Siful Arifin
STIT Al-Karimiyyah Sumenep

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

MENGURAI BASIS FILOSOFIS PENDIDIKAN ISLAM Siful Arifin
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 5 No. 2 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.291 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v5i2.17

Abstract

Secara umum, rancang bangun filosofi pendidikan Islam tidak jauh berbeda dengan pendidikan lainnya. Yakni, mencakup ontologi, epistemologi dan aksiologi. Namun setelah diteliti, diurai dan diambil suatu simpulan, ditemukan beberapa perbedaan yang mendasar antara bangunan filosofi tersebut. Misalnya, dari aspek epistemologi, pendidikan Islam berlandaskan pada al-Qur’an dan hadith / sunnah. Dari aspek ontologi, filosofi pendidikan Islam tidak hanya fokus pada suatu realitas yang riil (nyata) tapi juga un-riil-abstrak. Sedangkan dari aspek aksiologi, filosofi pendidikan tidak hanya mengacu kepada satu sudut pandang nilai tapi mengacu pada beberapa sudut pandang, diantaranya adalah nilai-nilai kemanusiaan (moral), maupun nilai ketuhanan (agama) dan lain sebagainya. Bangunan filosofis pendidikan Islam tersebut kemudian melahirkan beragam pemikiran dalam bidang pendidikan Islam, diantaranya adalah: Aliran agamis-konservatif (al-muhafidz), Religius-rasional (al-diniy al-’aqlaniy), Pragmatis-instrumental (al-dhara’iy). Tiga aliran pendidikan Islam tersebut akan dibahas dalam paper ini.
REVITALISASI KELUARGA SEBAGAI LINGKUNGAN PENDIDIKAN Siful Arifin
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 5 No. 1 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.796 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v5i1.40

Abstract

Salah satu faktor terwujudnya pendidikan yang baik dan berkualitas adalah tersedianya lingkungan pendidikan yang kondusif dan edukatif. Dalam ilmu pendidikan, ada tiga lingkungan pendidikan yang menjadi pusat pendidikan bagi anak didik yakni, lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Dari tiga lingkungan pendidikan tersebut, lingkungan keluarga merupakan salah satu lingkungan pendidikan yang masih perlu perbaikan dan perlu dilakukan optimalisasi dan revitalisasi terhadap eksistensi, peran dan fungsi keluarga dalam upaya membentuk pendidikan yang berkualitas. Dalam paper ini, akan diuraikan upaya dan usaha revitalisasi yang dimaksud. Setelah melakukan pengamatan dan analisis, minimal ada 3 upaya revitalisasi yang bisa dilakukan dalam upaya mengembalikan fungsi keluarga sebagai lingkungan pendidikan yakni salah satu diantaranya adalah: Re-vitalisasi peran dan fungsi orang tua, re-vitalisasi suasana dan lingkungan keluarga, serta re-vitalisasi hubungan antara keluarga, sekolah dan masyarakat.
MODEL IMPLEMENTASI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DI PERGURUAN TINGGI ISLAM Siful Arifin
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 3 No. 1 (2015): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.128 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v3i1.47

Abstract

Beberapa perguruan tinggi Islam maupun umum, Pendidikan anti korupsi sudah menjadi mata kuliah wajib. Ada yang menjadikannya sebagai mata kuliah tersendiri, ada juga yang hanya menyisipkan dalam setiap mata kuliah dan atau hanya meyisipkan dalam setiap kegiatan. Beragamnya cara penerapan pendidikan anti korupsi tersebut menarik untuk dijadikan bahan kajian. Oleh karena itu, dalam paper ini akan dibahas tentang model implementasi pendidikan anti korupsi di perguruan tinggi Islam. Sejauh ini, ada 4 model implementasi pendidikan anti korupsi yang terlacak digunakan oleh beberapa perguruan tinggi Islam. Di antaranya adalah model independen-otonom, model integrative, model suplemen dan model kulturisasi/pembudayaan.
REVITALISASI PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI PENDIDIKAN BERBASIS MASYARAKAT Siful Arifin
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 4 No. 1 (2016): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.473 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v4i1.60

