Abdul Wahab Abdi
Dosen Jurusan Pendidikan Geografi/Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan/Unsyiah

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EKSISTENSI LEMBAGA ADAT PANGLIMA LAOT DALAM MENJAGA KELESTARIAN LINGKUNGAN LAUT DI GAMPONG JEUMEURANG KECAMATAN KEMBANG TANJUNG KABUPATEN PIDIE Raudhatul Munawwarah; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.006 KB)

Abstract

Lembaga adat di wilayah pesisir Aceh dinamakan lembaga adat Panglima laot.  Fungsi Panglima Laot meliputi tiga hal, yaitu mempertahankan keamanan di laut, mengatur pengelolaan sumber daya alam di laut dan mengatur pengelolaan lingkungan laut. Fokus utama penelitian ini adalah mengenai eksistensi Lembaga Adat Panglima Laot dalam menjaga kelestarian lingkungan laut. Penelitian ini dilakukan di Gampong Jeumerang yang merupakan wilayah pesisir dengan memiliki kebudayaan berbentuk lembaga adat yang diatur oleh Panglima Laot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi Lembaga Adat Panglima Laot dalam menjaga kelestarian lingkungan di Gampong Jeumerang, Kecamatan Kembang Tanjung, Kabupaten Pidie. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan 79,6 % masyarakat menyatakan keberadaan Lembaga Adat Panglima Laot memiliki peran tersendiri dalam menjaga kelestarian lingkungan laut dan 20,8% masyarakat menyatakan tidak berpengaruh dengan keberadaan Lembaga Adat Panglima Laot dalam menjaga kelestarian lingkungan laut.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PERKEBUNAN TEBU DI KABUPATEN ACEH TENGAH DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI Tria Novita; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.678 KB)

Abstract

Provinsi Aceh memiliki potensi besar dalam bidang pertanian dan perkebunan, salah satunya perkebunan tebu. Terdapat seluas 7.969 Ha perkebunan tebu di Kabupaten Aceh Tengah yang masih dikelola secara tradisional oleh  masyarakat. Tanamaan tebu merupakan tanaman yang dapat tumbuh dengan baik pada lahan yang sesuai. Sedangkan kebutuhan lahan semakin meningkat dan langkanya lahan yang subur dan potensial, menyebabkan perlu dilakukan evaluasi kesesuaian lahan agar lahan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan. Evaluasi kesesuaaian lahan dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi SIG yaitu  dengan melakukan analisis overlay dan matching pada parameter-parameter kesesuaian lahan seperti curah hujan, jenis tanah, kemiringan lereng, tekstur tanah dan temperatur. Hasil penelitian menunjukan sekitar 97,07% wilayah Kabupaten Aceh Tengah tidak sesuai sebagai perkebunan tebu. Sedangkan yang sesuai marginal sebanyak 2,59% dan sesuai hanya  0,34%. Faktor pembatas terberat yang menyebabkan Kabupaten Aceh Tengah tidak sesuai untuk perkebunan tebu  adalah kemiringan lereng yang relatif curam dan intensitas curah hujan yang tinggi