This Author published in this journals
All Journal Al-MUNZIR
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDEKATAN PRAGMATIK DALAM PENGAJARAN BAHASA SITI FAUZIAH
Al-MUNZIR No 1 (2017): VOL 10 NO.1 MEI 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.527 KB) | DOI: 10.31332/am.v10i1.801

Abstract

Pragmatik, sebagaimana yang diperbincangkan di Indonesia dewasa ini, dapat dibedakan atas dua hal yaitu pragmatik sebagai sesuatu yang diajarkan, dan pragmatik sebagai sesuatu yang mewarnai tindakan mengajar. Adapun tujuan kurikulum pengajaran pragmatik menurut Kurikulum 1984 ialah agar “siswa memiliki kemampuan berbahasa Indonesia sesuai dengan situasi dan tujuan berbahasa; tujuan kurikuler itu disusul dengan tujuan instruksional umum yang berbunyi sebagai berikut: “agar siswa memahami dan dapat menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan tata krama berbahasa secara tulisan atau lisan melalui berbagai media untuk berbagai fungsi bahasa. Pragmatik yang dimaksudkan sebagai bahan pengajaran bahasa atau yang disebut juga “fungsi komunikatif” lazimnya disajikan di dalam pengajaran bahasa asing. Setiap bahasa memiliki sejumlah fungsi komunikatif, dan didalam fungsi komunikatif itu terdapat utaraan seperti “menyatakan setuju”, “menyatakan tidak setuju”, “menyatakan penolakan terhadap ajakan “, “menyatakan ucapan terima kasih”.Kata Kunci: Pragmatik, Pendekatan, Pengajaran Bahasa
BERBICARA SEBAGAI SUATU KETERAMPILAN BERBAHASA SITI FAUZIAH
Al-MUNZIR No 2 (2017): VOL 10 NO.2 NOVEMBER 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.922 KB) | DOI: 10.31332/am.v10i2.812

Abstract

Berbicara merupakan kegiatan berbahasa lisan yang dilakukan oleh manusia. Berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan pikiran, gagasan dan perasaan. Kegiatan berbicara pun merupakan suatu bentuk perilaku manusia yang memanfaatkan  faktor-faktor fisik, psikologis, semantik, dan lingkungan sedemikian ekstensif secara luas sehingga dapat dikatakan sebagai alat manusia yang paling penting bagi kontrol sosial. Sebagai sarana komunikasi, berbicara tidak hanya menyampaikan gagasan pembicara kepada pendengar, tetapi lebih jauh dari pembicara pun dilakukan dengan tujuan-tujuan yang beraneka ragam, sesuai dengan yang dibutuhkan seorang pembicara untuk melakukan pembicaraan. Menentukan tujuan berbicara berarti kegiatan berbicara harus ditempatkan sebagai sarana penyampaian sesuatu kepada orang lain, diantaranya tujuan sosial, ekspresif, ritual dan instrumental. Kaitan berbicara dengan keterampilan berbahasa dapat dilihat dalam penggunaan aspek-aspek kebahasaan dalam berbicara, diantaranya: berbicara merupakan ekspresi diri, berbicara merupakan kemampuan mental motorik, berbicara merupakan proses simbolik, berbicara terjadi dalam konteks ruang dan waktu, berbicara merupakan keterampilan berbahasa yang produktif, berbicara dengan tujuan meyakinkan pendengar, berbicara dengan tujuan mempengaruhi pendengar, berbicara dengan tujuan memperjelas wawasan pendengar, berbicara dengan tujuan memberi gambaran tentang suatu objek, berbicara dengan tujuan menyampaikan pesan tersirat. Kata Kunci: Berbicara, Keterampilan, Berbahasa 
Pembelajaran Bahasa Yang Sesuai Dengan Perkembangan Anak Siti Fauziah
Al-MUNZIR No 2 (2018): Vol. 11 No.2 November 2018
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.43 KB) | DOI: 10.31332/am.v11i2.1123

Abstract

Anak mengkomunikasikan kebutuhan, pikiran, dan perasaannya melalui bahasa dengan kata-kata yang bermakna unik. Kemampuan anak memahami bahasa sebagian besar terbatas pada pandangannya sendiri. Dengan kata lain, anak memiliki keterbatasan bahasa dalam memahami bahasa dari sudut pandang orang lain. Meningkatnya perkembangan bahasa anak terjadi sebagai hasil perkembangan fungsi simbolis. Perkembangan simbol bahasa pada anak sangat berpengaruh terhadap kemampuan anak untuk belajar memahami bahasa dari pandangan orang lain dan meningkatkan kemampuannya untuk memecahkan persoalan.Anak-anak memiliki karakteristik perkembangan fisik dan psikologis yang khas. Oleh karena itu, guru harus mampu mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak tersebut. Pembelajaran hendaknya berorientasi pada kebutuhan anak. Anak usia sekolah sedang membutuhkan pengembangan fisik dan psikhis (kognitif, bahasa, fisik/motorik, sosial emosional dan seni) secara optimal. Oleh sebab itu, dalam pembelajaran bahasa, rancangan pembelajaran disesuaikan dengan taraf perkembangan anak. Jika kegiatan pembelajaran bahasa tidak dikaitkan dengan faktor-faktor perkembangan, anak-anak akan mengalami kegagalan dan frustasi. Kelas yang berpusat pada anak menawarkan kesempatan bagi keberhasilan bukan kefrustrasian. Akan tetapi tim pengajar tidak akan membuat semuanya mudah bagi semua anak, para guru menyesuaikan kegiatan pembelajaran yang menantang bagi setiap tingkat perkembangan anak.Kata Kunci: Pembelajaran, Bahasa, Perkembangan Anak