Daniel Anthoni Sihasale
Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PEMETAAN SEBARAN OBJEK WISATA BAHARI DI PULAU AMBON MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Marhelin Chostansa Mehdil; Heinrich Rakuasa; Daniel Anthoni Sihasale; Roberth Berthy Riry
Jurnal Environmental Science Vol 4, No 2 (2022): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.189 KB) | DOI: 10.35580/jes.v4i2.32464

Abstract

Pengelolaan sektor parawisata yang belum maksimal di Pulau Ambon membuat banyak objek wisata bahari yang belum diketahui oleh masyarakat dan wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran objek wisata bahari yang ada di Pulau Ambon dengan menggunakan sistim informasi geografis untuk memberikan informasi dan gambaran secara spasial kepada masyarakat guna membatu wisatawan yang berkunjung di Pulau Ambon. Pemetaan ini mengacu pada data sebaran objek wisata bahari yang ada di Pulau Ambon yang diperoleh dari Dinas Pariwisata Provinsi Maluku. Pengolahan data spasial dilakukan dengan menggunakan Software Arc GIS 10.6. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 29 objek wisata bahari yang tersebarn di kecamatan Leihitu Barat, Leihitu, Leitimur Selatan, Salahutu dan Nusaniwe yang dijelaskan secara deskripsi, tabular dan spasial
Pemetaan Daerah Rawan Banjir di Kota Ambon Menggunakan Sistim Informasi Geografis Heinrich Rakuasa; Joseba Kristina Helwend; Daniel Anthoni Sihasale
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 19, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v19i2.34240

Abstract

Bencana banjir terjadi hampir setiap tahun di Kota Ambon dan mengingat besarnya dampak dan jumlah korban yang dapat ditimbulkan maka pemetaan daerah rawan banjir merupakan dasar untuk memberikan informasi tentang strategi mitigasi risiko banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kawasan rawan banjir dan juga memprediksi kawasan permukiman yang berada di kawasan rawan banjir di Kota Ambon. Penelitian ini menggunakan metode Multicriteria Evaluation (MCE) bagi pengambil keputusan dalam menentukan bobot dan metode yang sesuai serta menggunakan Weighted Linear Combination (WLC) dalam menganalisis daerah rawan banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Teluk Ambon memiliki wilayah terluas pada setiap kelas kerawanan banjir di Kota Ambon dibandingkan dengan kecamatan lainnya, hal ini dikarenakan kecamatan tersebut merupakan yang terbesar di Kota Ambon. Sedangkan luas lahan pemukiman yang tersebar pada kawasan kelas kerawanan tinggi memiliki persentase luas paling besar yaitu 2.222,06 ha. Sebaran permukiman pada kelas kerawanan sedang seluas 2.214,67 ha yang tersebar di lima kecamatan di Kota Ambon. Sedangkan kawasan terbangun yang berada pada tingkat kerawanan sedang adalah 0,39 ha. Salah satu bentuk antisipasi dan mitigasi bencana banjir adalah dengan memperkirakan seberapa luas lahan terbangun pada kawasan rawan banjir untuk meminimalkan kerugian, baik korban jiwa maupun kerusakan fisik
Pengembangan dan Pengelolaan Destinasi Wisata Batu Kapal Desa Liliboi Kabupaten Maluku Tengah Marni Rumakat; Daniel Anthoni Sihasale; Robert Berthy Riry
JENDELA PENGETAHUAN Vol 19 No 1 (2026): JENDELA PENGETAHUAN
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jp19iss1pp147-159

Abstract

Destinasi wisata Batu Kapal di Desa Liliboi, Kabupaten Maluku Tengah, merupakan salah satu objek wisata alam yang memiliki keunikan bentang alam berupa formasi batu karang menyerupai kapal, panorama pesisir yang indah, serta lingkungan yang masih relatif alami. Namun, potensi tersebut belum didukung oleh pengelolaan dan pengembangan yang optimal sehingga pemanfaatannya sebagai destinasi wisata unggulan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi wisata Batu Kapal, menganalisis kondisi pengelolaannya, serta mengungkap berbagai kendala yang dihadapi dalam upaya pengembangan destinasi wisata tersebut. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan pemerintah desa, pengelola wisata, pelaku usaha lokal, masyarakat, dan wisatawan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Batu Kapal memiliki potensi wisata yang kuat berdasarkan keunikan geomorfologi, keindahan panorama laut, peluang pengembangan wisata bahari, serta dukungan sosial budaya masyarakat setempat. Meskipun demikian, pengelolaan destinasi masih bersifat sederhana dan didominasi oleh partisipasi masyarakat secara swadaya dengan keterbatasan pada aspek fasilitas pendukung, promosi, kelembagaan, dan perencanaan pengembangan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan destinasi wisata Batu Kapal memerlukan pendekatan terpadu yang mengintegrasikan potensi alam, pemberdayaan masyarakat, penguatan kelembagaan, dan prinsip pariwisata berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan infrastruktur, promosi digital, pembentukan pengelolaan berbasis komunitas, serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing destinasi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Karakteristik Hidrologi Daerah Aliran Sungai (DAS) Waai Lawa dan Dampaknya terhadap Ketersediaan Air di Wilayah Pemukiman Penduduk Sekitar Bandara Patimura Kota Ambon Elsa C. Cherestian; Daniel Anthoni Sihasale; Rafael Marthinus Osok
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 4 No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol4iss3pp619–636

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik hidrologi Daerah Aliran Sungai (DAS) Wai Lawa dan dampaknya terhadap ketersediaan air di wilayah permukiman sekitar Bandara Pattimura Kota Ambon. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan hidrologi dan geografi lingkungan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, pengukuran debit sungai, kecepatan aliran, luas penampang sungai, serta penyebaran kuesioner kepada masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit aliran sungai pada titik 1 sebesar 0,60 m³/detik dan pada titik 2 sebesar 0,22 m³/detik dengan kecepatan aliran relatif stabil. Tingkat ketersediaan air masyarakat berada pada kategori baik dengan persentase sebesar 66%. Namun demikian, pada musim kemarau sebagian masyarakat mengalami penurunan pasokan air akibat berkurangnya debit sungai dan cadangan air tanah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa karakteristik hidrologi DAS berpengaruh langsung terhadap kontinuitas ketersediaan air masyarakat.
Kajian Aktivitas Penambangan Material Golongan C terhadap Kualitas Air Sungai Wai Lawa di Wilayah Bandara Pattimura Desa Laha Kota Ambon Katerina Knyartutu; Daniel Anthoni Sihasale; Ferdinand Salomo Leuwol
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol5iss1pp1–15

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aktivitas penambangan material golongan C terhadap kualitas air Sungai Wai Lawa di wilayah Bandara Pattimura Desa Laha Kota Ambon. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan geografi lingkungan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, dokumentasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada masyarakat sekitar sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas penambangan material golongan C menyebabkan perubahan kondisi fisik sungai berupa peningkatan sedimentasi, erosi tebing sungai, dan berkurangnya vegetasi di sekitar sempadan sungai. Selain itu, kualitas air Sungai Wai Lawa mengalami penurunan yang ditandai dengan meningkatnya tingkat kekeruhan air dan banyaknya endapan lumpur pada badan sungai. Dampak aktivitas penambangan juga dirasakan masyarakat melalui menurunnya kualitas air untuk kebutuhan rumah tangga. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan penambangan yang lebih memperhatikan aspek konservasi lingkungan secara berkelanjutan