p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal e-GIGI
Sherly M. Gosal
Universitas Sam Ratulangi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kebiasaan Bernapas Melalui Mulut terhadap Terjadinya Maloklusi Disa M. Balansa; Vonny N. S. Wowor; Sherly M. Gosal
e-GiGi Vol. 11 No. 2 (2023): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v11i2.45034

Abstract

Abstract: Dental caries is often found with a high prevalence in Indonesia. Untreated dental caries can cause disease in the dental pulp and eventually require root canal treatment. There are two types of Root Canal Treatment (RCT) namely one-visit RCT and multi-visit RCT. This study aimed to determine patient compliance with multi-visit root canal treatment at the Dental and Oral Hospital of Sam Ratulangi University, Manado, Indonesia, in 2018-2019. This was a descriptive and observational study. Population in this study are medical records of patients who visited for dental treatment at the Dental and Oral Hospital of Sam Ratulangi University in 2018-2019. The number of subjects used was 85 medical records. The results showed that 56 patients (66%) adhered to a multi-visit RCT and 29 patients (34%) did not. In conclusion, patients who underwent a multi-visit RCT at the Dental and Oral Hospital of Sam Ratulangi University were classified as good or obedient. Keywords: patient adherence; multi visit root canal treatment   Abstrak: Karies gigi merupakan penyakit gigi yang banyak dijumpai pada masyarakat di Indonesia dengan prevalensi yang tinggi. Karies gigi yang tidak dirawat dapat menyebabkan penyakit pada pulpa gigi yang pada akhirnya memerlukan perawatan saluran akar. Terdapat dua jenis Perawatan Saluran Akar (PSA), yaitu PSA satu kali kunjungan dan PSA multi kunjungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan pasien menjalani perawatan saluran akar multi kunjungan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Sam Ratulangi, Manado, Indonesia, tahun 2018-2019. Jenis penelitian ini ialah deskriptif dengan menggunakan metode observasional. Populasi dalam penelitian ini yaitu rekam medis dari pasien yang berkunjung melakukan perawatan gigi di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Sam Ratulangi pada tahun 2018-2019. Jumlah subjek penelitian yang digunakan sebanyak 85 rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 56 pasien (66%) patuh menjalani PSA multi kunjungan dan 29 pasien (34%) tidak patuh. Simpulan penelitian ini ialah pasien yang menjalani PSA multi kunjungan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Sam Ratulangi tergolong baik atau patuh. Kata kunci: kepatuhan pasien; perawatan saluran akar multi kunjungan
Maloklusi pada Penderita Cerebral Palsy Virginia E. N. Abram; Sherly M. Gosal; Juliatri Juliatri
e-GiGi Vol. 11 No. 2 (2023): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v11i2.46372

Abstract

Cerebral palsy (CP) is a non-progressive disorder that affect the brain during the growth and development process. Various disorders in patients with cerebral palsy, such as dentocraniofacial and muscle abnormalities, can cause problems in dental and oral health, including malocclusion. The most common malocclusion described the patients with cerebral palsy is class II malocclusion with increased overjet and open bite. This literature review study aims to determine the classification and variation of malocclusion that occur in patients with cerebral palsy. This literature review research was conducted by searching for data using Google Scholar, Pubmed, and Science Direct databases. After being selected based on inclusion and exclusion criteria, a critical appraisal was carried out and 7 literatures were obtained. The result showed that Class II is the malocclusion that commonly occurs in patients with cerebral palsy, followed by Class I and Class III, with open bite as a common encounter malocclusion variant. In conclusion, the classification of malocclusion that occurs in patients with cerebral palsy is Class I, Class II and Class III. Generally, class II is the most common malocclusion in patients with cerebral palsy. Variations of malocclusion that occur in patients with cerebral palsy are open bite, crossbite, deep bite, crowding, spacing, a diastema, and increased overjet. The most prevalent variant is an open bite. Keywords: cerebral palsy, malocclusion   Abstrak: Cerebral palsy (CP) adalah gangguan atau kerusakan non-progresif pada otak saat proses pertumbuhan dan perkembangan. Berbagai gangguan pada penderita cerebral palsy, seperti kelainan pada dentokraniofasial dan ototnya, dapat menimbulkan masalah dalam kesehatan gigi dan mulut termasuk menyebabkan maloklusi. Maloklusi kelas II dengan peningkatan overjet dan open bite merupakan maloklusi yang sering terjadi pada penderita cerebral palsy. Penelitian literature review ini bertujuan untuk mengetahui klasifikasi dan variasi maloklusi yang terjadi pada penderita cerebral palsy. Penelitian dilakukan dengan pencarian data menggunakan database Google Scholar, Pubmed, dan Science Direct. Setelah diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, dilakukan critical appraisal dan didapatkan 7 literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maloklusi kelas II merupakan maloklusi yang umumnya terjadi pada penderita cerebral palsy diikuti dengan kelas I dan kelas III, dengan variasi maloklusi yang sering ditemukan yakni open bite. Kesimpulan penelitian ini yakni klasifikasi maloklusi yang terjadi pada penderita cerebral palsy yaitu maloklusi kelas I, kelas II dan kelas III, dengan maloklusi kelas II merupakan maloklusi yang paling umum terjadi pada penderita cerebral palsy. Variasi maloklusi yang terjadi pada penderita cerebral palsy yaitu open bite, cross bite, deep bite, crowding, spacing, diastema dan peningkatan overjet. Variasi maloklusi yang paling umum ditemui pada penderita cerebral palsy merupakan open bite. Kata kunci: cerebral palsy, maloklusi