Andreas Andika
Universitas Katolik Darma Cendika

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RUANG KOMUNAL SEBAGAI RUANG PUBLIK SEBAGAI WADAH AKTIFITAS WARGA KAMPUNG ASEMPAYUNG SURABAYA Prabani Hastorahmanto; Lucia Trisjanti; Heristama Putra; Ferdinard Setiawan; Nurul Febriyanti; Andreas Andika; Fransiskus Marcelino; Andeng; Ruth Setiawan; Eric Widodo
Asawika : Media Sosialisasi Abdimas Widya Karya Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Asawika Vol 7-2
Publisher : LPPM Unika Widya Karya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37832/asawika.v7i2.88

Abstract

Ruang publik terpadu sebagai ruang komunal di Kampung Asem Payung merupakan program pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Program Studi Arsitektur untuk menyediakan ruang  yang aman dan nyaman untuk berbagai jenis kegiatan sosial bagi warga. Persoalannya, tidak ada ruang publik untuk aktivitas seperti  warga dan aktivitas anak-anak. Metode penulisan yang digunakan adalah observasi lokasi secara langsung untuk melihat keadaan dengan diawali wawancara langsung dengan Ketua RT setempat. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian dalam masyarakat ini adalah masterplan dan wujud dari ruang publik yang terbuka dengan saling terintegrasi yang prosesnya dilakukan dengan cara diskusi secara berkelompok dengan para warga. Rencana ini nantinya akan menjadi sebagai usulan pengajuan ruang publik terpadu agar bisa diwujudkan dan dapat menambahkan ruang untuk terjadinya aktivitas sosial untuk para warga agar dapat berkegiatan. Karena selama ini tidak ada tempat yang memadai sehingga ketika terjadinya aktivitas tersebut dapat mengganggu akses penggunaan jalan.   Kata kunci: Ruang publik, Ruang komunal, Sosialisasi, Pembangunan, Kelompok   ABSTRACT Integrated public space as a communal space in Asem Payung Village is a community service program carried out by the Architecture Study Program to provide a safe and comfortable space for various types of social activities for the residents. The problem is, there is no public space for activities such as the village children's activities. The method used is direct location observation to observe the situation starting with direct interviews with the local community head. The results obtained from this community service activity are a master plan and a form of an open, integrated public space whose realization processes were carried out by means of group discussions with the residents. The plan will be developed into a proposal for an integrated public space so that it may be realized and may create a space for social activities for the residents, who due to lack of an adequate space have been unable to do social activities in fear of interfering with access to road use.   Keywords: Public space, Communal space, Socialization, Development, Group
Eksplorasi Spasial dan Pengalaman Pengguna dalam Penerapan Arsitektur Fungsionalisme pada Bangunan Spazio Surabaya Andreas Andika; Josephine Roosandriantini
Jurnal Lingkungan Karya Arsitektur Vol. 5 No. 1 (2026): Architecture, Room, Structure, Material
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/lkr.v5i1.906

Abstract

Arsitektur Fungsionalisme, dengan semboyannya "form follows function", telah lama menjadi landasan dalam perancangan bangunan modern. Prinsip ini mengedepankan efisiensi dan kegunaan sebagai penentu utama bentuk arsitektur. Namun, sejauh mana penerapan prinsip fungsionalis tidak hanya menciptakan ruang yang efisien, tetapi juga membentuk pengalaman dan persepsi penggunanya? Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan arsitektur fungsionalisme pada bangunan komersial Spazio di Surabaya, dengan fokus utama pada bagaimana relasi antarruang yang tercipta memengaruhi pengalaman pengguna (pengunjung dan pelaku usaha). Menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini melakukan observasi spasial, pemetaan perilaku, dan wawancara singkat dengan pengguna bangunan. Analisis difokuskan pada tata letak vertikal dan horizontal fungsi komersial (retail, F&B, hiburan), sirkulasi, serta elemen arsitektural seperti void, jembatan penghubung, dan materialitas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Spazio Surabaya menginterpretasikan fungsionalisme secara dinamis. Efisiensi fungsi terwujud melalui zonasi vertikal yang jelas dan sirkulasi yang terintegrasi. Lebih dari sekadar efisiensi, relasi spasial yang tercipta—terutama melalui void sentral yang menghubungkan seluruh lantai dan permainan bidang transparan—mampu menciptakan pengalaman visual yang interaktif, rasa keterbukaan, dan orientasi ruang yang kuat bagi pengguna. Hal ini menghasilkan sebuah "fungsionalisme pengalaman", di mana desain yang berpusat pada fungsi justru secara tidak langsung membentuk kualitas pengalaman spasial yang kaya, memfasilitasi interaksi sosial, dan memperkuat identitas bangunan sebagai ruang publik di Surabaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan fungsionalisme pada Spazio melampaui aspek tek semata dan berhasil menciptakan dialektika antara ruang, fungsi, dan pengalaman pengguna.