This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ekosains
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH KELEMBAGAAN TERHADAP KESEJAHTERAAN PETANI HUTAN KEMASYARKATAN SENGGIGI KECAMATAN BATU LAYAR KABUPATEN LOMBOK BARAT, NUSA TENGGARA BARAT Leolistari L; Sitti Latifah; I Gusti Lanang Parta Tanaya
Ekosains Vol 8, No 02 (2016)
Publisher : Program Studi ilmu Lingkungan, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.242 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis secara kritis keberadaan dan permasalahan kelembagaan serta tingkat kesejahteraan petani serta untuk mengetahui pengaruh kelembagaan terhadap  tingkat kesejahteraan petani dalam pemanfaatan HKm di Desa Senggigi. Dalam penelitian ini, teknik analisis yang digunakan adalah analisis scoring, analisis indek Good Servise Ratio, uji t hitung, dan analisis deskriptif. Analisis ini digunakan untuk menilai kelembagaan petani HKm, tingkat kesejahteraan masyarakat dan pengaruh kelembagaan terhadap tingkat kesejahteraan petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 64% petani memanfaatkan lahan HKm dengan luasan lahan 0.1 – 0.9 ha. Untuk dapat memanfaatkan lahan hutan dalam bentuk HKm, petani ini tergabung di Gapoktan Merte Sari dengan 10 kelompok kecil didalamnya. Dari pengalaman kelompok, diketahui tiga kelompok telah didirikan sejak tahun 2002, sisanya baru pada tahun 2007 terbentuk. Hal ini kemudian berpengaruh terhadap kondisi kelembagaan yang dapat dilihat dari kelembagaan kelompok pemula terkategorikan pada kriteria tidak baik. Sedangkan pada kelembagaan kelompok lanjut terkategorikan pada kriteria cukup baik. Sementara tingkat kesejahteraan petani HKm Senggigi baik kelompok pemula maupun kelompok lanjut berada pada keadaan belum sejahtera. Hal ini dilihat dari perbandingan nilai konsumsi dan jasa berturut-turut sebesar 0,23 dan 0,24. Disisi lain, peningkatan kondisi kelembagaan kelompok dari tidak baik pada kelompok tani pemula menjadi cukup baik pada kelompok tani tingkat lanjut dan ini tidak memberikan pengaruh terhadap tingkat kesejahteraan petani peserta HKm di Senggigi.