Muhibuddin Zaini
Universitas Islam Riau

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

UU ITE Counseling No.19 of 2016 "Wisely Using Social Media Among MTs YLPI Rohul Students": Penyuluhan UU ITENo.19 Tahun 2016 “Bijak Menggunakan Media Sosial Dikalangan Siswa-Siswi MTs YLPI Rohul” Tessa Shasrini; Muhibuddin Zaini; Harmiyati Harmiyati
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v7i1.11334

Abstract

Technological developments, especially advances in social media such as a double-edged sword, provide many benefits for those who use it, but on the other halnd, it allso provides al dalngerous side alnd caln caluse halrm if used incorrectly. Informaltion technology improves welfalre, alnd progress alnd falcilitaltes humaln beings, caln allso do the salme waly of effective alction algalinst the lalw. "The lalw chalnged to number 11 of 2008 regalrding electronic informaltion alnd tralnsalctions through Lalw no. 19 of 2016 als al legall umbrellal for the use of informaltion technology thalt needs to be known by the public, on certalin sociall medial users. In this service, the talrget is MTS YLPI Rohul students. The purpose of this service is to ralise legall alwalreness of sociall medial for the “Z” generaltion alt MTS YLPI Rohul With regalrd to the implementaltion of problem-solving efforts. The implementaltion stalge uses counseling methods wisely using sociall medial, discussions, alnd responses alnd alnswers. The malin malteriall presented is the involvement of informaltion almendments alnd electronic tralnsalctions alcting on sociall medial alssignments alnd the falctors of sociall medial use. The results of this service alre expected thalt students will understalnd alnd be wiser in giving aldvice or expressions on sociall medial alnd must remalin in alccordalnce with the alpplicalble ethicall alnd legall corridors so thalt they alre not ealsily entalngled in the ITe law.
KEDUDUKAN HAK WARIS ANAK YANG MASIH DALAM KANDUNGAN DALAM PRESPEKTIF HUKUM ISLAM Muhibuddin Zaini
Jurnal Kajian Ilmu Hukum Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Kajian Ilmu Hukum
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkih.v3i1.832

Abstract

Masalah harta warisan dapat saja menjadi sumber permasalahan ataupun sengketa dalam sebuah keluarga, terutama mengenai permasalahan kedudukan anak dalam kandungan selaku ahli waris, sebab apabila seorang wafat dunia, sementara itu ia meninggalkan kerabat yang mengandung, misalnya istri (janda), ibu, anak perempuan, menantu perempuan, saudara wanita serta yang lainnya, sehingga terdapat permasalahan dalam pembagiannya yang perlu dituntaskan khusunya dalam pandangan hukum waris islam. Penelitian ini membahas tentang kedudukan anak yang masih dalam kandungan sebagai ahli waris beserta pembagiannya kepada anak yang masih dalam kandungan dalam prespestif hukum waris Islam. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini berjenis penelitian hukum normatif dimana pengumpulan data dilakukan dengan cara memperlajari bahan kepustakaan seperti Al-Qur"an, Hadis, dan Komplikasi Hukum Islam. Sedangkan dilihat dari sifatnya adalah berbentuk analistis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa hukum waris islam berpandangan kedudukan anak yang berada di dalam kandungan akan memperoleh harta warisjikalau terpenuhi syarat-syaratnya. Di antaranya, anak tersebut terlahir dengan kondisi hidup sebagaimana terkandung dalam al-Qur"an surat An Nisa/4: 11, An Nisa Ayat/4: 12, An Nisa/4: 176; dan surat Al-Baqarah/2: 233. Sedangkan pembagiannya terdapat tiga cara, yaitu: Pertama, menantikan sesudah bayi tersebut telah lahir untuk mengetahui jenis kelaminnya. Kedua, melaksanakan pembagian tanpa menunggu kelahiran anak dalam kandungan untuk seorang diri. Ketiga, pembagian anak yang lahir berjenis laki-laki tidak akan mendapat warisan karena sudah dibagikan sebelumnya oleh para ahli waris dan jika anak tersebut terlahir perempuan maka memperoleh bagian 1/6 untuk penyempurnaan 2/3 bagian dari saudara perempuan sekandung.
Penguatan Hukum Perbankan Syariah Dalam Sistem Hukum Indonesia Muhibuddin Zaini
Jurnal Kajian Ilmu Hukum Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Kajian Ilmu Hukum
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkih.v4i1.1395

Abstract

Undang-Undang Perbankan Syariah memberikan menjadi patokan didalam kegiatan perbankan syariah di Indonesia. Kegiatan perbankan syariah memiliki banyak segi dan banyak ragam yang melintasi beberapa peraturan perundang-undangan, oleh sebab itu untuk menguatkan posisi Perbankan Syariah diperlukan sinkroniasasi dan harmonisasi peraturan perundang-undangan yang bersinggungan dengan kegiatan perbankan syariah. Metode Penelitian yang digunakan adalah Penelitian normative. Hasil dari penelitian ini diperlukan perubahan terhadap beberapa peraturan perundang-undangan yang beririsan dengan Perbankan Syariah.