Amiruddin Amiruddin
STIT Al-Karimiyyah Sumenep

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS PROBLEMATIKA OTONOMI PENDIDIKAN Amiruddin Amiruddin
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 1 (2018): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.206 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v6i1.14

Abstract

Tulisan ini merupakan analisis dampak dari penerapan otonomi pendidikana. Dalam beberapa hal, otonomi pendidikan memang berdampak baik karena pendidikan dapat dijalankan berdasarkan kearifan lokal (local wisdom). Tetapi sisi yang lain justru berdampak buruk terhadap lembaga pendidikan dan juga masyarakat. Dampak buruk itu antara lain: terjadinya kastanisasi pendidikan dan akan berdampak bagi integrasi bangsa. Kastanisasi pendidikan dapat terjadi karena lembaga pendidikan diberikan keleluasaan dalam mengelola pendidikan. Sehingga lembaga pendidikan akan terkotak-kotakkan menjadi sekolah unggul dan tidak unggul, sekolah orang kaya dan miskin. Selain itu, otonomi juga akan menyuburkan praktik pendidikan pendidikan yang tidak sesuai dengan ruh pendidikan nasional yang berpijak pada pancasila dan undang-undang. Otonomi pendidikan akan menyuburkan ideologi yang berseberangan dengan ideologi bangsa.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN AHMAD HASSAN Amiruddin Amiruddin
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 5 No. 1 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.311 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v5i1.41

Abstract

Tokoh Persis yang berperan besar dalam pengajaran dan dakwah adalah Ahmad Hassan. Ahmad Hassan adalah ilmuwan Persis, seorang mujtahid dan sosok ulama yang mandiri dan serba bisa. Sejak tahun 1924, Pemikiran pendidikan Ahmad Hassan bisa dilihat dalam membuat rumusan tujuan pendidikan, rumusan tentang guru dan murid serta metode pelaksanaan dan evaluasi pendidikan. Menurut Pemikiran Hassan, pendidikan harus mampu melahirkan siswa yang pandai berdakwa dan berakhlak mulia sebagaimana telah diajarkan dalam al-Qur’an dan hadis. Sedangkan Untuk menjadi guru, seseorang harus mempunyai keilmuan yang berkualitas dan telah mengamalkan ilmu-ilmu yang akan diajarkan kepada siswa serta tidak mengahrapkan gaji. Untuk menjadi peserta terdapat syarat yang harus dipenuhi; mau beribadah hanya kepada Allah dan mau berdakwah setelah lulus pendidikan. Metode pengajaran yang diterapkan adalah diskusi, Tanya jawab, ceramah, dan debat. Sedangkan evaluasi berbentuk lisan dan tulisan.
PENDIDIKAN HUMANIS DALAM PERSPEKTIF PAULO FREIRE DAN TAN MALAKA Amiruddin Amiruddin
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 3 No. 1 (2015): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.132 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v3i1.48

Abstract

Pendidikan humanis memandang manusia sebagai makhluk mulia yang harus dikembangkan sesuai dengan koderatnya. Prinsip pendidikan harus diselenggarakan dalam rangka membebaskan manusia dari berbagai persoalan hidupnya. Sementara itu, pendidikan yang diselenggarakan oleh penjajah di Brazil dan Indonesia semasa hidup Paulo Freire dan Tan Malaka dirasa masih jauh dari ruh pendidikan yang semestinya. Pendidikan dijadikan sebagai alat penindasan yang pada akhirnya hanya mampu melahirkan penindas-penindas baru. Aksi pembungkaman (culture of silence) masif diterapkan penjajah untuk melanggengkan kekuasaannya. Kondisi itulah yang ditentang oleh Paulo Freire dan Tan Malaka dengan memunculkan konsep pendidikan yang menempatkan manusia sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan pendidikan. Paulo Freire dan Tan Malaka memiliki kesamaan pandangan terkait orientasi pendidikan humanis, yaitu: penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia, keadilan sosial dan penerapan pendidikan harus berbasis realitas.
LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR DALAM MENGATASI SISWA YANG PROKRASTINASI AKADEMIK: Studi Kasus Kelas VII SMP Jati Agung Sidoarjo Amiruddin Amiruddin
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 4 No. 1 (2016): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.636 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v4i1.63

Abstract

Setiap siswa pasti pernah mengalami kesulitan belajar, hanya saja ranah kesulitannya berbeda-beda. Ada siswa yang sulit untuk memulai mengerjakan tugas dan menunda-nunda untuk belajar. Bentuk kesulitan semacam ini biasanya disebut prokrastinasi akademik. Permasalahan belajar yang ditandai dengan penundaan untuk belajar ini terjadi pada lima siswa kelas VII SMP Jati Agung Sidoarjo. Tingkat prokrastinasi akademik mereka tergolong tinggi sehingga membuat guru Bimbingan Konseling membuat terobosan untuk memberikan layanan bimbingan belajar yang dikhususkan untuk mengatasi siswa yang prokrastinasi akademik. Adapun materi layanan bimbingan belajar meliputi: motivasi belajar, managemen waktu, cara membuat keputusan dan cara mengerjakan tugas yang baik. Layanan bimbingan belajar untuk mengatasi siswa yang prokrastinasi akademik sudah sesuai dengan prosedur dan sudah sesuai tujuan bimbingan belajar yaitu memberikan layanan agar siswa mempunyai kebiasaan belajar yang baik.
Urgensi Pengembangan Supervisi Elektronik Berbasis Website Bagi Pengawas Pendidikan Agama Islam di Lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Sumenep Amiruddin Amiruddin
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 2 (2018): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.219 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v6i2.86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pengembangan supervisi elektronik berbasis website bagi pengawas pendidikan agama islam di lingkungan Kementerian Agama Sumenep. Pengembangan model supervisi ini didasarkan pada permasalahan pelaksanaan supervisi faktual yang meliputi masalah banyaknya lembaga pendidikan yang menjadi binaan pada setiap Pengawas dan kondisi geografis yang kurang mendukung bagi pelaksanaan supervisi faktual dan manual. Berdasarkan pada beberapa analisa pelaksanaan supervisi faktual, potensi teknologi yang dimiliki oleh guru dan pengawas di lingkungan Kemenag Sumenep dan kondisi struktur jaringan internet di wilayah Sumenep, maka penting dikembangkan model supervisi pendidikan elektronik berbasis website.
Sekolah Unggul Mandiri: Mengonsep Pendidikan Murah Berkualitas Amiruddin Amiruddin
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 7 No. 1 (2019): Pendidikan dan Kesilaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.407 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v7i1.100

Abstract

Tulisan ini membahas tentang sekolah unggulan yang mayoritas menerapkan pembiayaan yang sangat mahal. Semua biaya operasional sekolah hampir dibebankan kepada orang tua siswa sehingga masyarakat menengah ke bawah sulit untuk menjangkau sekolah unggulan. Oleh karena itu usulan penulis untuk menjadikan sekolah unggul yang biayanya murah adalah dengan menjadikan sekolah mandiri dengan menerapkan tahapan-tahapan konsep berikut: 1). Maksimalisasi anggaran pendidikan 20%, 2). Melaksanakan Subsidi Silang, 3). Pemanfaatan dana CSR Perusahaan dan 4). Membangun badan usaha milik sekolah.