Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tinjauan Etis Teologis Tentang Peneguhan Nikah Pasangan Hamil di Luar Nikah Di Gereja Penyebaran Injil Aprianus Simanungkalit; Fredy Simanjuntak; David Martinus Gulo; Juan Ananta Tan
RERUM: Journal of Biblical Practice Vol. 2 No. 2 (2023): RERUM: The Journal of Biblical Practice
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Moriah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.805 KB) | DOI: 10.55076/rerum.v2i2.16

Abstract

This research is based on differences in understanding of pastoral care in the context of the Gereja Penyebaran Injil (GPI). The issue that is often disputed is the distinction between blessing and confirmation of marriage. In fact, certain churches have the opinion that the marriage blessing intended for them is considered sacred, in the sense that the bride and groom in the observation of the pastor and the congregation have not had sexual intercourse. While the term confirmation of marriage is intended for those whose two brides have had sex outside of marriage so that they become pregnant. For the church/person who distinguishes between the blessing and confirmation of marriage, the place is also different. If the blessing is done in the church, while the confirmation is done outside the church building, for example houses, public buildings and so on. The purpose of the research in this scientific work is to explain the ethical review of the Church under the auspices of the Evangelical Spreading Church on the blessing of pregnant couples out of wedlock. The research method is through library research, interviews, and several people who are participants in this research. The results of this study are the church is God's partner to bless not to impose sanctions, GPI needs to reformulate the concept of marriage blessing by considering ethical theological decisions in pastoral care for pregnant couples out of wedlock.   Penelitian ini didasari oleh perbedaan pemahaman pelayanan pastoral dalam konteks Gereja Penyebaran Injil (GPI). Isu yang sering dipermasalahkan adalah pembedaan pemberkatan dan peneguhan nikah. Faktanya, beberapa gereja tertentu mempunyai pendapat bahwa pemberkatan nikah diperuntukan bagi mereka dianggap suci, dalam pengertian kedua pengantin dalam pengamatan pendeta dan jemaat belum melakukan hubungan seksual. Sementara istilah peneguhan nikah diperuntukan bagi mereka yang kedua pengantin telah berhubungan seks di luar nikah sehingga hamil. Bagi gereja/orang yang membedakan antara pemberkatan dan peneguhan nikah, tempat pun juga dibedakan. Jika pemberkatan dilakukan di gereja, sedangkan peneguhan dilakukan di luar gedung gereja, misalnya rumah, gedung umum dan lain sebagainya. Tujuan penelitian dalam karya ilmiah ini ialah Menjelaskan tinjauan etis Gereja di Bawah naungan Gereja Penyebaran Injil terhadap pemberkatan pasangan hamil di luar nikah. Metode penelitian melalui studi kepustakaan, wawancara, dan beberapa orang yang menjadi partisipan dalam penelitian ini.  Hasil penelitian ini adalah gereja merupakan mitra Allah untuk memberkati bukan untuk menjatuhkan sanksi, GPI perlu menformulasikan kembali konsep pemberkatan nikah dengan mempertimbangkan keputusan yang etis teologis dalam pelayanan pastoral pasangan hamil di luar nikah.
Mistis-isme dan Pengobatan Tradisional: Kajian Teologi Kristen tentang Mistis-isme dan Pengobatan Tradisional dan Refleksinya bagi Orang Kristen Masa Kini: Mysticism and Traditional Healing: A Christian Theological Study of Mysticism and Traditional Medicine and Its Reflection for Contemporary Christians Andri Togatorop; Andri Vincent Sinaga; Juan Ananta Tan
Journal of Religious and Socio-Cultural Vol 4 No 2 (2023): Journal of Religious and Socio-Cultural Vol.4 No.2 (November 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Widya Agape dan Perkumpulan Teolog Agama Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/jrsc.v4i2.201

