Diyah Sri Yuhandini
Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

THE EFFECT OF HEALTH EDUCATION WITH MEDIA IN FORM OF LEAFLET AND AUDIO VISUAL (VIDEO) ON HUSBAND KNOWLEDGE ABOUT THE DANGER SIGNS IN PREGNANCY AND POSTPARTUM IN 2017 Diyah Sri Yuhandini; Dyah Widiyastuti
Journal of Maternity Care and Reproductive Health Vol 4, No 2 (2021): Journal of Maternity Care and Reproductive Health
Publisher : Ikatan Perawat Maternitas Indonesia Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36780/jmcrh.v4i2.190

Abstract

Husband’s support is highly needed in determining maternal health status. The ignorance of husband and family in recognizing complications, delays in knowing danger signs at home, and delays in health care facilities are quite fatal, namely death. Objective: To determine whether health education with leaflet and audio visual (video) has impacts on the husband’s knowledge of danger signs in pregnancy and childbirth.Methods: Quasi-experimental research used a two group pretest-posttest. The subjects were 30 husbands of pregnant women divided into 2 group, leaflet and videos. The data were analyzed using univariable and bivariable analysis with used Paired T-Test dan Uji Independent T- Test.Result: The mean knowledge before and after the intervention the video group with a p-value of 0.000 and leaflets group with a p-value of 0.026. Meanwhile, difference in the mean knowledge in the two groups with a p-value of 0.132. Conclusion & Recommendations: The mean knowledge of both groups experienced a significant increase before and after the intervention, but there was no significant relationship. The role of health workers is further enhanced in providing health education to husband about  danger signs in pregnancy and postpartum using audiovisual/video media and leaflets.
EFEKTIFITAS EDUKASI KADER KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KEMAMPUAN MENDETEKSI DINI TANDA BAHAYA PADA KEHAMILAN DAN NIFAS TAHUN 2016 Diyah Sri Yuhandini; Santi Wahyuni; Neli Nurlina
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 16 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.731 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v16i1.994

Abstract

Latar Belakang : Kader merupakan tenaga masyarakat yang bertugas mengembangkan masyarakat dan sebagai promotor kesehatan. Data di Puskesmas Sitopeng tahun 2015 deteksi resiko tinggi oleh tenaga kesehatan sebesar 161,67%, namun deteksi resiko tinggi oleh masyarakat hanya sebesar 62,37 %. Data tersebut menggambarkan deteksi dini kehamilan risiko tinggi oleh masyarakat dibawah target pemerintah (80%). Tujuan Penelitian: Mengetahui efektifitas edukasi kader kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan dan kemampuan mendeteksi dini tanda bahaya pada kehamilan, dan nifas di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sitopeng Kota Cirebon Tahun 2016. Metode Penelitian: Desain penelitian quasi eksperiment dengan rancangan one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah 24 orang kader kesehatan. Analisis data univariabel dan bivariabel dengan Uji Wilcoxon , 95% CI dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Rata-rata pengetahuan sebelum edukasi sebesar 15.58, dan sesudah edukasi sebesar 17.2. Rata-rata kemampuan deteksi dini sebelum edukasi sebesar 13.33 dan sesudah edukasi sebesar 21.25. Perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah P > 0,05 (0,081) dan perbedaan kemampuan deteksi dini P < 0,05 ( 0,014). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna pada pengetahuan dan ada hubungan yang bermakna pada kemampuan mendeteksi dini tanda bahaya pada kehamilan, dan nifas baik sebelum dan sesudah edukasi kader kesehatan. Kata Kunci : Edukasi; Kader Kesehatan; Pengetahuan; Kemampuan Deteksi Dini; Tanda Bahaya Kehamilan dan Nifas.
Nutritional Evaluation of Menus Regarding Nutritional Adequacy for Students at Al-Bahjah Islamic Boarding School in Cirebon Regency Sholichin; Alina Hizni; Diyah Sri Yuhandini; Dewi Vimala
Media Informasi Vol. 22 No. 2 (2026): June
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/mijournal.v22i2.1384

Abstract

Background: Islamic boarding schools are Islamic-based educational institutions that provide daily meals for students. Al-Bahjah Islamic Boarding School serves approximately 4,500 meals per day.Objective: This study aimed to evaluate the nutritional content of meals provided in relation to students’ nutritional adequacy.Method: This quantitative descriptive observational study used a cross-sectional approach and was conducted from May to October 2025 at Al-Bahjah Islamic Boarding School, Cirebon Regency. Respondents included the head of the kitchen, food processing staff, and servers. Data on menu composition were obtained through food weighing and analyzed using the 2020 Indonesian Food Composition Table. Nutritional adequacy standards were based on the Regulation of the Minister of Health No. 28 of 2019, according to students’ age and gender. The adequacy level was determined by comparing the menu nutrient content with daily nutritional requirements.Results: The average nutrient content of meals consumed by students was 1,605 kcal of energy, 57 g protein, 40 g fat, and 249 g carbohydrates. The average nutritional adequacy requirement was 2,183 kcal energy, 63 g protein, 73 g fat, and 322 g carbohydrates. Consequently, the energy adequacy level reached 74% (insufficient), protein 89% (insufficient), and fat 56% (very insufficient). Conclusion: The meals provided at Al-Bahjah Islamic Boarding School did not meet students’ nutritional requirements. It is recommended to include additional snacks contributing about 20% of daily nutritional adequacy to improve students’ overall nutrient intake.
EDUKASI BAHAYA PERNIKAHAN DINI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA DI SMAN 8 KOTA CIREBON Diyah Sri Yuhandini; Wiwit Estuti; Alina Hizni; Sholichin; Jongga Adiyaksa
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v8i1.1254

Abstract

Masa remaja ditandai perubahan-perubahan fisik yang mendahului kematangan seksual dan dimulai juga proses perkembangan psikologisnya. Mereka akan banyak mengalami masalah apabila pendidikan dan pengarahan seksualitas dan reproduksi mereka terabaikan. Survey pendahuluan ke beberapa remaja di SMAN 8 Kota Cirebon, masih memiliki pengetahuan yang kurang tentang Bahaya Pernikahan Dini. Melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dengan Edukasi Bahaya Pernikahan Dini sebagai Upaya meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja. Adapun sasaran dalam kegiatan pengabdian masyarakat adalah remaja SMAN 8 Kota Cirebon sebanyak 44 Orang. Metode Kegiatan PKM ini melalui  pre test dan post- test pengetahuan dan sikap dengan edukasi. Pengetahuan guru dengan katagori baik dari 50 % menjadi 75 %, nilai mean 87.50 menjadi 93.00. Pengetahuan remaja (siswa/i) dengan katagori baik dari 47,7 % menjadi 59,1 %, nilai mean 83.88 menjadi 87.39. Sikap remaja (siswa/i) dengan katagori baik dari 59,1 % menjadi 68,2 % , nilai mean 90.74menjadi 92.84. Perlu tindak lanjut kegiatan peran teman sebaya dalam mensosialisasikan informasi terkait bahaya pernikahan dini.