Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Sosiohumaniora

PERCERAIAN SEBAGAI PILIHAN RASIONAL: KASUS PERCERAIAN DI DESA TANAH MERAH, KUPANG – NTT Chris S. Oiladang
Sosiohumaniora Vol 14, No 3 (2012): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2012
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.485 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v14i3.5493

Abstract

Perceraian adalah realitas sosial yang mempunyai dua sisi. Di satu sisi bersifat negatif karena bertentangan dengan hakekat perkawinan, dan menimbulkan sejumlah akibat yang tidak diharapkan. Di sisi lain bersifat positif karena perceraian sebagai solusi konflik antara suami-istri, bahkan dengan keluarga. Sisi positif atau negatif fakta tersebut juga berdasarkan pada acuan hukum. Walaupun hukum agama (Kristen) melarang perceraian, namun larangannya lebih bersifat himbauan moril. Di sisi lain adanya peluang perceraian menurut hukum adat yang menawarkan sejumlah jalan keluar dari problem berkeluarga. Pelaku berada dalam dua kekuatan hukum tersebut yang saling bertolak belakang. Menghadapi situasi demikian, individu mempunyai kehendak bebas untuk memilih dari berbagai alternatif yang tersedia untuk mencapai tujuan tertentu. Praktik Perceraian lebih mengacu kepada hukum adat yang dipandang sebagai pilihan rasional., karena lebih dapat menjawab kebutuhannya dalam berkeluarga. Menyangkut tingkat pilihan rasional, maka tindakan sosial dalam kasus kawin-cerai tersebut adalah sesuai tipe Rasionalitas Instrumental (Zweckrationalitat), yaitu kelakuan yang diarahkan secara rasional kepada tercapainya suatu tujuan tertentu. Baik tujuan itu sendiri maupun segala tindakan yang diambil dalam rangka tujuan itu, dan akibat-akibat sampingan yang akan timbul, semuanya dipertimbangkan secara rasional. Kata kunci : Perceraian, pilihan rasional