Abstract

Mysticism and traditional medicine are two things that are intertwined in terms of healing from illness. Diseases that are often treated through traditional medicine include diseases originating from evil spirits, as well as diseases involving witchcraft, black magic, and even diseases from which it is not known where they originate. In this culture of belief in mysticism and traditional medicine, among Christians there is a dualism of belief, namely one side believes in God, but also believes in evil spirits/dark powers. Of course this is contrary to the Christian faith. The aim of this research is to prove that mystical and traditional medicine is still developing among Christians, as well as the connection between mysticism (occultism) and traditional medicine and to examine it based on Christian theology. The results of the research show that mysticism, as well as traditional medicine, is now increasingly widespread among Christians. Mysticism and traditional medicine are inseparable. This practice of mysticism and traditional medicine is a socio-cultural phenomenon among certain tribes and is very difficult to abandon. Mistis-isme dan pengobatan tradisional adalah dua hal yang saling berkelindan dalam hal penyembuhan dari sakit penyakit. Penyakit yang sering dilayani melalui pengobatan tradisional ini adalah seperti penyakit yang berasal dari roh jahat, juga penyakit guna-guna, santet, bahkan penyakit yang tidak diketahui dari mana berasal. Di dalam budaya kepercayaan kepada mistis-isme dan pengobatan tradisional ini, di kalangan orang Kristen terdapat dualisme kepercayaan yaitu satu sisi percaya kepada Tuhan, namun percaya juga kepada roh jahat/kuasa gelap. Tentu hal ini bertentangan dengan iman Kristen. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa mistis dan pengobatan tradisional masih berkembang di kalangan orang Kristen, pun kaitan antara mistis-isme (okultisme) dan pengobatan tradisional serta mengkajinya berdasarkan teologi Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mistis-isme pun pengobatan tradisional, kini kian merebak di kalangan orang Kristen. Mistis-isme dan pengobatan tradisional saling tidak dapat dipisahkan. Praktik mistis-isme dan pengobatan tradisional ini adalah fenomena sosial-budaya di kalangan suku tertentu dan sangat sukar untuk ditinggalkan.
Menumbuhkan Sikap Gemar Membaca Alkitab Pada Siswa Kelas 8 Sekolah Menengah Pertama BOPKRI 3 Yogyakarta Junita Purba; Bobby Kurnia Putrawan; Ruthnawaty Setiawan; Dian Paskarina Tindoilo; Juan Ananta Tan
SERVIRE: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 4 No 1 (2024): SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (April 2024)
Publisher : Indonesia Christian Religion Theologians Association and Widya Agape School of Theology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/servire.v4i1.203

Abstract

This study aims to foster an attitude of liking to read the Bible in grade 8 students of SMP BOPKRI 3 Yogyakarta. The attitude of liking to read the Bible is an important aspect in religion-based character education in this school. The research method used is classroom action research (CAR) which consists of several cycles. Each cycle includes planning, implementation, observation, and reflection. The results of the study indicate that by using interactive and interesting learning methods, such as group discussions, shared reading, and the use of digital media, there is a significant increase in interest and frequency of reading the Bible among students. In addition, support from teachers, parents, and the school environment also plays an important role in encouraging this reading attitude. This study concludes that applying varied and collaborative learning methods effectively fosters an attitude of liking to read the Bible in grade 8 students. Recommendations for further research are to expand the methods used and involve more participation from the school community to create a stronger reading culture. Penelitian ini bertujuan untuk menumbuhkan sikap gemar membaca Alkitab pada siswa kelas 8 SMP BOPKRI 3 Yogyakarta. Sikap gemar membaca Alkitab merupakan aspek penting dalam pendidikan karakter berbasis agama di sekolah ini. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari beberapa siklus. Setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode pembelajaran yang interaktif dan menarik, seperti diskusi kelompok, pembacaan bersama, serta penggunaan media digital, terjadi peningkatan signifikan dalam minat dan frekuensi membaca Alkitab di kalangan siswa. Selain itu, dukungan dari guru, orang tua, dan lingkungan sekolah juga berperan penting dalam mendorong sikap gemar membaca ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan metode pembelajaran yang variatif dan kolaboratif efektif dalam menumbuhkan sikap gemar membaca Alkitab pada siswa kelas 8. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah memperluas metode yang digunakan serta melibatkan lebih banyak partisipasi dari komunitas sekolah untuk menciptakan budaya membaca yang lebih kuat.