Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Formulasi Dan Evaluasi Gel Antijerawat Ekstrak Etanol Kulit Pisang Ambon Lumut (Musa Acuminata Colla ) Dengan Variasi Konsentrasi Cmc- Na Sebagai Gelling Agent Nur Rifka Zaneta; Rani Prabandari; Sunarti
Pharmacogenius Journal Vol 1 No 1 (2022): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.746 KB) | DOI: 10.56359/pharmgen.v1i01.148

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Ekstrak etanol kulit pisang ambon lumut memiliki kandungan flavonoid, saponin dan tanin yang berperan sebagai antibakteri. Jerawat sangatlah mengganggu penampilan seseorang sehingga mulai banyak yang memilih pengobatan sintetik karena efek samping yang ditimbulkan lebih ringan. Sediaan yang cocok untuk mengobati kulit berjerawat yaitu gel. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sifat fisik dan daya hambat gel antijerawat ekstrak etanol kulit pisang ambon lumut terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923. Metode: Penelitian ini dilaksanakan dengan metode eksperimental. Kegiatan yang dilakukan adalah pembuatan ekstrak etanol kulit pisang ambon lumut secara maserasi, pembuatan sediaan gel dengan konsentrasi ekstrak etanol kulit pisang ambon lumut 16 % b/b dan variasi CMC-Na FI (3%), F II (4%) dan FIII (5%), dilakukan uji sifat fisik yang meliputi uji organoleptik, uji homogenitas,uji pH, uji daya sebar, dan uji viskositas. Formula optimum diuji zona hambatnya menggunakan metode kertas cakram. Kemudian dianalisis menggunakan SPSS. Hasil: Formula optimum yang memenuhi semua parameter sediaan gel baik sebelum stabilitas maupun sesudah stabilitas yaitu formula I dengan konsentrasi CMC-Na 3% karena memenuhi perameter uji homogeitas, uji organoleptis, uji pH, uji daya lekat, uji daya sebar dan uji viskositas. Hasil daya hambat formula optimum FI sebesar 4,47 mm termasuk respon hambatan lemah. Hasil analisis SPSS berdasarkan uji one way anova pada nilai ph p>0,05. Sedangkan pada nilai daya lekat, daya sebar dan p<0,05.
Formulasi Tablet Kunyah Asetosal Dengan Variasi Konsentrasi Gelatin Sebagai Bahan Pengikat Terhadap Uji Fisik Tablet Kinanthi Dwi Utami; Rani Prabandari; Sunarti
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 2 No. 2 (2023): JURNAL FARMASI IKIFA VOL.2 NO.2 OKTOBER TAHUN 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acetosal, a nonsteroidal anti-inflammatory drug that is included in the category of drugs with a dose of 80 mg. In patients with coronary heart disease and severe hypertension, this drug is used as antiplatelet therapy with the aim of preventing stroke. Acetosals are included in the BCS class II category, so efforts are needed to develop formulations that can increase the speed of dissolution and provide a fast effect. This study aims to determine the variation in gelatin concentration as a binding agent to physical properties and determine the best gelatin concentration that meets the dissolution test of acetosal chewable tablets. The method used to make acetosal chewable tablets is direct felt. Acetosal chewable tablets are made into 3 formulas with variations in the concentration of gelatin binders of 2%, 6%, and 10%. The data obtained is then analyzed with one-way ANOVA. The results showed variations in gelatin concentrations of 2%, 6%, and 10% resulting in good physical properties of acetosal chewable tablets. The gelatin concentration of 2% in formula 1 showed the best results with an average test value of uniformity of weight 220.6 ± 1.42 mg, uniformity of diameter size 0.838 ± 0.01 cm, and thickness 0.436 ± 0.01 cm, hardness 4.3 ±0.15 kg, brittleness 0.49 ± 0.32%, crushing time 31 ± 3.0 seconds and dissolution 95.81%. A significant difference in values was found in the hardness test results (p = 0.001) and the time of destruction (p = 0.000). The best percent dissolution is found in Formula 1 with a dissolution value of 95.81%.
STUDI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) PADA TIKUS PUTIH Vinda Merlani; Dina Febrina; Sunarti
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.2 No.1 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak zaman dahulu bahan alami atau obat tradisional, terutama yang diperoleh dari tumbuhan, telah dimanfaatkan secara turun-temurun sebagai sumber pengobatan dan pencegahan penyakit. Salah satu contoh obat tradisional yang berasal dari tumbuhan adalah bunga telang, yang memiliki potensi efek farmakologis yang signifikan untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Suatu senyawa tanaman dapat dianggap aman jika lolos uji toksisitas pada hewan coba dan secara klinis aman untuk dikonsumsi, oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui LD50 dan spektrum efek toksik. Metode penelitian yang dilakukan secara eksperimental meliputi pembuatan ekstrak, uji toksisitas akut ekstrak bunga telang dengan metode fixed dose. Berdasarkan hasil penelitian, uji pemberian ekstrak etanol dari bunga telang tidak menunjukkan adanya bukti toksisitas, berdasarkan kriteria masuk kategori 5/unclassified dan ekstrak etanol bunga telang termasuk kategori toksik sedang karena mempunyai nilai LD50 >2000 mg/KgBB.