Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN SARANA SANITASI LINGKUNGAN MASYARAKAT PESISIR DI DESA WAWATU KECAMATAN MORAMO UTARA KABUPATEN KONAWE SELATAN Nurhalisa Nurhalisa; Fifi Nirmala G.; La Ode Ahmad Saktiansyah
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 3, No 4 (2023): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v3i4.33203

Abstract

Sanitasi lingkungan merupakan suatu usaha untuk mencapai lingkungan sehat melalui pengendalian faktor lingkungan fisik, khususnya hal-hal yang memiliki dampak merusak perkembangan fisik kesehatan dan kelangsungan hidup manusia. Masalah utama sanitasi lingkungan masyarakat Desa Wawatu adalah masih banyak masyarakat yang tidak mengerti tentang cara berperilaku hidup bersih dan sehat seperti kurangnya pengetahuan dan inisiatif dalam kebersihan wadah penampungan air minum ,sarana jamban keluarga , saluran pembuangan air limbah (SPAL) dan sarana pembuangan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sarana sanitasi lingkungan masyarakat pesisir di Desa Wawatu Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei observasional .Sampel yang digunakan yaitu 92 sampel. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sarana air minum memenuhi syarat kesehatan yakni sebanyak 68 orang (73,9%) serta  tidak memenuhi syarat yakni sebanyak 24 orang (26,1%), jamban keluarga yang memenuhi syarat yakni sebanyak 11 orang (12,0%) dan tidak memenuhi syarat sebanyak 81 orang (88,0 %), serta sarana pembuangan air limbah yang memenuhi syarat sebanyak 19 orang (20,7%) dan tidak memenuhi syarat sebanyak 73 (79,3%) adapun sarana pembuangan sampah yang memenuhi syarat sebanyak 11 orang (12,0%) dan tidak memenuhi syarat 81 orang (88 %). Kesimpulan dari penelitian ini adalah sarana sanitasi lingkungan yaitu sarana air minum sudah memenuhi syarat sedangkan sarana jamban keluarga , pembuangan air limbah dan tempat pembuangan sampah yang ada di desa wawatu belum memenuhi syarat.
Penguatan Literasi Politik Pemilih Pemula melalui Sosialisasi Hak Pilih pada Pilkada 2024 Saidin Saidin; Faturachman Alputra Sudirman; Muh. Ishak Syahadat; Rekha Adji Pratama; Nurhalisa Nurhalisa; Hastia Hastia
Kongga : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/kongga.v3i2.51

Abstract

Pemilih pemula merupakan kelompok strategis dalam proses demokrasi karena untuk pertama kalinya memperoleh hak konstitusional untuk berpartisipasi dalam pemilihan umum maupun pemilihan kepala daerah. Namun, keterbatasan literasi politik dan rendahnya pemahaman mengenai hak pilih menyebabkan sebagian pemilih pemula rentan terhadap disinformasi politik dan kurang optimal dalam menggunakan hak pilihnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran politik pemilih pemula mengenai hak pilih dalam Pilkada 2024. Kegiatan dilaksanakan di SMK Negeri 4 Kendari dengan melibatkan 25 siswa kelas XI sebagai peserta. Metode yang digunakan adalah sosialisasi partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, tanya jawab, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai hak pilih, mekanisme Pilkada, karakteristik pemilih rasional, dan pentingnya partisipasi politik. Tingkat kesiapan peserta untuk menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab juga mengalami peningkatan setelah mengikuti sosialisasi. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini membuktikan bahwa sosialisasi politik berbasis sekolah dapat menjadi media yang efektif dalam meningkatkan literasi politik dan membentuk kesadaran demokratis generasi muda. Oleh karena itu, program pendidikan politik bagi pemilih pemula perlu dilaksanakan secara berkelanjutan untuk mendukung penguatan demokrasi lokal.