Zainullah Zainullah
IAI Al-Khairat Pamekasan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGGUNAAN POLYBAG SEBAGAI MEDIA TANAMAN PRODUKTIF Zainullah Zainullah; Imaniyatul Fithriyah; Artamin Hairit
Jurnal Ngejha Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Ngejha
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAI Al-Khiarat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1171.582 KB) | DOI: 10.32806/ngejha.v1i1.131

Abstract

Penanaman dengan menggunakan media polybag merupakan salah satu tanaman yang produktif dan dapat ditanam dimusim kemarau dan penghujan seperti di desa Bujur barat kecamatan Batu marmar kabupaten Pamekasan. Masyarakat Bujur barat mayoritas mata pencahariannyan adalah petani atau pekebun, jadi peneliti tertarik dalam pengabdiannya untuk mengangkat program unggulan penggunaan polybag sebagai media tanaman produktif, karena tanaman dengan menggunakan media polybag mudah dalam perawatan, pengontrolan atau pengawasan perindividu tanaman lebih jelas untuk pemeliharaan tanaman seperti serangan hama atau penyakit, kekurangan unsur hara, Tanaman terhindar dari banjir, tertular hama atau penyakit, polybag mampu di tambahkan bahan organic atau pupuk kandang sesuai takaran, menghemat ruang dan tempat penanaman, komposisi media tanam dapat diatur, nutrisi yang diberikan dapat langsung diserap akar tanaman, dapat dibudidayakan tidak mengenal musim dan sebagai tanaman obat dan tanaman hias di pekarangan atau teras. Tujuan dari program tersebut adalah untuk menambah wawasan petani seputar penggunaan polybag sebagai media tanaman produktif di desa Bujur Barat kecamatan Batu Marmar kabupaten Pamekasan dengan metode participatory action research berupa pendampingan dan penyuluhan langsung dari dinas pertanian dan perkebunan kabupaten pamekasan. Adapun program tersebut berhasil menginformasikan tentang pentingnya penanaman dengan menggunakan media polybag sebagai media yang produktif, keberhasilan ini terlihat dari respon antusias masyarakat dan ketertarikan mereka dalam mengaplikasikan tanaman-tanamannya dengan menggunakan media polybag
PEMBINAAN REMAJA DALAM MENGATASI PERKAWINAN ANAK DI KECAMATAN SARONGGI SUMENEP MADURA Mufiqur Rahman; Shahibul Muttaqien Al Manduriy; Zainullah Zainullah; Nadifatus Zahroh; Moh. Saedi
Jurnal Pema Tarbiyah Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/pema.v5i1.4986

Abstract

Perkawinan anak di Madura, khususnya di Kecamatan Saronggi, merupakan fenomena kompleks yang tidak hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan rendahnya pengetahuan remaja, tetapi juga oleh pemahaman keagamaan yang eksoteris, patriarkal, serta konstruksi sosial gender yang menempatkan perempuan pada posisi subordinat. Berbagai studi menunjukkan bahwa penyuluhan informatif dapat meningkatkan pengetahuan, namun belum mampu mengubah paradigma religius dan budaya yang menopang praktik perkawinan anak. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran remaja dan masyarakat mengenai bahaya perkawinan anak melalui pendekatan esoterisme kesetaraan gender, yang menekankan bahwa maskulinitas dan femininitas merupakan konstruksi kultural yang dapat direinterpretasi secara lebih humanis dan adil gender. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan masyarakat dalam seluruh proses. Pengabdian dilakukan di Kecamatan Saronggi dengan sasaran remaja usia 12–18 tahun, orang tua, tokoh agama, dan perangkat desa. Tahapan kegiatan meliputi persiapan melalui survei dan penyusunan modul; pelaksanaan berupa pembinaan agama dan gender secara esoteris, workshop kesehatan reproduksi, diskusi keagamaan untuk orang tua, serta kampanye sosial melalui poster edukatif; dan evaluasi menggunakan pre–post test serta wawancara mendalam untuk melihat perubahan pengetahuan dan persepsi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman remaja mengenai risiko perkawinan anak, pentingnya pendidikan, serta nilai kesetaraan gender. Pengabdian ini menegaskan bahwa pencegahan perkawinan anak harus dilakukan melalui kolaborasi masyarakat dan reinterpretasi nilai agama secara lebih humanis, sehingga transformasi budaya dan religius dapat terwujud secara berkelanjutan.