Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Strategi Personal Selling pada Produk Funding di PT. BPR Syariah Carana Kiat Andalas Cabang Payakumbuh Deli Safitri; Andy Riski Pratama
Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen Vol. 1 No. 4 (2022): Desember: Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.136 KB) | DOI: 10.55606/jupiman.v1i4.998

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana strategi personal selling pada produk funding di PT. BPR Syariah Carana Kiat Andalas Cabang Payakumbuh dan kendala strategi personal selling pada produk funding di PT. BPR Syariah Carana Kiat Andalas Cabang Payakumbuh. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah analisis SWOT, analisis Matrik IFE dan EFE, analisis Matrik SWOT, analisis tabel bobot skors. Setelah dilakukan penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan strategi personal selling pada produk funding di PT. BPR Syariah Carana Kiat Andalas Cabang Payakumbuh yaitu strategi SO: 1)Memaksimalkan personal selling dengan sistem door to door untuk mendapatkan nasabah baru pada wilayah/ segmen pasar yang belum terjangkau, 2)Meningkatkan kemudahan dan kecepatan dalam transaksi produk funding untuk menarik minat nasabah pekerja/ pelaku usaha di Payakumbuh, 3)Memaksimalkan briefing kepada tenaga personal selling sebagai evaluasi dan peningkatan kinerja untuk terjun ke lapangan, 4)Mempertahankan keramahan pelayanan pada saat melakukan pendekatan personal selling dengan nasabah sehingga dapat menjadi kerjasama jangka panjang, 5)Selalu cepat tanggap dalam menghadapi keluhan nasabah sehingga terciptanya kesan baik dari nasabah dan mendapatkan preferensi nasabah baru dari nasabah lama. Kendala yang dihadapi pada saat melakukan personal selling pada produk funding: Masih kurangnya SDM untuk melakukan personal selling, tidak sejalannya waktu dengan nasabah, membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk membujuk nasabah, adanya BPR dan BPRS saingan, memiliki target pasar yang sama dengan pesaing.