Rasuki Rasuki
STIT Al-Karimiyyah Sumenep

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

EMANSIPASI DALAM PERSPEKTIF MAZHAB KRITIS: Studi Atas Pemikiran Max Horkheimer dan Theodor W. Adorno Rasuki Rasuki
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 4 No. 2 (2016): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.963 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v4i2.70

Abstract

Dalam masyarakat modern, ditandai dengan problem kemanusiaan yang belum teratasi. Problem tersebut semisal dominasi kekuasaan atas mayoritas. Kekuasaan terhadap mayoritas itu mengakibatkan berbagai berbentuk penindasan, perbudakan yang harus diakhiri. Terkait dengan alasan tersebut maka tugas ilmuwan sosial harus bertanggung jawab terhadap berbagai ketimpangan sosial. Tanggung jawab ini adalah melakukan emansipasi terhadap kelompok mayoritas yang berada dalam posisi tersubordinasi oleh dominasi atau ideologi. Dengan emansipasi, masyarakat modern dapat keluar dari belenggu dominasi atau ideologi, yang telah menimbulkan ketimpangan tersebut. Bentuk ketimpangan sosial tersebut relatif sulit terditeksi sebab telah menjadi laten. Dimana ketimpangan itu telah menjadi kesadaran massal. Maka emansipasi yang dimaksud adalah menyadarkan masyarakat akan adanya ketimpangan yang tidak disadari, oleh karena telah menjadi kesadarannya. Agar ketimpangan sosial diketahui, maka posisi subversib cukup penting dilakukan.
Hamzah Fansuri dan Doktrin Wahdat Al-Wujud di Rasuki Rasuki
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 2 (2018): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.278 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v6i2.89

Abstract

Tokoh sufi Nusantara yang meninggalkan beberapa karya, salah satunya adalah Hamzah fansuri. Kontroversi doktrin Wahdat al-Wujud pernah diadopsi dari tokoh sufi besar, Ibn ‘Arabi. Doktrin tasawuf Hamzah Fansuri selain mendapat sambuatan banyak kalangan–terlabih dikalangan para muridnya–juga mendapat krirtik dari sebagian kalangan muslim lainnya. Sebagai doktrin dalam khazanah dunia tasawuf Nusantara, Wahdat al-Wujud Hamzah Fansuri sebagai menifastasi dan kelanjutan dari gagasan Sufi terkemuka, Ibn ‘Arabi yang dipopulerkan oleh salah muridnya. Wahdat al-Wujud Hamzah Fansuri sebagai faham yang mengajarkan bahwa keesahan Tuhan sama sekali tidak bertentangan dengan konsep penampakan pengetahuan Tuhan yang sangat variatif dalam kehidupan nyata. Dari-Nya, dalam dunia nyata terlahir penampakan dhahir dan batin dari Wujud yang Satu, yakni Tuhan.
Dinamika Konsep Kepemimpinan dalam Islam: Dari Khilafah, Imamah Sampai Imarah Rasuki Rasuki
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 7 No. 1 (2019): Pendidikan dan Kesilaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.793 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v7i1.104

Abstract

Tulisan ini fokus pada tiga term kaitan dengan kepemimpinan dalam percaturan politik Islam. Kepemimpinan (leadership) dalam dunia Islam menjadi wacana yang terus berkembang. Istilah pemimpin/penguasa di dalam politik Islam tidak pernah bersifat tunggal. Tiga konsep yang terus berkembang seperti Khilafah, Imamah dan Imarah—selain konsep lainnya—dimana ketiganya memiliki makna masing-masing dan sekaligus pernah terwujud dalam kehidupan politik umat Islam. Pengalaman tersebut berlangsung setelah meninggalnya Muhammad sebagai seorang Nabi dan sekaligus sebagai pemimpin kepala negara. Perbedaan pilihan term pemimpin dikalangan muslim juga berimplikasi terhadap model kepemimpinan politik praksis dengan nash al-Qur’an maupun hadis Nabi sebagai pijakan utamanya.
Problem Filsafat Yang Tidak Tuntas: Realitas, Universalitas, Kebenaran: Studi Analisa tentang Realitas, Universalitas dan Kebenaran Rasuki Rasuki
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 8 No. 1 (2020): Pendidikan dan Kesilaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.34 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v8i1.127

Abstract

Artikel ini hendak mengungkap kembali perdabatan filsafat klasik hingga zaman modern tentang problem-peoblem filsafat yang belum mencapai titik temu. Perdebatan yang terus mengemuka dalam filsafat yang mendasar soal esensi (essence) materi atau pikiran, bagaimana memilah dan  menjelaskan antara pengetahuan yang salah dan yang benar, di mana kebenaran itu dapat dipertangggungjawabkan karena universalitasnya, bukan yang partikularitas. kebenaran sebagai pengangan dapat dipercaya sebab pengetahuan jenis ini tidak jatuh pada keyakinan (belief) belaka. Dengan memanfaatkan sosok Bertans Russell yang telah mengritik argumentasi para pendahulunya, gagasan Russell dalam tulisan ini menjadi warisan yang cukup penting untuk dikaji kembali
Mengenal Hermeneutical Theory Sebagai Metode Memahami Teks Secara Obyektif Rasuki Rasuki
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 9 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.699 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v9i1.173

Abstract

Perkembangan hermeneutika teori yang digagas Schleiermacher selanjutnya disempurnakan oleh Dilthey, melakukan lompatan jauh ke depan dengan berupaya meninggalkan asumsi dasar para ilmuwan sebelumnya yang jatuh pada subyektivitas pengetahuan pembaca. Hermeneutika teori mengajukan beberapa strategi pembacaan teks yang memiliki dunianya sendiri, yang mana pembaca harus menanggalkan dunia yang ia alami untuk kemudian masuk kepada dunia penulis (author), di mana teks sebagai sasarannya haruslah difahami sebaik mungkin sebagaimana keinginan penulis, dengan tidak mengorbankan esesnsi pesan teks. Untuk mencapai hal itu pembaca yang bak, dituntut mengikuti serangkaian prosedur/metode sampai pada prosedur akhir sebagaimana metode rekonstruksi divinatoris atau penafsiran psikologis serta menyempurnakannya dengan prosedur reexperiencing/reviling atau recreating. Ini menjadi niscaya harus dilakukan oleh pembaca. Tujuan prosedur/metode ini oleh hermeneutka teori diharapkan agar pembaca dapat memperoleh pemahaman secara obyektif.