Sutomo Sutomo
Program Studi Ilmu Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KONSUMSI TISANE DAUN BELIMBING WULUH TERHADAP PERUBAHAN KADAR GULA DALAM DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 Sutomo Sutomo; Nasrul Hadi Purwanto
Jurnal Keperawatan Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Keperawatan, Volume XVI, Nomor 1, Januari 2023
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penderita diabetes mellitus tipe 2 memerlukan pengobatan sepanjang hidup untuk mengurangi gejala, mencegah progresivitas penyakit, dan mencegah agar tidak berkembang ke arah komplikasinya, sedangkan obat anti diabetes yang dikonsumsi dapat menimbulkan efek samping dalam penggunaan jangka panjang. Pengobatan jangka panjang yang harus dijalani oleh penderita diabetes mellitus tipe 2 seringkali mengalami kegagalan karena pasien diabetes mellitus tipe 2 seringkali mengalami kebosanan dalam menjalankan terapi yang disarankan oleh tenaga kesehatan. Oleh karena itu diperlukan alternatif terapi dengan menggunakan tanaman obat tradisional. Salah satu produk teh herbal yang dikembangkan untuk mengendalikan kadar gula dalam darah adalah daun belimbing wuluh yang diolah dalam bentuk tisane. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah static group comparison design. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian penderita diabetes mellitus tipe 2 di Lingkungan Surodinawan Kota Mojokerto yang memenuhi kriteria penelitian. Teknik sampling yang digunakan adalah probability sampling dengan jenis simple random sampling. Uji analisis menggunakan uji paired t test dan uji mann whitney. Terdapat perbedaan yang bermakna antara dua kelompok penelitian (kelompok kontrol dan kelompok eksperimen) sehingga hipotesis penelitian diterima yang berarti konsumsi tisane daun belimbing wuluh efektif terhadap perubahan kadar gula dalam darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di Lingkungan Surodinawan Kota Mojokerto dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,029 < α (0,05). Tisane daun belimbing wuluh merupakan teh herbal yang memanfaatkan daun belimbing wuluh sebagai bahan dasar pembuatan teh. Daun belimbing wuluh memiliki kandungan flavonoid, saponin, tanin, sulfur, asam format, peroksidase, kalsium oksalat, dan kalium sitrat. Flavonoid memiliki beberapa aktivitas farmakologikal yang berfungsi sebagai antioksidan dan antidiabetes. Hal ini menjadikan tisane daun belimbing wuluh dapat digunakan sebagai terapi pelengkap (komplementer) untuk mengendalikan kadar gula dalam darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2
EFEKTIVITAS SENAM KAKI TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI PKM KUTOREJO KABUPATEN MOJOKERTO Edy Siswantoro; Sutomo Sutomo
Enfermeria Ciencia Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Enfermeria Ciencia, Volume 4, Nomor 1, Februari 2026
Publisher : Yayasan Abdi Amanah Masyarakat Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/ec.v4i1.99

Abstract

Hipertensi sering disebut the silent killer karena sering tanpa keluhan, sehingga penderita tidak tahu kalau dirinya mengidap hipertensi, tetapi kemudian mendapatkan dirinya sudah terdapat penyakit penyulit atau komplikasi dari hipertensi. Hipertensi menjadi ancaman kesehatan masyarakat karena potensinya yang mampu mengakibatkan kondisi komplikasi seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan gagal ginjal. Tatalaksana hipertensi dapat dilakukan menggunakan dua metode yaitu metode farmakologi dan metode komplementer. Salah satu terapi komplementer untuk pengendalian tekanan darah dapat dilakukan dengan senam kaki (foot exercise). Penelitian ini menggunakan quasy experimental dengan pendekatan pre-post control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian lansia dengan hipertensi yang berkunjung di PKM Kutorejo Kabupaten Mojokerto sebanyak 42 responden yang dibagi menjadi 2 kelompok penelitian. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah tekanan darah. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pemberian intervensi senam kaki. Uji statistik yang dilakukan menggunakan uji paired t-test dengan signifikasi (p) = 0,05 untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas senam kaki terhadap perubahan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di PKM Kutorejo Kabupaten Mojokerto. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemberian intervensi senam kaki pada penderita hipertensi dari kelompok perlakuan, lebih efektif untuk membantu terjadinya penurunan tekanan darah dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak diberikan intervensi senam kaki. Senam kaki untuk mengendalikan tekanan darah merupakan terapi non farmakologi yang dapat diimplementasikan kepada semua lansia dengan hipertensi. Untuk mendapatkan hasil maksimal dibutuhkan adanya kepatuhan penderita hipertensi dalam mematuhi tatalaksana hipertensi dan melakukan senam kaki secara rutin