This Author published in this journals
All Journal JIKI Kemadha
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MORTAR BERBAHAN LIMBAH PABRIK GULA AMAN IRITASI PADA KULIT Marwahyudi
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 8 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol.8 No 2 Oktober 2015
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pabrik gula banyak mengularkan hasil buang yang sudah kita ketahui bersama. Hasil buang dari proses pembuatan tebu menjadi gula ada yang bersifat cair dan ada yang bersifat padat. Adapun hasil buang atau limbah yang bersifat cair adalah tetes tebu atau molasses, sedangkan yang bersifat padat adalah ampas tebu, blotong, arang tungku. Sebagaian besar dari hasil buang atau limbah hannya dimanfaatkan seadanya. Berdasarkan penelitian yang sudah dilaksanakan maka pada penelitian kali ini tahapan yang akan peneliti lakukan adalah sebagai berikut kandungan limhah terhadap kesehatan manusia.. Peneliti berharap menghasilkan “bahwa limbah tersebut tidak ada efek samping terhadapan manusia maka akan dilanjutkan pada tahap selanjutnya. Peneliti melakukan uji Sehingga harapannya penelitian ini akan kuat dan aman terhadap iritasi kulit manusia.
POTENSI LIMBAH LOKAL CAIRAN UNIK TETES TEBU DALAM KEKUATAN Marwahyudi
JURNAL KEMADHA Vol. 7 No. 1 (2017): Jurnal Kemadha Vol. 7 No.1 April 2017
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah pabrik gula merupakan hal yang cukup menarik untuk di analisa. Limbah yang dihasilkan berbentuk padat, gas, cair. Masih perlu penanganan khusus untuk memanfaatkanpotensi yang cukup besar dari limbah tersebut. Banyak masarakat memanfaatkan untuk pupuk, bumbu masak, alkhohol. Pada kesempatan ini peneliti mencoba menganalisa tetes tebu untuk bahan tambah beton. Harapan peneliti dengan hasil ini masyarakat sekitar memakainya dan memeperoleh bianya yang murah dengan hasil yang baik. Pada penelitian ini kami membuat dua kelompok benda uji yang nantinya hasilnya akan dibandingkan mana yang lebih baik. Kemudian benda uji tersebut dihitung kuat tekannya dengan alat compression test machine dan hammer test. Setelah diteliti ternya memang hasilnya menunjukan perbedaan antara beton dengan bahan tambah tetes tebu akan lebih baik dibandingkan dengan beton biasa. Hasil perhitungan kuat tekan menunjukan hasiltertingga dari beton dengan bahan tambah tetes adalah 123,8 Kg/cm2dan beton biasa teringgi 106,2 Kg/cm2. Juga untuk hitungan belahnya 15,6 Kg/cm2dtanpa bahan tambah dan 26,1 Kg/cm2beton dengan bahan tambah tetes tebu. Perhitungan hammer test juga menunjukkan baik untuk beton dengan bahan tambah tetes tebu. Perlu diperhatikan beton dengan bahan tambah tetes tebu ikatan awalnnya agak lambat, sehingga harus berhati-hati pada pelepasan cetakan beton. Dapat diasumsikan juga bisa dimanfaatkan untuk bahan tambah semen dalam acian dinding. Sehingga mengurangi retak rambut pada dinding
ANALISIS STRUKTUR GEDUNG BERTINGKAT PASCA GEMPA Marwahyudi
JURNAL KEMADHA Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Kemadha Vol.7 No.2 Oktober 2017
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung adalah tempat untuk beraktifitas dan bersosialisasi manusia. Oleh sebab itu gedung harus memenuhi persyaratan keamanan dan kenyamanan sehingga manusia yang beraktifitas didalamnya merasa aman terhadap bahaya yang memungkinkan terjadi.Salah satu bencana yang memungkinkan terjadi adalah gempa bumi. Pada penelitian kali ini peneliti mencoba untuk mengetahui kekuatan tekan beton sisa. Metode yang digunakan adalah distructive and non destructive test. Non distructive method menggunakan alat hammer test, destructive menggunakan alat compresssion test machine. Hasil dari kekuatan beton sisa harus lebih dari 80% kuat tekan beton rencana (250kg/cm2) atau sebesar 250kg/cm2. Hasil perhitungan menunjukkan pada titik IV dan VI dibawah 200 Kg/cm2.Oleh sebab itu pada daerah IV dan VI diperkuat dengan carbon fibre stripe. Sehingga kekuatannya dapat memenuhi persyaratan yang diijinkan
SEMEN Marwahyudi
JURNAL KEMADHA Vol. 7 No. 1 (2017): Jurnal Kemadha Vol. 7 No.1 April 2017
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semen merupakan kebutuhan bahan bangunan yang sangat pokok, dari masyarakat awam sampai ke praktisi pembangunan, semua menggunakan semen untuk bahan bangunan. Fenomena ini sangat mengembirakan, sekaligus masyarakat perlu diperhatikan dalam penggunakan semen. Banyak sekali masyarakat menggunakan semen secara sembarangan. Sehingga hasilnya tidak sesuai dengan harapan. Seperti yang kita ketahui bahwasanya semen ini sangat terpengaruh oleh air. Semen yang disimpan ditempat lembab bahkan terkena air,semen tersebut akan cepat mengeras. Kejadian semacam ini sering kita dapati di dalam proses penyimpanan di toko besi, bahkan di gudang proyek. Semuanya tidak akan terjadi, jika pengguna dan pelaku bisnis bangunan mematuhi peraturan dalam penyimpanan semen. Apabila bagian semen sudah ada yang mengeras,berarti semen tersebut sudah bereaksi. Semen yang sudah mengeras tidak boleh dipaksakan untuk bahan plesteran maupun beton, jika dipaksakan hasil kuat lekat dan kuat tekan tidak akan maksimal. Beraneka ragam produk semen yang dijual di toko bangunan. Satu dengan merek yang lainnya mempunyai kelebihan dan kekurangan. Bahkan kuat lekat dan kuat tekan yang dihasilkan akan berbeda-beda. Hal inilah yang harus diketahui dan harus dipahami oleh para pengguna semen. Apabila kita sudah dapat memahami semuanyamaka, hasilnya akan sesuai harapan