Abstract

Setiap sistem dan lembaga pendidikan, tak terkecuali pendidikan Islam bertujuan untuk memberi pendidikan dan pengajaran kepada masyarakat, agar masyarakat mampu menghadapi dan dapat memecahkan setiap masalah yang dihadapinya. Namun kenyataannya, sampai saat ini, pendidikan, khususnya pendidikan Islam di Indonesia belum mampu menjadi solusi tepat bagi masyarakat Islam. Sebagian besar masyarakat Islam masih terjerat dengan masalahnya sendiri-sendiri. Hal ini kemudian memunculkan suatu pesimisme di kalangan masyarakat dan menjadikan pendidikan Islam semakin terpinggirkan dihadapan masyarakatnya sendiri. Kondisi ini, memunculkan suatu kegelisahan tersendiri dikalangan intelektual Islam sehingga memunculkan suatu pemikiran untuk melakukan suatu re-vitalisasi terhadap lembaga pendidikan Islam. Re-vitalisasi dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengembalikan jati diri pendidikan Islam yang dalam sejarah telah terbukti mampu untuk menjawab dan menjadi solusi bagi masyarakat Islam. Upaya revitalisasi ini bisa dilakukan di lembaga pendidikan formal, non-formal dan informal. Ruang lingkup dan aspek revitalisasi dalam tiga pendidikan yang dimaksud bisa berbeda-beda. Di antaranya; 1). Revitalisasi terhadap paradigma dan ideologi pendidikan masyarakat. 2). Revitalisasi terhadap design kurikulum yang ditawarkan. 3) Revitalisasi terhadap sumber ekonomi lembaga pendidikan.4). Revitalisasi terhadap lingkungan serta sarana dan prasarana pendidikan.
Eksistensi Orang Tua Sebagai Pendidik dalam Perspektif Hadits Siful Arifin
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 2 (2018): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.65 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v6i2.96

Abstract

Penelitian ini membahas eksistensi orang tua sebagai pendidik dalam perspektif hadits. Hal ini dilatarbelakangi oleh semakin abainya orang tua terhadap proses pendidikan anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan landasan teologis kepada para orang tua tentang kewajibannya dalam mendidik anak. Penelitian ini bersifat kepustakaan (library research), dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Setelah melakukan penelitian terhadap hadits Nabi yang bertema pendidikan, khususnya hadits yang menjelaskan tentang eksistensi orang tua sebagai pendidik dapat ditarik sebuah garis besar bahwa eksistensi tersebut berkaitan dengan tanggung jawab, peran dan fungsi orang tua. Tanggung jawab, peran dan fungsi tua tersebut meliputi; Himayah (perlindungan, penjagaan atau pemeliharaan), Ri’ayah (bimbingan), Wilayah (pengaturan) dan Kifayah (mencukupi). Empat konsep tersebut dijelaskan dalam pembahasan penelitian ini.
Urgensi Mata Kuliah Aswaja di Perguruan Tinggi Islam Siful Arifin; Ach. Syaiful
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 7 No. 2 (2019): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.467 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v7i2.117

Abstract

Artikel ini membahas tentang urgensi mata kuliah aswaja di Perguruan Tinggi Islam. Dalam kajian ini diuraikan pentingnya ahlus sunnah wal jama’ah (aswaja) diajarkan di Perguruan tinggi Islam dalam rangka menghadapi paham ekstremis yang semakin massif memasuki ruang-ruang publik, termasuk perguruan tinggi Islam. Argumen yang dibangun dalam tulisan ini adalah Aswaja penting untuk dimatakuliahkan di perguruan tinggi Islam karena beberapa alasan. Pertama; sebagai upaya preventif dalam menangkal tumbuh-kembangnya aliran ektrimisme-radikalisme dan liberalisme dalam pemikiran keagamaan. Kedua; untuk menjaga dan membentengi akidah mahasiswa dari pengaruh paham keagamaan yang menyimpang . Ketiga, sebagai upaya menanamkan dan menumbuh-kembangkan prinsip fikrah an-nahdliyah dan nilai aswaja sebagai way of life  yang meliputi: fikrah tawassuthiyah, fikrah tasamuhiyah, fikrah ishlahiyah, tathawwuriyah dan fikrah manhajiayah. Melalui matakuliah aswaja, perguruan tinggi Islam diharapkan dapat menjadi arus utama dalam menyebarkan dan menanamkan ajaran Islam yang moderat.
Urgensi Parenting Education Berbasis e-Learning di Era Digital Siful Arifin; Ach. Syaiful
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 8 No. 1 (2020): Pendidikan dan Kesilaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.546 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v8i1.136

Abstract

Artikel ini membahas tentang pentingnya Parenting Education berbasis e-learning bagi orang tua. Salah satu alasan yang melatarbelakangi penulisan artikel ini adalah masih banyaknya orang tua yang belum mengetahui, memahami dan belum bisa menggunakan media teknologi informasi sebagai salah satu sarana dan media di dalam melakukan pengasuhan dan pendidikan. Oleh karena itu, Dalam artikel ini diajukan beberapa argumen yang bisa dijadikan landasan untuk melaksanakan Parenting Education berbasis e-learning di era digital. Pertama, Sebagai upaya preventif agar tidak terjadi malapraktik pengasuhan/pendidikan di lingkungan keluarga. Kedua, Program tersebut mempunyai pengaruh signifikan terhadap keberhasilan pengasuhan dan pendidikan di era digital. Ketiga, program tersebut dapat  membantu orang tua dan guru dalam melakukan pendampingan, pengasuhan dan pendidikan tanpa ada hambatan teknologis, serta dapat membantu orang tua mempunyai pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam melakukan proses pengasuhan, pendidikan dan pembelajaran berbasis e- learning.