Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sifat Organoleptik Dan Kandungan Protein Formulasi “Soataram” Sosis Jamur Tiram (Pleurotusostreatus) dan Tepung Ampas Tahu Wiwit Estuti; Cahya Purmaindah
Jurnal Pustaka Padi (Pusat Akses Kajian Pangan dan Gizi) Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Pustaka PADI (Pusat Kajian Pangan dan Gizi)
Publisher : Jurnal Pustaka Padi (Pusat Akses Kajian Pangan dan Gizi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.12 KB)

Abstract

Sosis merupakan salah satu produk olahan daging yang banyak disukai dan digunakan sebagai alternatif makanan tambahan oleh seluruh penduduk dunia, termasuk Indonesia. Jamur tiram mempunyai rasa yang enak seperti daging ayam, bahkan jamur tiram ini digemari sebagian besar orang di dunia karena rasanya yang khas dan manfaatnya bagi kesehatan tubuh, Jamur tiram mengandung protein 10,5% hingga 30,4%, lemak yang rendah 1,7 hingga 2,2%. Untuk menambah kandungan protein pada sosis dapat dilakukan dengan penambahan tepung ampas tahu, dalam 100 gr ampas tahu mengandung protein sebesar 26,6 gram. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sifat organoleptik presentase sosis”soataram”, dan kandungan protein. Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian eksperimental dengan desain rancangan acak lengkap 3 formulasi dan 2 kali pengulangan, menggunakan Hedonic Scale Test. Pembuatan sosis “soataram” dengan berbagai macam formulasi jamur tiram (pleurotus ostreatus) dan tepung ampas tahu. Hasil penelitian menunjukkan Sosis”Soataram” terbaik diperoleh berdasarkan skor rata-rata tertinggi dari seluruh parameter organoleptik yaitu formulasi 3 dengan skor keseluruhan 3,42. Dan dapat disimpulkan Produk terbaik ada pada formulasi ke 3 dan mengandung protein sebesar 49,2 gram per 100 gram sosis”soataram”.
EDUKASI BAHAYA PERNIKAHAN DINI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA DI SMAN 8 KOTA CIREBON Diyah Sri Yuhandini; Wiwit Estuti; Alina Hizni; Sholichin; Jongga Adiyaksa
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v8i1.1254

Abstract

Masa remaja ditandai perubahan-perubahan fisik yang mendahului kematangan seksual dan dimulai juga proses perkembangan psikologisnya. Mereka akan banyak mengalami masalah apabila pendidikan dan pengarahan seksualitas dan reproduksi mereka terabaikan. Survey pendahuluan ke beberapa remaja di SMAN 8 Kota Cirebon, masih memiliki pengetahuan yang kurang tentang Bahaya Pernikahan Dini. Melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dengan Edukasi Bahaya Pernikahan Dini sebagai Upaya meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja. Adapun sasaran dalam kegiatan pengabdian masyarakat adalah remaja SMAN 8 Kota Cirebon sebanyak 44 Orang. Metode Kegiatan PKM ini melalui  pre test dan post- test pengetahuan dan sikap dengan edukasi. Pengetahuan guru dengan katagori baik dari 50 % menjadi 75 %, nilai mean 87.50 menjadi 93.00. Pengetahuan remaja (siswa/i) dengan katagori baik dari 47,7 % menjadi 59,1 %, nilai mean 83.88 menjadi 87.39. Sikap remaja (siswa/i) dengan katagori baik dari 59,1 % menjadi 68,2 % , nilai mean 90.74menjadi 92.84. Perlu tindak lanjut kegiatan peran teman sebaya dalam mensosialisasikan informasi terkait bahaya pernikahan dini.