Mangililo, Ira Desiawanti
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Kurios

Teologi perempuan dan pengimajinasian ulang komunitas inklusif di Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Mangililo, Ira Desiawanti
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 8, No 1: April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v8i1.160

Abstract

The aim of this paper is to develop some useful theological foundations for the ministry of GMIT women in the family, church, and community. Using feminist theological studies, this paper reflects critically on the experiences of GMIT women who struggle to develop the capacity of existing resources to face the challenges of poverty and underdevelopment that shackles their lives today. The results of these reflections are then dialogued with several biblical narratives as the basis for theology. This paper underscores that as the image and likeness of God, GMIT women are called to act as protectors, nurturing, and leaders in their families and communities with full responsibility. In addition, GMIT women are also required to imitate Christ in terms of loving sincerely regardless of ethnicity, religion, gender, culture, and social status and viewing other people as co-workers who work hand in hand in building the nation and state. AbstrakTujuan tulisan ini adalah untuk mengembangkan sejumlah landasan teologis yang berguna bagi pelayanan para perempuan GMIT baik di dalam keluarga, gereja, dan masyarakat. Dengan menggunakan kajian teologi feminis, tulisan ini merefleksikan secara kritis berbagai pengalaman para perempuan GMIT yang berjuang untuk mengembangkan kapasitas sumber daya yang ada untuk menghadapi tantangan kemiskinan dan keterbelakangan yang membelenggu kehidupan mereka saat ini. Hasil refleksi tersebut kemudian didialogkan dengan sejumlah narasi Alkitab sebagai dasar berteologi. Tulisan ini menggarisbawahi bahwa sebagai gambar dan rupa Allah perempuan GMIT dipanggil untuk berperan sebagai pelindung, pemelihara, dan pemimpin dalam keluarga maupun masyarakat dengan penuh tanggungjawab. Selain itu, perempuan GMIT juga dituntut untuk meneladani Kristus dalam hal mengasihi dengan tulus tanpa membedakan suku, agama, jenis kelamin, budaya, dan status sosial serta memandang orang lain sebagai rekan sekerja yang saling bahu membahu dalam membangun bangsa dan negara.