Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Efektivitas Diaphragm Breathing Exercise Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Trimester III di Praktik Mandiri Bidan Kota Padang Ika Yulia Darma; Silvi Zaimy; Meldafia Idaman; Silfina Indriani
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 23, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v23i1.2943

Abstract

The anxiety rate in pregnant women in Indonesia is quite high, namely 28.7% of which this anxiety is experienced by pregnant women in the third trimester before the delivery process. This has an impact on the physical, psychological and process conditions that will be undertaken by the mother, but it also affects the postpartum period. Diaphragm breathing exercise is one of the complementary therapies to overcome the anxiety experienced by pregnant women who have little risk. To determine the effectiveness of diaphragm breathing exercise on the anxiety level of pregnant women in the third trimester. Research Methods: This type of quantitative research uses a quasi-experimental method with one group pretest and posttest design. A total of 16 pregnant women TM III in Padang City Midwives Independent Practice were taken using purposive sampling technique. The measuring instrument used is the PRAQ-R2 (Pregnancy Related Anxiety Questionnaire- Revised) instrument. The effectiveness of the diaphragm breathing exercise on the anxiety of pregnant women with TM III was tested using Paired t-test with p-value < 0.05. Results: The results showed that the average level of maternal anxiety before the intervention was 29.68 and after giving diaphragm breathing exercise the anxiety level was 19.12 with an average difference of 10.56. The results of statistical tests showed that there was a significant effect between the anxiety level of pregnant women with TM III before and after being given diaphragm breathing exercise with a p value of 0.000 (p value <0.05). Conclusion: diaphragm breathing exercise is effective in reducing anxiety levels of pregnant women with TM III in the Independent Practice of Midwives in Padang City.
Edukasi Breast Care Pada Ibu Post Partum Untuk Kelancaran Produksi Asi Di Praktek Mandiri Bidan (Pmb) Bdn. Rahma Putri Idaman, M. Keb Kota Padang Silfina Indriani; Linda Wati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i2.1603

Abstract

Masa nifas merupakan periode penting dalam kesehatan ibu dan bayi, di mana pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif menjadi faktor utama dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi. Salah satu kendala utama dalam pemberian ASI eksklusif adalah kurangnya pemahaman ibu post partum mengenai perawatan payudara (breast care), yang dapat menyebabkan masalah seperti produksi ASI yang tidak lancar, puting lecet, hingga mastitis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibu post partum dalam melakukan breast care guna mendukung kelancaran produksi ASI. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi dan penyuluhan yang dilakukan secara langsung kepada ibu post partum di Praktek Mandiri Bidan (PMB) Bdn. Rahma Putri Idaman, Kota Padang. Sebelum edukasi diberikan, dilakukan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta, dan setelahnya diberikan post-test guna mengevaluasi efektivitas penyuluhan. Materi yang diberikan mencakup langkah-langkah perawatan payudara, manfaatnya bagi kesehatan ibu dan bayi, serta teknik pemijatan oksitosin untuk merangsang produksi ASI. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman ibu post partum mengenai pentingnya perawatan payudara dalam mendukung pemberian ASI eksklusif. Edukasi ini juga membantu mengurangi hambatan dalam proses menyusui serta meningkatkan kesiapan ibu dalam memberikan ASI yang optimal bagi bayinya. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan ibu dan bayi serta menjadi model edukasi yang dapat diterapkan secara luas di berbagai fasilitas kesehatan.
Edukasi Pentingnya Keluarga Berencana (KB) Dalam Meningkatkan Pengetahuan Dan Pemilihan Alat Kontrasepsi Pada Wanita Usia Subur (WUS) Di Puskesmas Nanggalo Tahun 2024 Silfina Indriani; Titin Ifayanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i2.1609

