Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN TAWAS PADA CAMPURAN BETON MENGGUNAKAN AGREGAT KASAR LOKAL KALIMANTAN TIMUR DAN AGREGAT HALUS EX. MAHAKAM DITINJAU DARI KUAT TEKAN Fachriza Noor Abdi; Heri Sutanto; Elmo Dwi Prandaka
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3, No 1 (2019): JTS Teknologi Sipil
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v3i1.2764

Abstract

Perkembangan teknologi beton terutama beton mutu tinggi sekarang ini sangat pesat. Berbagai penelitian dan percobaan di bidang beton dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas beton, teknologi bahan dan teknik-teknik pelaksanaan. Pada dasarnya bahan pembuatan beton mutu tinggi sama dengan bahan pembuatan beton normal, tetapi untuk meningkatkan kuat tekannya perlu menggunakan bahan tambah dan jenis agregat tepat dalam campuran beton. Jenis bahan tambah yang dipakai dalam penelitian ini adalah bahan tambah Tawas yang dipasaraan .Penelitian ini dimulai dengan pengujian terhadap masing-masing bahan penyusun dan membuat rancangan adukan beton berdasarkan metode SKSNIT-15-1990-03 menggunakan 6 (enam) variasi, yaitu : 0%, 1%, 2%, dan 3% Tawas dari berat semen. Mutu beton yang direncanakan K-350, selanjutnya adalah pembuatan benda uji berbentuk kubus dengan ukuran tiap sisinya 15 cm sebanyak 36 benda uji dimana untuk setiap variasi sebanyak 3 benda uji. Pengujian kuat tekan beton dilakukan setelah beton berumur 7 hari dievaluasi berdasarkan SNI 03-1974-1993.Hasil penelitian dari nilai kuat tekan beton dengan penambahan Tawas Belum mencapai kuat tekan rencana. Penggunaan bahan tambah Tawas sebesar 1%, 2%, dan 3%, berdasarkan penambahan Tawas secara berturut- turut dengan pengujian 7 hari agregat Batu Besaung, Senoni, dan Sambera didapatkan kuat tekan beton tertinggi persentase 1%, nilai kuat tekan 399,85 kg/cm2 ,meningkat 8,3%, kadar optimum 2,24% pada Batu besaung persentase 1%, nilai kuat tekan 433,25 kg/cm2 meningkat 3,4%, kadar optimum 2,31% pada Senoni persentase 2%, nilai kuat tekan 338,60 kg/cm2, meningkat 11,2% kadar optimum 1,35%,pada Sambera, kadar optimum penambahan tawas 1% hingga 2%.Kata kunci: Tawas, Bahan Tambah, Kuat Tekan.
ANALISIS STRUKTUR ATAS JEMBATAN LENGKUNG RANGKA BAJA TIPE PARKER BENTANG 60 M KELAS A MENGGUNAKAN APLIKASI MIDAS CIVIL Heri Sutanto; Ery Budiman; Muhammad Adrian
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 10, No 1 (2026): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v10i1.26974

Abstract

With the development of science and technology of iron and steel smelting and along with the development of the times that demand innovation, various methods and software have been discovered, one of which is the Midas Civil software. This study aims to determine the largest axial force on each element that occurs due to the combination of loads through the Midas Civil software and to determine the nominal tensile/compressive resistance that occurs due to the largest axial force and to determine the profile of the steel frame structure required for the bridge superstructure. In analyzing the Sambera bridge in Tanjung Limau Village, Muara Badak District, Kutai Kartanegara Regency. The results of the steel frame arch bridge planning with a parker type bridge height of 10 meters, width of 9 meters and a bridge length of 60 meters with a compressive axial force of 10079.06 kN and a tensile axial force of 7701.53 kN. The profile of the upper side member, lower side member, and middle side member is IWF 498×432–45/70, the longitudinal girder profile is IWF 356×352–14/22, the transverse girder profile is IWF 458×417–30/50, the wind tie profile is IWF 304×301–11/17 where the planned loading, the results of bridge component calculations, and the analysis planning of Midas Civil software have met the requirements to provide a safe, comfortable and sturdy parker type steel frame arch bridge for its users.