Kecemasan pada ibu hamil trimester III merupakan masalah kesehatan mental yang dapat berdampak negatif pada kesehatan ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko yang berhubungan dengan kecemasan pada ibu hamil trimester III. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan di Puskesmas Pamar, Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah pada Mei–Juli 2025. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester III yang melakukan pemeriksaan antenatal care (ANC) pada Maret–Juli 2025, berjumlah 35 orang, dengan teknik total sampling. Data primer dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari catatan fasilitas kesehatan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 20–35 tahun (88,6%), berpendidikan SMA (74,3%), tidak bekerja (85,7%), multigravida (54,3%), dan memiliki frekuensi ANC 1–3 kali (68,8%). Tingkat kecemasan tinggi dialami oleh 80% responden. Uji statistik menunjukkan bahwa usia tidak berhubungan signifikan dengan kecemasan (p=0,288), sedangkan pendidikan (p=0,002), pekerjaan (p=0,016), gravida (p=0,007), dan frekuensi pemeriksaan kehamilan (p=0,011) memiliki hubungan yang bermakna. Hasil ini menegaskan pentingnya edukasi kesehatan, dukungan sosial, dan keteraturan ANC untuk menurunkan tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III.