Abstract

Program Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu upaya strategis pemerintah dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Namun, cakupan peserta KB aktif di Indonesia, khususnya dalam penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), masih tergolong rendah dan jauh dari target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Salah satu faktor penyebab rendahnya angka partisipasi adalah kurangnya pengetahuan dan pemahaman Wanita Usia Subur (WUS) mengenai alat kontrasepsi yang tersedia. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemilihan alat kontrasepsi pada WUS melalui edukasi mengenai pentingnya KB. Kegiatan ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Nanggalo, Kota Padang, dengan menggunakan metode penyuluhan dan edukasi langsung kepada peserta. Evaluasi keberhasilan program dilakukan dengan mengukur perubahan tingkat pemahaman dan keputusan pemilihan alat kontrasepsi oleh peserta setelah menerima edukasi. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam peningkatan pemahaman WUS mengenai alat kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhan mereka, serta meningkatkan partisipasi dalam program KB, khususnya penggunaan MKJP. Selain itu, luaran dari kegiatan ini mencakup publikasi dalam jurnal pengabdian masyarakat dan penyusunan buku panduan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
Pelaksanaan Konseling Terhadap Wanita Usia Subur (WUS) Tentang Pengambilan Keputusan Dalam Penggunaan Alat Kontrasepsi Di TPMB Bdn. Rahma Putri Idaman, M. Keb Silfina Indriani; Titin Ifayanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 8 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i8.1826

Abstract

Tingginya laju pertumbuhan penduduk di Indonesia menjadi tantangan serius dalam bidang kesehatan dan kesejahteraan. Program Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu strategi utama pemerintah untuk menekan angka pertumbuhan penduduk dan menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI). Namun, rendahnya tingkat pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) tentang metode kontrasepsi menjadi kendala dalam keberhasilan program KB. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan WUS terkait pemilihan alat kontrasepsi melalui konseling di TPMB Bdn. Rahma Putri Idaman, M.Keb. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan edukasi interaktif kepada 20 WUS dengan materi meliputi jenis-jenis kontrasepsi, manfaat, risiko, dan cara pemilihan yang sesuai. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test serta observasi partisipasi peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 30% serta meningkatnya kepercayaan diri peserta dalam mengambil keputusan terkait penggunaan kontrasepsi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa konseling berbasis komunikasi efektif mampu meningkatkan pemahaman WUS dan mendukung keberhasilan program KB
Pengaruh Yoga Postpartum Terhadap Kualitas Hidup Dan Psikologi Ibu Postpartum Di Praktek Mandiri Bidan (PMB) Rahma Putri Idaman Kota Padang Linda Wati; Silfina Indriani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i2.1604

