Pika Novriani Lubis
Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Diagnosis dan Tatalaksana Mioma Uteri Pika Novriani Lubis
Cermin Dunia Kedokteran Vol. 47 No. 3 (2020): Dermatologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v47i3.352

Abstract

Mioma uteri merupakan tumor jinak yang menyerang otot polos rahim. Nama lainnya adalah fibroid atau leiomioma. Tumorigenesis dididuga terjadi akibat abnormalitas gen and paparan hormonal. Kasus mioma dapat terjadi pada populasi dengan rentang usia sejak menarche sampai menopause. Sebagian besar kasus tidak bergejala sehingga sering ditemukan secara tidak sengaja. Tumor ini menjadi salah satu penyebab subfertilitas. Jika bersamaan dengan kehamilan akan mengganggu perkembangan janin. Diperlukan ultrasonografi (USG) untuk konfirmasi diagnosis. Penanganan klinis meliputi observasi dan pembedahan, tergantung keluhan dan keinginan hamil. Uterine myomas are benign uterine smooth muscle neoplasms. The synonyms are fibroids or leiomyomas. Tumorigenesis is caused by gen abnormalities and induced by hormonal interaction. This tumour can be found from menarche until menopause. Most cases are discovered incidentally. These tumours are contributing factor to subfertility and have negative implication on fetal development. Ultrasonography (USG) is required for diagnosis. Clinical approach is observation and surgery, depends on symptoms dan fertility consideration.
Diagnosis dan Tatalaksana Mioma Uteri Pika Novriani Lubis
Cermin Dunia Kedokteran Vol 47 No 3 (2020): Dermatologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v47i3.352

Abstract

Mioma uteri merupakan tumor jinak yang menyerang otot polos rahim. Nama lainnya adalah fibroid atau leiomioma. Tumorigenesis dididuga terjadi akibat abnormalitas gen and paparan hormonal. Kasus mioma dapat terjadi pada populasi dengan rentang usia sejak menarche sampai menopause. Sebagian besar kasus tidak bergejala sehingga sering ditemukan secara tidak sengaja. Tumor ini menjadi salah satu penyebab subfertilitas. Jika bersamaan dengan kehamilan akan mengganggu perkembangan janin. Diperlukan ultrasonografi (USG) untuk konfirmasi diagnosis. Penanganan klinis meliputi observasi dan pembedahan, tergantung keluhan dan keinginan hamil. Uterine myomas are benign uterine smooth muscle neoplasms. The synonyms are fibroids or leiomyomas. Tumorigenesis is caused by gen abnormalities and induced by hormonal interaction. This tumour can be found from menarche until menopause. Most cases are discovered incidentally. These tumours are contributing factor to subfertility and have negative implication on fetal development. Ultrasonography (USG) is required for diagnosis. Clinical approach is observation and surgery, depends on symptoms dan fertility consideration.