau sedang dan terapi tambahan dengan bronkodilator kerja panjang. Asthma-COPD overlap syndrome (ACOS) is characterized by persistent airflow limitation with several features usually associated with asthma and with chronic obstructive pulmonary disease (COPD). ACOS is identified by the shared features of both asthma and COPD. Spirometry demonstrates expiratory airflow limitation that is not completely reversible. Treatment is with low or moderate dose inhaled corticosteroid and add-on long-acting bronchodilators.
Tatalaksana Terkini Infeksi Laten Tuberkulosis pada Anak Agung Prasetyo
Cermin Dunia Kedokteran Vol. 46 No. 2 (2019): Interna
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v46i2.515

Abstract

Diagnosis infeksi latent tuberkulosis (ILTB) pada anak ditegakkan dari riwayat kontak erat dengan penderita TB aktif serta hasil positif pemeriksaan tuberkulin tanpa manifestasi klinis dan gambaran radiologi TB aktif. Pengobatan ILTB bertujuan untuk mencegah perkembangan menjadi tuberkulosis aktif. Regimen 4 bulan rifampisin setiap hari dan 3 bulan isoniazid-rifapentine setiap minggu lebih direkomendasikan karena memiliki efektivitas dan tingkat keamanan setara tetapi tingkat kepatuhan berobat lebih baik dibandingkan regimen isoniazid setiap hari selama 9 bulan. The diagnosis of latent tuberculosis infection (LTBI) in children relies on history of exposure and exclusion of clinical symptoms, tuberculin skin test and radiologic findings consistent with active tuberculosis. LTBI treatment is the prevent progression to active tuberculosis. Treatment options recommended include 6-month or 9-month isoniazid, 4-month rifampicin, or 3-month regimen of weekly isoniazid-rifapentine; 4-month daily rifampicin and 3-month regimen of weekly isoniazid-rifapentine were recommended because they had similar rates of safety and efficacy but a better rate of adherence than 9 months of treatment with daily isoniazid.
Diagnosis dan Tatalaksana Asthma-COPD Overlap Syndrome (ACOS) Agung Prasetyo; Handriyani
Cermin Dunia Kedokteran Vol 47 No 3 (2020): Dermatologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v47i3.342

Abstract

Asthma-COPD overlap syndrome (ACOS) adalah penyakit yang ditandai dengan hambatan aliran udara persisten dengan beberapa manifestasi klinis yang biasanya berhubungan dengan asma dan penyakit paru obstruksi kronis (PPOK). ACOS diidentifikasi secara klinis bila memiliki manifestasi asma dan PPOK. Pemeriksaan spirometri menunjukkan hambatan aliran udara ekspirasi yang tidak sepenuhnya reversibel. Pengobatan ACOS adalah dengan kortikosteroid inhalasi dosis kecil atau sedang dan terapi tambahan dengan bronkodilator kerja panjang. Asthma-COPD overlap syndrome (ACOS) is characterized by persistent airflow limitation with several features usually associated with asthma and with chronic obstructive pulmonary disease (COPD). ACOS is identified by the shared features of both asthma and COPD. Spirometry demonstrates expiratory airflow limitation that is not completely reversible. Treatment is with low or moderate dose inhaled corticosteroid and add-on long-acting bronchodilators.
Tatalaksana Terkini Infeksi Laten Tuberkulosis pada Anak Agung Prasetyo
Cermin Dunia Kedokteran Vol 46 No 2 (2019): Interna
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v46i2.515

Abstract

Diagnosis infeksi latent tuberkulosis (ILTB) pada anak ditegakkan dari riwayat kontak erat dengan penderita TB aktif serta hasil positif pemeriksaan tuberkulin tanpa manifestasi klinis dan gambaran radiologi TB aktif. Pengobatan ILTB bertujuan untuk mencegah perkembangan menjadi tuberkulosis aktif. Regimen 4 bulan rifampisin setiap hari dan 3 bulan isoniazid-rifapentine setiap minggu lebih direkomendasikan karena memiliki efektivitas dan tingkat keamanan setara tetapi tingkat kepatuhan berobat lebih baik dibandingkan regimen isoniazid setiap hari selama 9 bulan. The diagnosis of latent tuberculosis infection (LTBI) in children relies on history of exposure and exclusion of clinical symptoms, tuberculin skin test and radiologic findings consistent with active tuberculosis. LTBI treatment is the prevent progression to active tuberculosis. Treatment options recommended include 6-month or 9-month isoniazid, 4-month rifampicin, or 3-month regimen of weekly isoniazid-rifapentine; 4-month daily rifampicin and 3-month regimen of weekly isoniazid-rifapentine were recommended because they had similar rates of safety and efficacy but a better rate of adherence than 9 months of treatment with daily isoniazid.