Abstract

Ibu postpartum mengalami proses adaptasi fisiologis dan psikologis yang dapat memengaruhi kualitas hidup dan kondisi psikologis mereka. Penurunan kualitas hidup pada ibu nifas sering terjadi akibat perubahan fisik, tanggung jawab baru, serta faktor psikologis yang menyertai masa postpartum. Yoga postpartum telah diusulkan sebagai salah satu terapi komplementer yang dapat membantu ibu dalam meningkatkan kesejahteraan fisik dan mentalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yoga postpartum terhadap kualitas hidup dan kondisi psikologis ibu postpartum yang menjalani praktik di Praktek Mandiri Bidan (PMB) Rahma Putri Idaman, Kota Padang. Penelitian ini menggunakan metode quasy-eksperimental dengan rancangan pretest-posttest control group design. Sampel terdiri dari 30 ibu postpartum yang dibagi menjadi kelompok intervensi (yoga postpartum) dan kelompok kontrol. Analisis data dilakukan menggunakan Dependen T-test dengan tingkat signifikansi α < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu postpartum yang mengikuti yoga mengalami peningkatan signifikan dalam kualitas hidup, terutama dalam aspek fisik dan psikologis, dibandingkan dengan kelompok kontrol. Selain itu, tingkat depresi postpartum yang diukur dengan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) menunjukkan penurunan yang lebih besar pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol (p-value < 0,05).
Edukasi Penggunaan Video Terhadap Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Teknik Menyusui Yang Benar Di Praktek Mandiri Bidan (PMB) Nurhaida Kota Padang Silfina Indriani; Linda Wati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian ASI (air susu ibu) secara eksklusif adalah pemberian hanya ASI tanpa memberikan cairan atau makanan padat lainnya kecuali vitamin, mineral atau obat dalam bentuk tetes atau sirup sampai usia 4-6 bulan. Berbagai penelitian telah mengkaji manfaat pemberian ASI eksklusif dalam hal menurunkan mortalitas bayi, menurunkan morbiditas bayi, mengoptimalkan pertumbuhan bayi, membantu perkembangan kecerdasan anak, dan membantu memperpanjang jarak kehamilan bagi ibu. Pada tahun 1999, UNICEF bersama dengan World Health Assembly (WHA) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan untuk keuntungan yang optimal bagi ibu dan bayinya, (Nurkhasanah, 2011). Rekomendasi pemberian ASI eksklusif sampai usia 6 bulan tampaknya masih terlalu sulit untuk dilaksanakan. Upaya agar ibu bisa menyusui bayinya secara eksklusif sampai usia 4 bulan saja masih memiliki banyak kendala. Sasaran program perbaikan gizi masyarakat untuk meningkatkan ASI eksklusif menjadi 80% tampak terlalu tinggi. Faktor-faktor yang mempengaruhi ASI eksklusif yaitu produksi ASI kurang, ibu kurang memahami tata laksana laktasi yang benar, ingin relaktasi, terlanjur 2 mendapat prelactal feeding (pemberian air gula/dekstrosa, susu formula pada hari hari pertama kelahiran), kelainan ibu contohnya masalah anatomi payudara, ibu hamil lagi padahal masih menyusui, ibu bekerja, abnormalitas bayi/kelainan bayi, dan persepsi yang salah mengenai ASI, (Roesli U, 2000). Faktor lain separti perubahan sosial budaya, faktor psikologis, faktor fisik ibu, faktor kurangnya petugas kesehatan, meningkatnya promosi susu kaleng sebagai pengganti ASI, petugas kesehatan menganjurkan penggunaan PASI, puting susu nyeri/lecet, payudara bengkak (engorgement), saluran susu tersumbat, mastitis, abses payudara, kelainan anatomis pada puting susu, kegagalan menyusui, bayi enggan menyusu, gagal tumbuh pada bayi yang mendapat ASI, ikterus pada bayi yang minum ASI, bayi lahir dengan operasi sectio caesaria, bayi kembar, penyakit kronis/berat pada ibu, ibu dengan diit tertentu, pemberian obatobatan pada ibu menyusui, dan menyusui pada waktu hamil, (Roesli U, 2000).
Edukasi Pelaksanaan Totok Wajah Agar Menurunkan Kecemasan Ibu Nifas Di Praktek Mandiri Bidan "R" Kota Padang Silfina Indriani; Linda Wati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia selain kebutuhan sandang, pangan, papan dan pendidikan, karena jika tubuh kita sehat, semua kegitan atau aktivitas dapat berjalan dengan lancar. Berdasakan survei yang dilakukan oleh WHO, bahwa Indonesia merupakan negara ke empat di dunia yang kurang memperhatikan kesehatannya (Mahmudah, 2019). Terapi komplementer merupakan suatu fenomena yang muncul saat ini diantara banyaknya fenomena-fenomena pengobatan non konvensional yang lain, seperti pengobatan dengan ramuan atau terapi herbal. Terapi komplementer sudah mulai diaplikasikan di masyarakat sebagai terapi nonfarmakologis. Pelayanan kebidanan komplementer merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, yang difokuskan pada pelayanan kesehatan wanita dalam siklus reproduksi, bayi baru lahir, dan balita untuk mewujudkan kesehatan keluarga sehingga tersedia sumber daya manusia yang berkualitas. Dalam masa nifas, ibu nifas akan mengalami adaptasi fisiologis, psikologis dan adaptasi sosial. Namun, tidak semua ibu nifas bisa melewati adaptasi masa nifas dengan lancar. Ibu nifas bisa saja mengalami gangguan psikologis masa nifas yang salah satunya adalah kecemasan, sedangkan pada kasus baby blues bisa terjadi pada 50-80% ibu yang baru melahirkan. Selain penatalaksanaan konvensional, ada pula terapi komplementer untuk mengatasi kecemasan sehinga ibu bisa dengan maksimal merawat bayi dan produksi ASI juga lancar yaitu dengan terapi totok wajah Adapun tujuan dari pengabdian masyarakat adalah : Untuk meningkatkan pengetahuan ibu post partum tentang cara mengatasi kecemasan pada masa post partum dan Untuk meningkatkan pengetahuna ibu nifas tentang Teknik totok wajah untuk mengurangi kecemasan ibu post partum